Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Dara Hosrovshahi menguraikan strategi Uber: sebagian besar perjalanan akan dilakukan oleh robot dalam 20 tahun
CEO Uber Dara Khosrowshahi berbagi dalam podcast The Diary of a CEO visi jangka panjang perusahaan tentang pengembangan transportasi otonom. Menurut prediksinya, robotaxi akan menjadi metode utama dalam memenuhi pesanan di platform Uber dalam 15-20 tahun mendatang. Pernyataan ini mencerminkan rencana ambisius dari raksasa teknologi untuk mentransformasi industri mobilitas dan memperkuat posisi di segmen layanan tanpa pengemudi yang berkembang pesat.
Dara Khosrowshahi tentang perlunya pendekatan sistematis terhadap otonomi
Dalam wawancara di podcast, CEO Dara Khosrowshahi menekankan bahwa mengubah sebagian besar armada Uber menjadi robotaxi adalah proses yang membutuhkan pengembangan seimbang di beberapa bidang sekaligus. Ia menyebutkan bahwa perusahaan beroperasi di dunia nyata, bukan di lingkungan virtual, yang menimbulkan tuntutan tambahan dalam pelaksanaan proyek. Skalabilitas armada otonom tidak mungkin tanpa persetujuan regulator, pencapaian tingkat teknologi yang diperlukan, dan pengembangan infrastruktur pendukung.
Khosrowshahi mengungkapkan komponen kunci dari strategi komprehensif: meningkatkan sistem sensor, mengoptimalkan algoritma pembelajaran mesin, memproduksi kendaraan yang andal, dan mengembangkan kerangka regulasi yang memadai. Ia juga menegaskan bahwa transisi ke robotaxi tidak akan terjadi dalam waktu dekat, karena membutuhkan waktu untuk menumbuhkan semua kondisi yang diperlukan.
Dalam rangka pelaksanaan strategi ini, Uber baru-baru ini mendirikan divisi Uber Autonomous Solutions, yang mengoordinasikan inisiatif global terkait penerapan taksi tanpa pengemudi dan mengintegrasikan berbagai bidang teknologi perusahaan.
Peningkatan kompetisi: Waymo, Tesla, dan pemain lain mempercepat peluncuran
Seiring dengan ambisi Uber, segmen kendaraan otonom menarik perhatian pemain besar lainnya. Tesla, yang dipimpin oleh Elon Musk, berusaha mengembangkan armada kendaraan self-driving terbesar, dengan fokus pada peningkatan pengujian dan investasi dalam kecerdasan buatan serta pembelajaran mesin. Perusahaan memilih jalur unik, mengandalkan sistem yang sebagian besar berbasis penglihatan komputer (kamera), berbeda dari pesaingnya.
Waymo—anak perusahaan Alphabet Inc.—mengadopsi pendekatan berbeda, berfokus pada pengembangan sistem yang melampaui kemampuan manusia dalam mengemudi. Baru-baru ini, perusahaan mengajukan pernyataan ke Kongres yang membantah kekhawatiran tentang pengendalian jarak jauh robotaxi-nya di jalan raya AS. Waymo menegaskan bahwa staf jarak jauh hanya memberikan rekomendasi, sementara pengendalian tetap sepenuhnya di tangan sistem otonom di kendaraan. Perusahaan memiliki pusat dukungan jarak jauh di beberapa negara bagian AS dan Filipina, dengan sekitar 70 operator.
Zoox—perusahaan lain yang aktif mengembangkan layanan tanpa pengemudi di beberapa kota di AS—juga berkontribusi dalam memperluas ekosistem transportasi otonom.
Pasar robotaxi: prospek jangka panjang dan tantangan nyata
Menurut laporan analitik Goldman Sachs tahun 2025, pasar taksi tanpa pengemudi di Amerika Serikat akan mengalami periode pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun ke depan. Namun, bahkan pada 2030, segmen ini hanya akan memegang bagian kecil dari total pasar layanan ride-sharing, menunjukkan bahwa penerapan teknologi ini akan berlangsung secara bertahap.
Realitas ini menguatkan posisi Dara Khosrowshahi tentang proses transformasi jangka panjang. Dominasi robotaxi di platform Uber tidak hanya membutuhkan inovasi teknologi, tetapi juga penciptaan lingkungan regulasi yang kondusif, adaptasi infrastruktur, dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengendalian otomatis.