Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Menteri Keuangan AS Sarankan The Fed Tahan Suku Bunga di Tengah Perang Iran
Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, menyatakan bahwa Federal Reserve sebaiknya mengambil pendekatan “wait and see” sebelum memutuskan pemangkasan suku bunga.
Pernyataan ini disampaikan di tengah ketidakpastian akibat konflik Iran, yang dinilai masih terlalu dini untuk menentukan arah kebijakan moneter secara agresif.
Bessent menilai bahwa kondisi ekonomi AS sebelumnya cukup kuat, sehingga The Fed tidak perlu terburu buru mengambil langkah pelonggaran.
Ia juga menekankan bahwa lonjakan inflasi yang terjadi saat ini, terutama akibat kenaikan harga energi, bersifat sementara atau transitory dan tidak akan membentuk tren jangka panjang.
Data terbaru menunjukkan inflasi meningkat tajam pada Maret akibat lonjakan harga minyak global, namun pemerintah AS tetap optimistis bahwa tekanan tersebut tidak akan bertahan lama.
Pandangan ini mencerminkan pendekatan hati hati dari otoritas ekonomi AS dalam menghadapi kombinasi risiko inflasi dan ketidakpastian geopolitik.
Di sisi lain, The Fed sendiri masih berada dalam posisi menunggu dan memantau perkembangan sebelum menentukan langkah selanjutnya terkait suku bunga.
#StrategyBuys13,927BTC
#Circle拒冻结Drift被盗USDC
#SECDeFiNoBrokerNeeded
#AaveDAOApproves$25MGrant