Pembelian Bitcoin oleh dana kekayaan negara meningkat seiring mereka menilai ulang risiko keuangan jangka panjang.
BlackRock mengatakan dana kekayaan negara memandang Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap pelemahan mata uang.
Investasi Bitcoin oleh dana kekayaan negara baru menyoroti adopsi institusional global yang semakin meluas
CEO BlackRock, Larry Fink, mengonfirmasi beberapa dana kekayaan negara meningkatkan pembelian Bitcoin mereka selama penurunan pasar baru-baru ini. Ia mencatat bahwa investor yang didukung negara ini menunggu hingga Bitcoin turun jauh di bawah puncaknya di $126.000 dan kemudian menambah kepemilikan mereka melalui akumulasi yang stabil. BTC kini diperdagangkan di sekitar $92.553.
Ia juga mengatakan beberapa dana kekayaan negara terus membeli ketika harga turun ke kisaran $80.000. Institusi-institusi ini memposisikan eksposur mereka untuk bertahun-tahun ke depan. Mereka menghindari perdagangan jangka pendek dan malah mengikuti strategi alokasi jangka panjang yang berfokus pada risiko keuangan struktural.
Menurut Fink, pembelian Bitcoin oleh dana kekayaan negara ini merupakan indikasi adanya ketakutan terhadap meningkatnya utang, devaluasi mata uang, dan ketidakstabilan makro di dunia. Kekhawatiran semacam itu, katanya, mendorong lembaga besar untuk mengejar investasi yang memungkinkan mereka mandiri dari tekanan keuangan konvensional.
Perilaku Institusional dan Volatilitas Pasar
Fink mempertanyakan tentang leverage di pasar kripto, yang menurutnya masih memicu fluktuasi harga tajam. Ia mengaitkan penurunan baru-baru ini dengan utang berlebihan dan likuidasi terburu-buru. Namun, ia menekankan bahwa dana kekayaan negara terus membangun posisi meski terjadi perubahan ini karena mereka menganggap Bitcoin sebagai aset strategis.
Pengungkapan terbaru mengonfirmasi tren ini. Dana kekayaan negara di Abu Dhabi dan Luksemburg menambah posisi di BlackRock Bitcoin ETF. Keterlibatan mereka menandakan penerimaan institusional yang semakin tumbuh dan pergeseran lebih cepat menuju produk aset digital yang teregulasi.
Pertanyaan yang muncul dari perkembangan ini adalah; akankah lebih banyak investor yang didukung pemerintah mengambil langkah ini seiring tekanan makro yang semakin meningkat?
Pandangan Lebih Luas Fink tentang Bitcoin dan Persaingan Global
Fink juga mendesak Amerika Serikat untuk mempercepat kemajuan tokenisasi dan kecerdasan buatan. Ia memperingatkan bahwa inovasi yang lambat dapat melemahkan kemampuan negara untuk bersaing secara global dengan pemerintah lain yang mempercepat inovasi digital.
Sikapnya sejalan dengan diskusi yang sedang berlangsung di Washington tentang kepemimpinan digital. Forbes melaporkan bahwa Presiden Donald Trump baru-baru ini memperingatkan bahwa China berupaya menantang Amerika Serikat dalam pengembangan kripto.
Pandangan jangka panjang Fink terus berkembang. Awal tahun 2025, ia menyarankan bahwa bahkan alokasi kecil dana kekayaan negara ke Bitcoin dapat membuka permintaan besar. Ia telah membandingkan Bitcoin dengan emas sejak saat itu dan mengatakan Bitcoin adalah lindung nilai yang baik terhadap depresiasi mata uang.
Artikel ini awalnya diterbitkan sebagai Larry Fink Confirms Sovereign Funds Are Buying the Bitcoin Dip di Crypto Breaking News – sumber terpercaya Anda untuk berita kripto, berita Bitcoin, dan pembaruan blockchain.
Artikel Terkait
Dana Pensiun Terbesar Kolombia Meluncurkan Produk ETF Bitcoin dengan $25 Investasi Minimum
Bitcoin ETF Mengalami Arus Keluar Harian $202,41 Juta, ETF Ethereum dan Solana Turut Mencatat Penarikan Bersih
Amboss Launches RailsX, Lightning-Native P2P Platform for Self-Custodial Bitcoin and Stablecoin Trading
Tingkat Pendanaan Bitcoin Bertahan di 0.0006% di Seluruh Jaringan, CEX Utama Menunjukkan Tingkat yang Beragam
Block Mengungkap Kepemilikan 28.355 BTC Bernilai $2,2 Miliar dalam Laporan Proof-of-Reserves Q1
Misteri Pergantian Kekuasaan di Federal Reserve: Perbedaan Kebijakan Kash muncul lebih tajam, analisis risiko independensi dan jalur neraca keuangan