Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Apple(AAPL.US) percepat diversifikasi lokasi produksi: kabarnya tahun lalu produksi iPhone di India meningkat 53%, dan proporsi manufaktur di India mencapai 25%
Tahun lalu, Apple Inc. (AAPL.US) meningkatkan produksi iPhone di India sekitar 53%, saat ini perusahaan tersebut memproduksi seperempat dari total produksinya di India sebagai produk unggulan. Menurut sumber yang mengetahui, Apple memperkirakan akan merakit sekitar 55 juta unit iPhone di India pada tahun 2025, meningkat dari 36 juta unit pada tahun sebelumnya. Apple memproduksi sekitar 220 juta hingga 230 juta unit iPhone setiap tahun secara global, dengan pangsa pasar di India yang berkembang pesat.
Dalam beberapa tahun terakhir, di bawah dorongan kebijakan insentif produksi yang bertujuan menjadikan India sebagai “pabrik dunia” yang diprakarsai oleh Perdana Menteri Narendra Modi, Apple mempercepat ekspansinya di negara dengan populasi terbesar di dunia ini. Subsidi ini membantu mengimbangi beberapa kelemahan biaya struktural yang dihadapi produsen India, seperti kurangnya rantai pasokan yang sekuat China dan tantangan logistik.
Pada tahun 2025, karena tarif tambahan yang dikenakan Amerika Serikat dalam perang dagang China-AS, pengiriman iPhone dari China (yang saat ini masih menjadi pusat produksi utama iPhone) menghadapi dampak negatif. Tarif ini memaksa Apple dan para pemasoknya untuk memindahkan lebih banyak perangkat yang ditujukan ke pasar AS ke lokasi produksi lain, dengan India muncul sebagai salah satu yang menonjol.
Meskipun jaraknya telah berkurang, biaya perakitan dan pembuatan komponen elektronik di India masih lebih tinggi dibandingkan dengan China dan Vietnam. Hal ini mendorong perusahaan seperti Apple dan Samsung Electronics untuk mencari lebih banyak dukungan dari pemerintah India.
Perusahaan-perusahaan sedang berdiskusi dengan New Delhi mengenai putaran insentif baru untuk mendukung pertumbuhan ekspor. Subsidi produksi ponsel pintar di India saat ini akan berakhir pada 31 Maret, dan Mahkamah Agung AS telah memutuskan bahwa sebagian tarif terhadap China tidak berlaku, sehingga India perlu segera mengambil langkah untuk mempertahankan daya saing biaya.
Apple yang berbasis di Cupertino, California, saat ini merakit semua varian dari seri iPhone 17 terbaru di India, termasuk model premium Pro dan Pro Max. Para pemasoknya di India, termasuk Foxconn, Tata Electronics, dan Wistron, juga memproduksi model lama seperti iPhone 15 dan iPhone 16 untuk penjualan lokal dan ekspor.
Pertumbuhan produksi di India menegaskan strategi jangka panjang Apple untuk membangun basis produksi iPhone kedua guna memenuhi permintaan global. Perusahaan ini memperdalam dan memperluas kemitraan dengan pemasok lokal untuk memproduksi berbagai komponen, termasuk baterai lithium-ion, jam tangan, casing ponsel, dan aksesori seperti AirPods.
Selain industri manufaktur, Apple juga berupaya meningkatkan pangsa pasar di India, di mana penjualannya telah melonjak di atas 9 miliar dolar AS. Apple berencana meluncurkan Apple Pay di India pada akhir tahun ini, dan jaringan ritel mereka saat ini sudah memiliki enam toko, menandai semakin pentingnya India sebagai pusat produksi Apple dan pasar konsumen yang berkembang pesat.