Pemimpin logistik Jepang, Yamato Holdings, mengungkapkan kinerja keuangannya pada hari Senin, menunjukkan gambaran yang bernuansa tentang kekuatan operasional yang dipadukan dengan tantangan profitabilitas. Perusahaan merilis laba untuk periode sembilan bulan dan memberikan panduan ke depan untuk tahun fiskal 2026, menandakan optimisme hati-hati meskipun menghadapi hambatan dalam laba bersih.
Performa Sembilan Bulan: Lonjakan Pendapatan Mengungguli Penurunan Laba
Untuk periode sembilan bulan, pendapatan operasional Yamato meningkat menjadi 1,44 triliun yen, dari 1,344 triliun yen tahun sebelumnya. Ini menandai pertumbuhan pendapatan yang solid, dengan laba operasional melonjak secara signifikan menjadi 38,59 miliar yen dibandingkan 26,26 miliar yen di tahun sebelumnya. Namun, momentum operasional ini gagal diterjemahkan ke dalam keuntungan bersih. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik turun menjadi 25,19 miliar yen dari 28,88 miliar yen, mencerminkan peningkatan biaya operasional dan tekanan pajak. Laba per saham dasar turun menjadi 79,36 yen dari 84,40 yen sebelumnya, menyoroti ketidaksesuaian antara ekspansi pendapatan dan profitabilitas bersih.
Prospek Tahun Fiskal 2026: Yamato Perkirakan Strategi Pertumbuhan Seimbang
Memandang ke depan, Yamato Holdings memandu untuk pendapatan operasional tahun fiskal 2026 sebesar 1,86 triliun yen, meningkat 5,5% dari tahun sebelumnya. Yang paling mencolok, perusahaan memperkirakan laba operasional akan melonjak menjadi 28 miliar yen, meningkat secara signifikan sebesar 97,1% dari tahun sebelumnya—sebuah perubahan besar dari tren saat ini. Sebaliknya, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik diperkirakan akan menurun lebih jauh menjadi 15 miliar yen, turun 60,5%, dengan laba per saham dasar diperkirakan mencapai 47,29 yen. Proyeksi ini mencerminkan fokus manajemen pada efisiensi operasional di tengah tekanan margin yang terus-menerus.
Respon Pasar dan Aktivitas Perdagangan
Saham Yamato Holdings ditutup naik 1,41% di JPY 2.049 di Bursa Saham Tokyo, menunjukkan bahwa investor memandang hasil yang campur aduk dan panduan ke depan yang ambisius sebagai moderat konstruktif untuk posisi jangka panjang perusahaan di sektor logistik yang kompetitif di Jepang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Yamato Holdings Melaporkan Hasil Campuran karena Panduan FY26 Menunjukkan Perluasan di Masa Depan
Pemimpin logistik Jepang, Yamato Holdings, mengungkapkan kinerja keuangannya pada hari Senin, menunjukkan gambaran yang bernuansa tentang kekuatan operasional yang dipadukan dengan tantangan profitabilitas. Perusahaan merilis laba untuk periode sembilan bulan dan memberikan panduan ke depan untuk tahun fiskal 2026, menandakan optimisme hati-hati meskipun menghadapi hambatan dalam laba bersih.
Performa Sembilan Bulan: Lonjakan Pendapatan Mengungguli Penurunan Laba
Untuk periode sembilan bulan, pendapatan operasional Yamato meningkat menjadi 1,44 triliun yen, dari 1,344 triliun yen tahun sebelumnya. Ini menandai pertumbuhan pendapatan yang solid, dengan laba operasional melonjak secara signifikan menjadi 38,59 miliar yen dibandingkan 26,26 miliar yen di tahun sebelumnya. Namun, momentum operasional ini gagal diterjemahkan ke dalam keuntungan bersih. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik turun menjadi 25,19 miliar yen dari 28,88 miliar yen, mencerminkan peningkatan biaya operasional dan tekanan pajak. Laba per saham dasar turun menjadi 79,36 yen dari 84,40 yen sebelumnya, menyoroti ketidaksesuaian antara ekspansi pendapatan dan profitabilitas bersih.
Prospek Tahun Fiskal 2026: Yamato Perkirakan Strategi Pertumbuhan Seimbang
Memandang ke depan, Yamato Holdings memandu untuk pendapatan operasional tahun fiskal 2026 sebesar 1,86 triliun yen, meningkat 5,5% dari tahun sebelumnya. Yang paling mencolok, perusahaan memperkirakan laba operasional akan melonjak menjadi 28 miliar yen, meningkat secara signifikan sebesar 97,1% dari tahun sebelumnya—sebuah perubahan besar dari tren saat ini. Sebaliknya, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik diperkirakan akan menurun lebih jauh menjadi 15 miliar yen, turun 60,5%, dengan laba per saham dasar diperkirakan mencapai 47,29 yen. Proyeksi ini mencerminkan fokus manajemen pada efisiensi operasional di tengah tekanan margin yang terus-menerus.
Respon Pasar dan Aktivitas Perdagangan
Saham Yamato Holdings ditutup naik 1,41% di JPY 2.049 di Bursa Saham Tokyo, menunjukkan bahwa investor memandang hasil yang campur aduk dan panduan ke depan yang ambisius sebagai moderat konstruktif untuk posisi jangka panjang perusahaan di sektor logistik yang kompetitif di Jepang.