Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Anda tahu, insider trading mungkin salah satu pelanggaran paling menarik untuk dipelajari dalam sejarah keuangan. Ini adalah topik yang menunjukkan bagaimana bahkan nama-nama terbesar bisa jatuh ketika mereka tergoda. Regulator seperti SEC dan FINRA mengejar kasus-kasus ini tanpa henti, tetapi beberapa skandal tetap berhasil meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di ingatan.
Mari kita mulai dengan Ivan Boesky pada tahun 1986. Pria ini dulunya adalah arbiter yang dihormati di Wall Street, tetapi dia mengumpulkan lebih dari 200 juta dolar dalam keuntungan ilegal dengan menggunakan informasi rahasia yang diperolehnya dari bankir investasi. Kasusnya benar-benar mengungkap jaringan korupsi yang telah mengakar di Wall Street dan menyebabkan kejatuhan finansialis seperti Michael Milken. Boesky akhirnya bekerja sama dengan pihak berwenang, menjalani hukuman tiga tahun dan membayar denda sebesar 100 juta dolar.
Lanjut ke tahun 2009, kita temukan Raj Rajaratnam dari Galleon Group. Pria ini mengatur salah satu jaringan insider trading terbesar yang pernah ditemukan. Dia memiliki sumber di mana-mana — Intel, IBM, McKinsey & Company — dan dia serta rekan-rekannya mengantongi 70 juta dolar secara ilegal. Yang menarik, para penyidik menggunakan penyadapan telepon, sebuah teknik yang jarang digunakan dalam penyelidikan kejahatan kol putih saat itu. Rajaratnam dijatuhi hukuman 11 tahun penjara pada 2011.
Namun, kasus insider trading yang terkenal tidak hanya terbatas pada para finansialis tingkat tinggi. Martha Stewart pada tahun 2001 mengejutkan publik. Dia menjual hampir 4.000 saham ImClone Systems tepat sebelum FDA menolak obatnya untuk kanker. Dia tidak dihukum karena insider trading secara langsung, tetapi karena menghalangi keadilan dan membuat pernyataan palsu. Lima bulan penjara. Kasus ini menunjukkan bahwa insider trading bisa menyentuh ikon budaya, bukan hanya elit Wall Street.
Tahun yang sama, Jeffrey Skilling di Enron memainkan peran sentral dalam penipuan. Sebelum kejatuhan spektakuler, dia menjual sekitar 60 juta dolar saham berdasarkan informasi rahasia tentang kebangkrutan yang akan datang. Divonis pada 2006 karena penipuan dan insider trading, awalnya dia dihukum 24 tahun, tetapi kemudian hukuman itu dikurangi menjadi 14 tahun.
Dan ada juga kisah yang kurang dikenal tentang R. Foster Winans, seorang jurnalis Wall Street Journal pada tahun 1985. Dia mengungkapkan cerita-cerita yang akan datang dari rubrik "Heard on the Street" kepada broker yang melakukan transaksi menguntungkan sebelum informasi tersebut menjadi publik. Skema sederhana tapi efektif. 18 bulan penjara untuknya.
Sam Waksal, tokoh utama dalam skandal ImClone, berusaha menjual saham keluarganya dan memberi tahu orang lain sebelum keputusan negatif FDA terhadap Erbitux diumumkan ke publik. Tujuh tahun penjara untuknya, yang membuka jalan bagi pengawasan lebih ketat terhadap Martha Stewart.
Lebih baru lagi, Steven A. Cohen dan SAC Capital pada 2013. Cohen adalah salah satu manajer hedge fund paling sukses dalam sejarah, tetapi perusahaannya didenda 1,8 miliar dolar karena insider trading. Delapan karyawan dihukum. Perusahaan harus menutup operasi pengelolaan investasinya. Kasus ini menunjukkan betapa dalamnya insider trading bisa tertanam dalam investasi institusional tingkat tinggi.
Skandal-skandal besar ini menunjukkan bagaimana kasus insider trading terus membentuk dunia keuangan. Ini adalah pengingat bahwa tidak peduli status atau kekayaan Anda, regulator selalu akhirnya menangkap mereka yang bermain dengan aturan.