Pergerakan harga BTC 1–2 April 2026


BTC dibuka di $68,224 pada 1 April, hampir sama dengan penutupan Selasa malam di $68,233. Harga sempat melonjak ke $68,590 pada pagi hari ET. Reli berlanjut hingga menyentuh $69,170 setelah Trump menyatakan perang Iran bisa diselesaikan dalam 2–3 minggu, mendorong sentimen positif pada aset berisiko termasuk kripto.
Namun euforia itu berumur pendek. Pada 2 April 2026, BTC tercatat di $66,813 atau sekitar IDR 1,14 miliar, turun 1,54% dalam 24 jam. Selama periode itu, BTC mencapai low sekitar IDR 1,13 miliar dan high intraday IDR 1,17 miliar. Data terbaru menunjukkan harga kini berada di kisaran $66,470 (−2,85%).
Trump's "Liberation Day" tariffs yang menargetkan 50+ negara dengan tarif 10–50% resmi berlaku pada 2 April, memicu tekanan jual di pasar kripto seiring meningkatnya kekhawatiran makro.
Bitcoin menutup Q1 2026 dengan penurunan 22% — kinerja kuartal pertama terburuk sejak 2018. Fear & Greed Index bertahan di angka 9 selama 46 hari berturut-turut, rekor terpanjang sejak kolaps FTX November 2022.
Menariknya, di tengah kepanikan ini, ETF Bitcoin menarik inflow $18,7 miliar sepanjang Q1 dan whale mengakumulasi 270.000 BTC — akumulasi terbesar dalam 13 tahun — mengisyaratkan pemain besar justru sedang positioning untuk recovery.
BTC saat ini dalam fase "absorption without expansion" — supply terkelola tapi demand belum cukup kuat untuk breakout. Katalis terdekat yang perlu diawasi adalah data tenaga kerja AS (3 Apr), risalah FOMC (8 Apr), dan perkembangan negosiasi tarif Trump.
BTC-2,05%
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan