Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Baru-baru ini ada teman yang bertanya tentang Web3, apa itu dompet Web3 dan kenapa selalu didengar tapi belum paham. Sebenarnya tidak rumit – cukup memahami perkembangan dari Web1 ke Web2 lalu ke Web3 maka kamu akan menguasai semuanya.
Dulu sekitar 30 tahun yang lalu, Internet hanyalah seperti TV yang bisa kamu ketikkan teks – bisa membaca tapi tidak bisa berkomentar, tidak bisa memposting apa-apa. Website saat itu mirip seperti koran, konten satu arah, tidak ada interaksi. Itulah Web1.
Kemudian mulai tahun 2005, media sosial mulai meledak. Facebook, TikTok, YouTube muncul – sekarang kamu tidak hanya membaca tapi juga menulis, berbagi, siaran langsung. Semua orang bisa membuat konten. Tapi ini adalah poin kunci dari Web2 – data kamu bukan milikmu. Itu milik platform. Mereka bisa menutup akun, menghapus posting, menjual data kamu kapan saja. Dengan kata lain, kamu membangun rumah di tanah milik orang lain.
Web3 berbeda sama sekali. Itu berbasis blockchain – terdesentralisasi. Kamu memiliki data dan asetmu sendiri. Bisa memiliki token, NFT, login dengan dompet kripto, bermain game dan mendapatkan aset digital, bahkan bergabung dengan DAO untuk membangun sebuah proyek bersama. Kali ini, kamu membangun rumah di tanah milikmu sendiri.
Singkatnya – Web1 hanya membaca, Web2 membaca dan menulis, sedangkan Web3 membaca, menulis, dan memiliki. Setiap hari aku berbagi sedikit pengetahuan sederhana seperti ini agar teman-teman perlahan terbiasa, tidak merasa kewalahan. Memahami perbedaan antara Web2 dan Web3 adalah langkah awal untuk masuk ke dunia crypto dengan percaya diri.