Baru saja saya menyadari ada sesuatu yang menarik terjadi di pasar yang mungkin layak mendapatkan perhatian lebih daripada yang selama ini didapatnya. Saham internasional akhirnya mendapatkan momen mereka setelah dihantam habis-habisan oleh teknologi AS selama bertahun-tahun.



Jadi, inilah yang terjadi pada tahun 2025. ETF iShares EAFE melonjak 31,6% sementara S&P 500 hanya mampu mencapai 17,7%. Emerging markets ETF bahkan tampil lebih baik lagi dengan kenaikan 34%. Ini adalah selisih yang sangat besar, dan sebenarnya bukan karena orang tiba-tiba jadi membenci saham AS—lebih karena rotasi dari pertumbuhan ke value memang sedang berjalan, dan dolar juga melemah pada saat yang sama. Ketika itu terjadi, aset internasional menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri dan secara keseluruhan menjadi lebih menarik.

Yang menarik adalah bahwa ETF flows juga mengikuti tren ini. International and emerging market funds menarik dana baru dengan hampir dua kali tingkat dana yang masuk ke U.S. equity funds. Ini sinyal yang nyata bahwa investor mulai memikirkan sesuatu dengan cara yang berbeda.

Sekarang, ini bagian yang menjadi menarik jika melihat prospek best international stocks ke depan. Cerita valuasi-nya cukup kuat. S&P 500 sedang diperdagangkan di sekitar 29x laba forward saat ini, dan itu benar-benar mahal. Sementara itu, developed international markets berada di 19x dan emerging markets di 18x. Selisih ini belum selalu selebar ini, dan biasanya tidak akan bertahan seperti itu selamanya.

Tambahkan beberapa faktor lain: European fiscal stimulus mulai berjalan, produktivitas membaik, dan ekspektasi pertumbuhan laba untuk 2026 menyerukan pertumbuhan yang solid dengan kisaran one-digit hingga low double-digit di seluruh developed dan emerging markets. Bandingkan dengan laba yang hampir stagnan yang kita lihat di Eropa tahun lalu. Posisi fundamental untuk best international stocks saat ini benar-benar terlihat cukup masuk akal.

Ada juga sudut pandang diversifikasi. Banyak pasar internasional tidak terlalu bergantung pada teknologi seperti di AS, jadi Anda mendapatkan eksposur ke sektor dan siklus ekonomi yang berbeda. Ini penting ketika Anda berusaha membangun portofolio yang seimbang.

Tentu saja ada risikonya. Ketegangan geopolitik masih menjadi hal yang nyata, pembicaraan soal tarif bisa menggagalkan pertumbuhan, dan jika dolar tiba-tiba menguat lagi, itu menjadi hambatan bagi saham asing dibandingkan S&P 500. Perlambatan manufaktur juga lebih menghantam ekonomi internasional karena mereka lebih sensitif terhadap siklus.

Tapi begini—saham AS hampir mengalami salah satu winning streak terpanjang sejak krisis keuangan. Pada satu titik, pendulum itu harus berayun ke arah lain. Fakta bahwa kita melihat itu terjadi sekarang, ditambah valuasi yang lebih baik dan ekspektasi laba yang membaik, menunjukkan bahwa ini mungkin lebih dari sekadar gejala satu tahun. Jika perusahaan benar-benar bisa mewujudkan estimasi pertumbuhan tersebut, kita mungkin sedang berada pada periode yang benar-benar menarik untuk investasi internasional dan menemukan best international stocks yang benar-benar memberikan hasil.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan