Di tengah tantangan makroekonomi global yang semakin meningkat, harga logam mulia mengalami perubahan yang signifikan. Joni Teves, seorang ahli strategi senior di UBS, berbagi wawasan mendalam tentang dinamika emas dan logam mulia lainnya di pasar tahun ini. Menurut analisisnya, kebutuhan akan diversifikasi strategis telah menjadi pendorong utama di balik kenaikan harga logam secara berkelanjutan dalam siklus ekonomi saat ini.
Penggerak utama: Permintaan yang meningkat untuk lindung nilai portofolio
Pola perilaku investor berubah di semua segmen pasar. Dana institusional, investor individu, dan otoritas moneter dari berbagai ekonomi secara bersamaan memperluas eksposur mereka terhadap logam mulia. Langkah ini bukanlah kebetulan—melainkan respons strategis terhadap kekhawatiran yang meningkat tentang stabilitas sistem keuangan. Saat kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve semakin meningkat, minat terhadap aset nyata yang secara tradisional berfungsi sebagai asuransi ekonomi pun semakin meluas.
Pandangan khusus logam: Emas, perak, tembaga untuk paruh pertama
Berdasarkan kondisi pasar dan faktor struktural, prospek untuk setiap logam berbeda-beda. Emas diperkirakan akan terus mengalami momentum bullish hingga akhir paruh pertama tahun ini, dengan potensi mencapai $5.000 per troy ounce jika kekhawatiran pasar tentang independensi bank sentral berlanjut. Logam ini terus mendapatkan manfaat dari dua pendorong utama: ketidakstabilan makroekonomi dan pencarian nilai global.
Perak bergantung pada angin dari kenaikan harga emas tetapi memiliki mekanisme dukungan sendiri. Dinamika ketat di pasar perak—di mana keterbatasan pasokan sejalan dengan permintaan yang stabil—membuka peluang untuk mencapai $100 per troy ounce dalam setahun. Ini mencerminkan perubahan keseimbangan antara permintaan industri dan investasi.
Di sektor tembaga, narasi transisi energi menjadi kekuatan transformasional. Perpindahan menuju energi terbarukan dan mobilitas listrik menciptakan hambatan pasokan struktural yang meningkatkan ekspektasi harga. Ketatnya pasar tembaga ini menunjukkan tekanan ke atas pada harga seiring berlanjutnya agenda dekarbonisasi global.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
UBS strategi: Capai $5.000 untuk emas di paruh pertama tahun
Di tengah tantangan makroekonomi global yang semakin meningkat, harga logam mulia mengalami perubahan yang signifikan. Joni Teves, seorang ahli strategi senior di UBS, berbagi wawasan mendalam tentang dinamika emas dan logam mulia lainnya di pasar tahun ini. Menurut analisisnya, kebutuhan akan diversifikasi strategis telah menjadi pendorong utama di balik kenaikan harga logam secara berkelanjutan dalam siklus ekonomi saat ini.
Penggerak utama: Permintaan yang meningkat untuk lindung nilai portofolio
Pola perilaku investor berubah di semua segmen pasar. Dana institusional, investor individu, dan otoritas moneter dari berbagai ekonomi secara bersamaan memperluas eksposur mereka terhadap logam mulia. Langkah ini bukanlah kebetulan—melainkan respons strategis terhadap kekhawatiran yang meningkat tentang stabilitas sistem keuangan. Saat kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve semakin meningkat, minat terhadap aset nyata yang secara tradisional berfungsi sebagai asuransi ekonomi pun semakin meluas.
Pandangan khusus logam: Emas, perak, tembaga untuk paruh pertama
Berdasarkan kondisi pasar dan faktor struktural, prospek untuk setiap logam berbeda-beda. Emas diperkirakan akan terus mengalami momentum bullish hingga akhir paruh pertama tahun ini, dengan potensi mencapai $5.000 per troy ounce jika kekhawatiran pasar tentang independensi bank sentral berlanjut. Logam ini terus mendapatkan manfaat dari dua pendorong utama: ketidakstabilan makroekonomi dan pencarian nilai global.
Perak bergantung pada angin dari kenaikan harga emas tetapi memiliki mekanisme dukungan sendiri. Dinamika ketat di pasar perak—di mana keterbatasan pasokan sejalan dengan permintaan yang stabil—membuka peluang untuk mencapai $100 per troy ounce dalam setahun. Ini mencerminkan perubahan keseimbangan antara permintaan industri dan investasi.
Di sektor tembaga, narasi transisi energi menjadi kekuatan transformasional. Perpindahan menuju energi terbarukan dan mobilitas listrik menciptakan hambatan pasokan struktural yang meningkatkan ekspektasi harga. Ketatnya pasar tembaga ini menunjukkan tekanan ke atas pada harga seiring berlanjutnya agenda dekarbonisasi global.