Cipher Mining (CIFR) baru saja mengumumkan kontrak HPC pertama senilai 3 miliar USD dengan Fluidstack – mitra yang pernah bekerja sama dengan Google dan TeraWulf. Namun, alih-alih melonjak, saham justru bergerak datar karena transaksi penerbitan obligasi konversi senilai 1,3 miliar USD telah menarik seluruh perhatian.
Obligasi ini, awalnya ditentukan untuk mengumpulkan 800 juta USD tetapi dengan cepat ditingkatkan menjadi 1,1 miliar USD dan kemudian ditetapkan pada 1,3 miliar USD berkat permintaan yang kuat dari lembaga-lembaga. Dengan suku bunga 0% hingga tahun 2031, ini adalah saluran pembiayaan murah yang membantu Cipher melaksanakan proyek Barber Lake (168MW, dengan investasi sebesar 1,5–1,8 miliar USD) dan memperluas kapasitas 2,4 GW di bidang HPC/AI.

Hedge fund lebih menyukai struktur obligasi konversi karena memberikan perlindungan seperti obligasi, serta mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga saham melalui strategi arbitrase. Sebaliknya, pemegang saham biasa menghadapi dilusi 9–17% jika saham melewati ambang konversi.
Pesan kunci: Kontrak HPC memperkuat arah baru Cipher, tetapi pasar justru fokus pada risiko pengenceran dari obligasi senilai 1,3 miliar USD. Investor institusi memiliki “asuransi dengan opsi”, sementara pemegang saham harus bertaruh pada kemampuan Cipher untuk melaksanakan sesuai jadwal guna mengubah strategi menjadi pendapatan nyata.