Kutipan Hari Ini Oleh Carl Sagan: 'Ilmu Pengetahuan Tidak Hanya Sejalan Dengan Spiritualitas, Tetapi Juga Sumber Yang Mendalam...'

(MENAFN- Live Mint) Berabad-abad, ilmu pengetahuan dan spiritualitas telah dibingkai sebagai dua petinju dalam ring; ditakdirkan untuk bertarung sampai salah satu jatuh KO. Kita sering diberitahu untuk memilih antara logika keras dan dingin dari laboratorium atau pelukan spiritual yang hangat dan intuitif.

Carl Sagan, mungkin jembatan terbesar abad ke-20, tidak setuju. Dia tidak melihat ilmu pengetahuan sebagai “pembunuh spiritualitas.” Sebaliknya, dia berpendapat bahwa semakin kita memahami mekanika alam semesta, semakin kita menjadi spiritual.

“Ilmu pengetahuan tidak hanya kompatibel dengan spiritualitas; itu adalah sumber mendalam dari spiritualitas. Ketika kita menyadari tempat kita dalam jarak cahaya yang tak terhitung dan dalam perjalanan waktu yang panjang, ketika kita memahami kerumitan, keindahan, dan kehalusan kehidupan, maka perasaan yang melambung itu, rasa kegembiraan dan kerendahan hati yang bersamaan, pasti bersifat spiritual,” kata Carl Sagan.

Perspektif ini mengubah definisi spiritualitas dari “kepercayaan pada yang supernatural” menjadi “rasa takjub yang mendalam terhadap alam.”

** Juga Baca** | Kutipan Hari Ini oleh Jane Austen tentang pernikahan, pria kaya, status sosial Asal-usul kutipan

Kutipan ini diterbitkan dalam karya masterpiece Carl Sagan tahun 1995, The Demon-Haunted World: Science as a Candle in the Dark.

Ditulis menjelang akhir hidupnya, buku ini adalah pembelaan penuh semangat terhadap metode ilmiah melawan gelombang pseudoscience dan takhayul yang meningkat.

Dalam bukunya, Sagan tidak berusaha menjadi “penghancur semangat” untuk hal-hal mistis; dia berusaha menunjukkan bahwa alam semesta yang nyata jauh lebih ajaib daripada mitos apa pun yang bisa kita ciptakan.

Dia menulis bagian ini untuk menjelaskan bahwa menolak “setan” atau “penculikan alien” tidak berarti menolak kebutuhan manusia akan keajaiban. Dia ingin merebut kembali kata “spiritual” bagi mereka yang menemukan tempat perlindungan mereka di bintang-bintang daripada dalam naskah kuno.

** Juga Baca** | Kutipan hari ini oleh Muhammad Ali: ‘Suffer now and…’ Apa artinya

Apa arti menemukan spiritualitas dalam “jarak cahaya yang tak terhitung”? Bagi Sagan, spiritualitas adalah respons emosional terhadap skala.

Ketika Anda melihat foto galaksi yang berjarak 50 juta tahun cahaya, Anda merasa kecil—itu kerendahan hati. Tapi Anda juga menyadari bahwa atom dalam tubuh Anda dibentuk di hati bintang yang sama seperti itu—itu kegembiraan.

Perasaan “melambung” ini adalah inti dari argumennya. Ini adalah kesadaran bahwa kita adalah alam semesta yang mengalami dirinya sendiri.

Dalam konteks ini, spiritualitas adalah produk sampingan dari pemahaman mendalam dan intelektual tentang realitas. Ini adalah resonansi emosional yang terjadi ketika otak akhirnya menyamai luasnya kosmos.

** Juga Baca** | Kutipan hari ini oleh George Harrison: ‘The Beatles saved the world from…’ Persimpangan seni, etika, dan logika

Sagan terkenal memperluas definisi spiritualitasnya di luar teleskop. Dia menghubungkan perasaan “spiritual” dari penemuan ilmiah dengan emosi yang kita rasakan saat berada di hadapan seni, musik, atau sastra yang hebat.

Dengan menyebut Mahatma Gandhi dan Martin Luther King Jr., Sagan menjembatani kesenjangan antara kosmik dan duniawi. Dia menyarankan bahwa “keberanian tanpa pamrih” sama pentingnya dengan “kerumitan dan keindahan” alam semesta.

Bagi Sagan, spiritualitas bukan hanya tentang melihat ke atas; ini tentang saling memandang satu sama lain dengan rasa takjub dan tanggung jawab yang sama. Ini adalah kerangka etika yang dibangun atas kesadaran akan betapa langka dan rapuhnya kehidupan.

Carl Sagan: Astronom yang mengajarkan kita untuk bertanya-tanya

Lahir di Brooklyn pada tahun 1934, Carl Sagan adalah seorang polymath yang mengubah cara kita memandang langit. Seorang profesor di Universitas Cornell dan konsultan NASA, dia berperan penting dalam misi Mariner, Viking, dan Voyager.

Sagan bukan hanya seorang “ahli angka.” Dia adalah visioner yang memahami bahwa ilmu pengetahuan membutuhkan narasi. Dia adalah pencipta utama dari serial TV terkenal Cosmos, yang tetap menjadi salah satu program paling banyak ditonton dalam sejarah.

Kemampuannya menjelaskan astrofisika yang kompleks dengan keanggunan puitis memberinya julukan “The Great Communicator.”

Dia menghabiskan hidupnya berkampanye untuk perlucutan senjata nuklir dan perlindungan lingkungan, didorong oleh kesadaran “spiritual” tentang kerentanan Bumi.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)