Rally Safe-Haven Emas di Tengah Gejolak Geopolitik
Dalam masa ketidakpastian seperti ini, emas bersinar sebagai aset safe-haven utama. Escalasi dramatis di Timur Tengah—ditandai dengan serangan yang mengancam rezim dan tindakan balasan—telah mendorong investor menjauh dari aset yang lebih berisiko menuju logam mulia. Pada 2 Maret 2026, kontrak berjangka emas dibuka dengan kenaikan tajam, melonjak 2-3% dan menguji level sekitar $5.300-$5.400 per ons, dengan beberapa laporan menunjukkan harga tertinggi intraday mendekati $5.393-$5.408. Ini menandai kelanjutan dari kinerja emas yang kuat di tahun 2026, yang meningkat secara signifikan sejak awal tahun di tengah kekhawatiran inflasi yang terus-menerus (yang diperburuk oleh kenaikan harga minyak) dan ketidakstabilan global. Perak juga naik, mencerminkan kekuatan logam mulia yang lebih luas. Secara teknis, break di atas $5.400 bisa menargetkan rekor baru, sementara sinyal de-eskalasi apa pun mungkin memicu koreksi jangka pendek. Bagi investor jangka panjang, ETF emas, kontrak berjangka, atau kepemilikan fisik tetap menarik sebagai lindung nilai terhadap kekacauan lebih lanjut. #PreciousMetalsAndOilPricesSurge
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Rally Safe-Haven Emas di Tengah Gejolak Geopolitik
Dalam masa ketidakpastian seperti ini, emas bersinar sebagai aset safe-haven utama. Escalasi dramatis di Timur Tengah—ditandai dengan serangan yang mengancam rezim dan tindakan balasan—telah mendorong investor menjauh dari aset yang lebih berisiko menuju logam mulia. Pada 2 Maret 2026, kontrak berjangka emas dibuka dengan kenaikan tajam, melonjak 2-3% dan menguji level sekitar $5.300-$5.400 per ons, dengan beberapa laporan menunjukkan harga tertinggi intraday mendekati $5.393-$5.408.
Ini menandai kelanjutan dari kinerja emas yang kuat di tahun 2026, yang meningkat secara signifikan sejak awal tahun di tengah kekhawatiran inflasi yang terus-menerus (yang diperburuk oleh kenaikan harga minyak) dan ketidakstabilan global. Perak juga naik, mencerminkan kekuatan logam mulia yang lebih luas.
Secara teknis, break di atas $5.400 bisa menargetkan rekor baru, sementara sinyal de-eskalasi apa pun mungkin memicu koreksi jangka pendek. Bagi investor jangka panjang, ETF emas, kontrak berjangka, atau kepemilikan fisik tetap menarik sebagai lindung nilai terhadap kekacauan lebih lanjut.
#PreciousMetalsAndOilPricesSurge