BlockBeats melaporkan bahwa pada 23 Februari, menurut penelitian terbaru dari Standard Chartered Bank, penerbit stablecoin berpotensi menjadi salah satu pembeli terbesar obligasi pemerintah AS, yang dapat mengubah cara pembiayaan pemerintah AS dalam beberapa tahun mendatang.
Para analis yang dipimpin oleh Geoffrey Kendrick, Kepala Penelitian Aset Digital Global di bank tersebut, dan John Davies, Strategi Suku Bunga AS di Standard Chartered Bank, menyatakan bahwa mereka tetap memperkirakan nilai pasar stablecoin akan mencapai 2 triliun dolar AS pada akhir 2028. Ekspansi ini akan membawa permintaan tambahan sekitar 0,8 hingga 1 triliun dolar AS untuk obligasi pemerintah AS, karena penerbit akan mengakumulasi obligasi jangka pendek sebagai aset cadangan. Penerbit stablecoin sedang menjadi pembeli terbesar obligasi pemerintah AS.
Mereka juga menambahkan bahwa jika model penerbitan tetap sama, dalam tiga tahun ke depan, permintaan ini dapat menyebabkan kelebihan permintaan obligasi sebesar sekitar 0,9 triliun dolar AS.
Penafian: Informasi di halaman ini dapat berasal dari pihak ketiga dan tidak mewakili pandangan atau opini Gate. Konten yang ditampilkan hanya untuk tujuan referensi dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Gate tidak menjamin keakuratan maupun kelengkapan informasi dan tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi ini. Investasi aset virtual memiliki risiko tinggi dan rentan terhadap volatilitas harga yang signifikan. Anda dapat kehilangan seluruh modal yang diinvestasikan. Harap pahami sepenuhnya risiko yang terkait dan buat keputusan secara bijak berdasarkan kondisi keuangan serta toleransi risiko Anda sendiri. Untuk detail lebih lanjut, silakan merujuk ke
Penafian.
Artikel Terkait
Peringatan TradFi Naik: USDKRW (US Dollar vs South Korean won) Naik Melebihi 0.5%
Gate News: Menurut data terbaru Gate TradFi, USDKRW (US Dollar vs South Korean won) telah melonjak sebesar 0.5% dalam waktu singkat. Volatilitas saat ini secara signifikan lebih tinggi dibandingkan rata-rata terbaru, menunjukkan peningkatan aktivitas pasar.
GateNews27menit yang lalu
Trump memerintahkan untuk memblokir Selat Hormuz, harga futures minyak mentah Hyperliquid naik 7%
Presiden AS Trump memblokade Selat Hormuz karena Iran menolak menghentikan rencana senjata nuklir, sehingga harga kontrak berjangka minyak mentah melonjak 7% di platform terdesentralisasi Hyperliquid. Pasar bergejolak hebat karena kekhawatiran gangguan pasokan, sehingga menjadi tempat penting untuk penemuan harga. Cadangan minyak strategis segera habis, risiko pasokan di pasar minyak meningkat, dan dapat memicu tekanan inflasi yang lebih serius.
ChainNewsAbmedia5jam yang lalu
Penganalisis CryptoQuant: Kenaikan bulanan CPI AS pada bulan Maret mencapai rekor tertinggi, jika konflik AS-Iran berlanjut atau memaksa The Fed menaikkan suku bunga
Penganalisis CryptoQuant Darkfost menyebutkan bahwa meskipun data CPI bulan Maret mencatat kenaikan terbesar secara bulanan, CPI inti tetap stabil, yang menunjukkan bahwa inflasi AS belum menyebar secara menyeluruh. Perlu mencermati data PCE di masa depan. Jika konflik AS-Iran berlanjut, inflasi berpotensi berkembang menjadi risiko sistemik, yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi, sehingga The Fed mungkin perlu terus menaikkan suku bunga untuk mengatasinya.
GateNews11jam yang lalu
Dua tahun Halving Bitcoin: tingkat inflasi tahunan turun menjadi 0,85%, secara resmi menjadi aset yang lebih langka daripada emas kuning
Pengurangan separuh Bitcoin pada April 2024 menurunkan tingkat inflasi tahunan menjadi 0,85%, untuk pertama kalinya berada di bawah emas sebesar 1,5–2%. Kelangkaan Bitcoin berasal dari ketentuan dalam kode, sehingga pasokan akan berkurang secara bertahap dan diperkirakan akan mengalami pengurangan separuh lagi pada tahun 2028. Siklus pengurangan separuh kali ini menyaksikan keterlibatan investor institusional, yang memperkuat posisi Bitcoin sebagai emas digital.
ChainNewsAbmedia11jam yang lalu
Bank AS menurunkan perkiraan pertumbuhan AS-Eropa, menaikkan perkiraan inflasi, dampak gangguan Timur Tengah tidak merata
Bank of America menerbitkan laporan, menyesuaikan perkiraan pertumbuhan ekonomi global akibat guncangan geopolitik Timur Tengah. Proyeksi pertumbuhan Amerika Serikat untuk 2026 diturunkan menjadi 2,3%, sementara inflasi dinaikkan menjadi 3,1%. Proyeksi pertumbuhan kawasan euro diturunkan, dengan inflasi dinaikkan menjadi 3,3%. Laporan menekankan bahwa dampak guncangan tidak merata.
GateNews12jam yang lalu
Perundingan Iran-AS gagal, BTC sempat naik lalu turun kembali—bagaimana konflik geopolitik dan data makro memengaruhi pasar kripto?
Runtuhnya perundingan nuklir Iran-AS memicu lonjakan Bitcoin lalu berbalik turun, sementara situasi di Selat Hormuz dan data makro menjadi sorotan. Artikel ini akan menguraikan logika volatilitas pasar kripto di bawah konflik geopolitik serta pergerakan dana di rantai.
InstantTrends15jam yang lalu