Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Perdagangan Emas Bergerak Sideways saat Risiko Timur Tengah dan CPI Membebani Sentimen
Emas (XAU/USD) diperdagangkan sedikit lebih rendah di sekitar 4.722 pada jam-jam awal Asia pada hari Jumat, karena ketidakpastian yang terus berlanjut terkait gencatan senjata AS–Iran yang goyah dan ketegangan di Timur Tengah membuat pasar tetap berhati-hati. Situasinya masih belum stabil, terutama dengan Selat Hormuz yang tetap ditutup, yang merupakan jalur penting untuk pengiriman minyak global.
Menurut laporan Bloomberg, Benjamin Netanyahu berupaya untuk berinteraksi langsung dengan Beirut setelah pecahnya kekerasan besar di Lebanon yang menyebabkan lebih dari 300 korban jiwa. Peristiwa-peristiwa ini menimbulkan pertanyaan tentang berapa lama gencatan senjata bisa bertahan. Pada saat yang sama, blokade Iran yang berlanjut terhadap Hormuz mengganggu arus energi, sehingga menambah tekanan pada rantai pasok global.
Lonjakan tajam harga minyak memicu kekhawatiran terhadap inflasi, yang membuat pemotongan suku bunga dalam jangka pendek menjadi lebih kecil kemungkinannya. Hal ini membatasi potensi kenaikan emas karena suku bunga yang lebih tinggi cenderung menurunkan permintaan terhadap aset seperti emas yang tidak membayar bunga. Meskipun emas biasanya diuntungkan selama gejolak geopolitik, imbal hasil yang lebih tinggi saat ini bertindak sebagai penyeimbang.
Para investor kini berfokus pada data Indeks Harga Konsumen AS untuk bulan Maret, yang akan dirilis kemudian hari ini. Proyeksi memperkirakan inflasi dapat naik menjadi 3.3% year-over-year dari 2.4%, terutama didorong oleh harga energi yang lebih tinggi. Jika inflasi ternyata lebih rendah dari perkiraan, itu mungkin akan melemahkan Dolar AS dan memberi emas dukungan jangka pendek.
Dari sisi analisis teknikal, emas masih diperdagangkan dalam rentang yang telah ditentukan pada grafik 4 jam. Harga masih dibatasi di bawah resistance sekitar 4.800 tetapi bertahan di atas support di sekitar 4.600, dengan pola bullish yang masih lemah karena higher lows yang lebih tinggi sedang terbentuk.
Area 4.760 hingga 4.800 adalah zona pasokan yang kuat, tempat harga berkali-kali menghadapi tekanan jual. Jika terjadi terobosan (break) yang dikonfirmasi di atas 4.800, itu dapat mendorong emas menuju 4.880 dan mungkin 4.950. Di sisi bawah, jika turun di bawah 4.600, itu dapat memicu penurunan menuju 4.400 dan bahkan 4.150.
Momentum lemah, dengan MACD yang mulai mendatar mendekati netral, menandakan tidak ada kekuatan arah yang jelas. Hingga terobosan terjadi, pasar cenderung memilih pendekatan berbasis rentang—membeli di dekat support dan menjual di dekat resistance.
#GateSquareAprilPostingChallenge
#OilEdgesHigher