Jadi gue baru lihat data Bitcoin terbaru, dan ada hal menarik yang perlu diperhatikan. Kalau dilihat dari pergerakan 30 hari terakhir, BTC malah naik 17% ke level $77,8K. Tapi kalau kita flashback ke Februari tahun ini, ada decline yang lumayan signifikan—turun 24% dalam sebulan, ini penurunan terburuk sejak 2022. Kira-kira apa yang terjadi?



Pada waktu itu, pemicu utamanya adalah kebijakan tarif global 15% yang bikin investor pada panik. ETF Bitcoin spot juga keluar duit lebih dari $200 juta dalam sehari, menunjukkan institusional sedang reduce risk. Saat itu semua orang fokus ke support level $60K dan moving average 200 minggu di $58,5K. Kalau Bitcoin tembus di bawah situ, bisa jadi trigger cascading sell-off.

Tapi yang menarik, setelah decline itu, market mulai recover. Sekarang sudah April dan BTC balik naik. Ini bukan berarti decline Februari kemarin gak penting—justru itu menunjukkan bahwa Bitcoin masih sangat sensitif terhadap perubahan makroekonomi. Volatilitas tinggi, dan investor perlu hati-hati. Kalau dilihat dari positioning di market derivatif, banyak trader masih cautious, put options masih demand tinggi.

Yang gue perhatikan juga, infrastruktur crypto sekarang lebih solid dibanding 2022. Ada ETF yang regulated, kerangka hukum lebih jelas. Jadi meskipun decline terjadi, ini lebih terasa seperti koreksi sehat daripada krisis. Tapi tetap aja, kalau ada shock ekonomi baru, bisa saja decline seperti Februari terulang lagi. Stay alert dengan level support dan keep monitoring macro trends.
BTC1,41%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan