Pengembangan ekosistem Web3 secara jangka panjang terbatas oleh satu masalah inti—penyimpanan data. Layanan cloud terpusat meskipun stabil dan mudah digunakan, tetapi risiko sensor dan biaya tetap menjadi tantangan. Bagaimana dengan solusi penyimpanan terdesentralisasi di masa awal? Entah terjebak dalam lingkaran setia yang menyebabkan biaya melonjak karena redundansi berlebihan, atau efisiensi yang rendah.
Hingga baru-baru ini, situasi ini mulai berubah. Salah satu protokol penyimpanan yang diinkubasi oleh Mysten Labs sedang mengubah aturan industri. Tim inti mereka berasal dari proyek Facebook Diem sebelumnya, dengan dasar teknologi yang kuat. Senjata utama mereka disebut Red Stuff, kode koreksi dua dimensi—ini bukan salinan lengkap sederhana (biaya terlalu tinggi), juga bukan kode koreksi satu dimensi tradisional (efisiensi pemulihan buruk), melainkan solusi inovatif yang menghasilkan potongan utama dan cadangan melalui encoding matriks.
Bagaimana hasilnya? Dengan faktor replikasi hanya 4-5 kali, data dapat pulih secara otomatis. Bahkan jika 2/3 node mati, data lengkap dapat dipulihkan dengan cepat. Dari segi biaya: 75% lebih murah dibanding Filecoin, dan 98,6% lebih murah dibanding Arweave—ini sudah mendekati standar layanan cloud terpusat.
Sejak peluncuran mainnet, protokol ini telah memproses lebih dari 800TB data yang dikodekan, 14 juta objek blob. Dataset AI, media NFT, berbagai aplikasi, ratusan proyek sedang bermigrasi ke sistem ini. Ini bukan sekadar bukti konsep, tetapi implementasi yang benar-benar dapat dilakukan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pengembangan ekosistem Web3 secara jangka panjang terbatas oleh satu masalah inti—penyimpanan data. Layanan cloud terpusat meskipun stabil dan mudah digunakan, tetapi risiko sensor dan biaya tetap menjadi tantangan. Bagaimana dengan solusi penyimpanan terdesentralisasi di masa awal? Entah terjebak dalam lingkaran setia yang menyebabkan biaya melonjak karena redundansi berlebihan, atau efisiensi yang rendah.
Hingga baru-baru ini, situasi ini mulai berubah. Salah satu protokol penyimpanan yang diinkubasi oleh Mysten Labs sedang mengubah aturan industri. Tim inti mereka berasal dari proyek Facebook Diem sebelumnya, dengan dasar teknologi yang kuat. Senjata utama mereka disebut Red Stuff, kode koreksi dua dimensi—ini bukan salinan lengkap sederhana (biaya terlalu tinggi), juga bukan kode koreksi satu dimensi tradisional (efisiensi pemulihan buruk), melainkan solusi inovatif yang menghasilkan potongan utama dan cadangan melalui encoding matriks.
Bagaimana hasilnya? Dengan faktor replikasi hanya 4-5 kali, data dapat pulih secara otomatis. Bahkan jika 2/3 node mati, data lengkap dapat dipulihkan dengan cepat. Dari segi biaya: 75% lebih murah dibanding Filecoin, dan 98,6% lebih murah dibanding Arweave—ini sudah mendekati standar layanan cloud terpusat.
Sejak peluncuran mainnet, protokol ini telah memproses lebih dari 800TB data yang dikodekan, 14 juta objek blob. Dataset AI, media NFT, berbagai aplikasi, ratusan proyek sedang bermigrasi ke sistem ini. Ini bukan sekadar bukti konsep, tetapi implementasi yang benar-benar dapat dilakukan.