Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 30+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Minggu lalu di podcast, saya melihat CEO NVIDIA membuat pernyataan yang cukup menarik. Diskusi tentang keunggulan kompetitif chip AI, strategi rantai pasokan, dan penjualan ke pasar China.
Pertama yang saya rasakan adalah bahwa cara berpikir CEO ini cukup konsisten. Filosofi dasarnya adalah "melakukan segala sesuatu yang diperlukan dengan sepenuh hati, dan meminimalkan hal yang tidak perlu." Alasan NVIDIA membangun seluruh platform komputasi adalah karena mereka percaya bahwa jika mereka tidak melakukannya, tidak akan ada yang melakukannya. Hanya saja, mereka memiliki pandangan berbeda tentang layanan cloud, dan bidang ini seharusnya diserahkan kepada perusahaan lain.
Pembahasan tentang rantai pasokan sangat menarik. CEO NVIDIA secara jelas menjelaskan mengapa mitra hulu (TSMC, produsen memori, dll.) berinvestasi pada mereka. Karena NVIDIA mampu menyerap volume pasokan mereka dan memiliki kemampuan untuk menjual di hilir. Artinya, semakin besar permintaan dari seluruh ekosistem, semakin mudah bagi mitra untuk bertaruh pada bagian hulu.
Mengenai kompetisi dengan TPU, CEO NVIDIA menyatakan bahwa "itu berbeda." NVIDIA tidak hanya memproduksi unit pemrosesan tensor, tetapi mencakup berbagai akselerasi komputasi. Keunggulannya adalah mampu mendukung berbagai aplikasi mulai dari dinamika molekuler, mekanika fluida, hingga pengolahan data.
Juga dibahas tentang nilai ekosistem CUDA. Dengan ratusan juta GPU yang tersebar di seluruh dunia, ini menjadi pilihan paling aman bagi pengembang. Ketika masalah muncul, kemungkinan besar itu adalah masalah kode, bukan perangkat keras, dan kepercayaan ini sangat penting.
Namun bagian yang paling banyak dibahas adalah tentang penjualan ke pasar China. CEO NVIDIA menyatakan bahwa menyerah pada pasar ini adalah "kesadaran kekalahan." Logikanya adalah bahwa China sudah memiliki kapasitas komputasi yang besar, dan mereka akan mengamankan kebutuhan itu dengan cara lain tanpa chip. Sebaliknya, memperluas teknologi AS secara global adalah cara untuk mempertahankan kepemimpinan jangka panjang.
Mengenai kekhawatiran keamanan, dia menekankan pentingnya menjaga dialog dan pertukaran riset. Menganggap AI sebagai senjata nuklir adalah kesalahan yang akan mengarahkan masalah ke arah yang salah. Sebaliknya, AS harus terus berada di garis depan dan memiliki kapasitas komputasi terbesar untuk mempertahankan posisi kepemimpinan.
Pandangan CEO ini tampaknya didasarkan pada strategi besar tentang bagaimana membangun ekosistem teknologi global. Menghadirkan arsitektur baru setiap tahun dan menjadi mitra yang dapat diandalkan seperti jam menunjukkan keunggulan kompetitif utama NVIDIA, yang sangat mengesankan.
Strategi arsitektur juga menarik. Alasan mereka tidak perlu mengembangkan beberapa desain chip berbeda sekaligus adalah karena hasil simulasi menunjukkan bahwa arah saat ini adalah yang paling optimal. Namun, mereka tetap fleksibel untuk mengubah strategi jika struktur pasar berubah secara signifikan.
Jawaban yang menarik juga diberikan tentang apa yang dilakukan NVIDIA sebelum era AI. CEO yakin bahwa mereka sudah menjadi perusahaan besar di bidang komputasi akselerasi bahkan tanpa AI. Artinya, munculnya deep learning hanyalah fenomena yang didasarkan pada kebutuhan dasar akan komputasi akselerasi, dan kebutuhan itu sendiri tidak berubah.
Sepanjang percakapan ini, yang saya rasakan adalah konsistensi pemikiran CEO NVIDIA dan pentingnya pandangan jangka panjang. Mereka berusaha menilai dari sudut pandang ekosistem yang lebih besar terhadap regulasi dan tekanan pasar jangka pendek. Akhirnya, perusahaan ini tidak hanya sekadar produsen chip, tetapi juga perusahaan yang memainkan peran utama dalam infrastruktur AI global.