Luangkan 3 menit untuk membaca ini – atau terus mengulangi kesalahan lama

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Sebagian besar orang melihat grafik setiap hari, tetapi tidak benar-benar memahami apa yang dikatakannya. Harga naik maka buru-buru membeli. Harga turun maka panik menjual. Lalu menyimpulkan bahwa pasar membuat mereka mengalami kerugian. Kebenarannya adalah: pasar selalu meninggalkan jejak. Hanya saja Anda belum tahu cara membacanya. Harga tidak bergerak secara acak. Ia menciptakan struktur yang berulang selama ratusan tahun, karena yang berada di balik grafik tidak berubah: psikologi manusia – takut, serakah, harapan, panik. Ketika Anda memahami pola-pola ini, cara melihat pasar akan benar-benar berbeda. Model Pembalikan Penting

  1. Dua Puncak (Double Top) Ketika harga dua kali menyentuh area resistance yang sama lalu berbalik, itu bukan kebetulan. Itu menunjukkan kekuatan beli yang melemah. Ketika area dasar di antara dua puncak ditembus, tren turun biasanya dimulai. Target penurunan dapat dihitung dari jarak antara puncak dan dasar.
  2. Dua Dasar (Double Bottom) Sebaliknya, jika harga dua kali mempertahankan area support dan kemudian menembus resistance di atasnya, itu adalah sinyal kenaikan harga.
  3. Bahu – Kepala – Bahu (Head and Shoulders) Ini adalah salah satu pola yang paling dapat diandalkan. Bahunya kiri membentuk puncak lalu melakukan koreksi, kepala membentuk puncak yang lebih tinggi lalu turun, bahu kanan tidak bisa melewati kepala. Ketika garis leher (neckline) ditembus, biasanya muncul tekanan jual yang kuat. Di akhir tren turun, pola sebaliknya akan menjadi sinyal beli yang kuat.
  4. Wedge (Wedge) Wedge Penurunan: harga menyempit dalam tren turun, kekuatan jual melemah. Penembusan ke atas biasanya meningkat tajam. Wedge Kenaikan: harga menyempit dalam tren naik, mudah ditembus ke bawah.
  5. Dasar Bulat (Rounding Bottom) Harga membentuk bentuk huruf U, akumulasi secara perlahan. Ketika selesai, biasanya membuka tren kenaikan jangka panjang.
  6. Pola Berlian (Diamond) Jarang tetapi kuat. Harga melebar lalu menyempit kembali. Biasanya muncul di puncak dan menembus ke bawah. Model Melanjutkan Tren Setelah kenaikan/penurunan tajam, pasar biasanya “beristirahat” sebelum melanjutkan: Bendera (Flag)Bendera Segitiga (Pennant)Segitiga Kenaikan: kekuatan beli meningkat, penembusan resistance akan breakout. Segitiga Penurunan: tekanan jual meningkat, penembusan support akan turun tajam. Segitiga Konsolidasi: energi terkumpul, jangan tebak arah – tunggu penembusan. Pola Harmonik & Fibonacci Model seperti ABCD, Gartley, Butterfly didasarkan pada rasio Fibonacci. Titik D biasanya adalah titik masuk dengan rasio Risiko/Reward yang sangat baik jika struktur lengkap. Yang Paling Penting Hanya mengetahui pola tidak cukup. Jika menembus tanpa volume yang meningkat, bisa jadi penembusan palsu. Prioritaskan pola di kerangka waktu yang lebih besar. Jangan masuk posisi sebelum pola selesai. Struktur-struktur ini berfungsi di saham, forex, crypto, atau komoditas – karena psikologi manusia tidak berubah. Sebelum setiap transaksi, tanyakan pada diri sendiri: Apakah saya bereaksi secara emosional, atau sedang membaca struktur pasar? Pasar selalu berbicara. Orang yang menghasilkan uang adalah orang yang tahu mendengarkan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan