David Schwartz, mantan Chief Technology Officer (CTO) di Ripple, telah lama mempertahankan posisi yang sering membingungkan komunitas kripto: XRP tidak bisa tetap pada valuasi yang sangat rendah. Alasan di balik sikap ini bukan tentang spekulasi harga—melainkan berakar pada ekonomi jaringan. Menurut Schwartz, harga XRP yang lebih rendah sebenarnya meningkatkan biaya penggunaan jaringan untuk pembayaran dan transfer nilai, sebuah wawasan yang kontraintuitif dan menantang kesalahpahaman umum tentang penetapan harga cryptocurrency.
Matematika Kontraintuitif di Balik Harga dan Efisiensi Transaksi
Argumen utama CTO berputar di sekitar prinsip ekonomi sederhana: ketika XRP diperdagangkan pada tingkat minimal, pengguna membutuhkan jauh lebih banyak token untuk mentransfer jumlah nilai yang sama. Ini menciptakan gesekan dan ketidakefisienan dalam skala besar. Pertimbangkan matematikanya: jika XRP dihargai $1 per koin, Anda membutuhkan sekitar 1 juta token untuk memindahkan $1 juta melalui jaringan. Namun, jika XRP dihargai $100 per koin, transfer $1 juta yang sama hanya membutuhkan 10.000 token. Perbedaannya signifikan. Untuk jalur pembayaran besar dan penggunaan perusahaan, mengeluarkan jutaan unit XRP dapat memicu dampak pasar dan kekhawatiran slippage. Sebaliknya, valuasi yang lebih tinggi mengurangi volume token yang diperlukan untuk penyelesaian, membuat transaksi lebih efisien dan hemat biaya. Hubungan antara harga dan efisiensi operasional ini merupakan dasar posisi Schwartz tentang kegunaan XRP.
Bagaimana Kondisi Pasar Saat Ini Membuktikan Teori Ini
Per Februari 2026, XRP diperdagangkan sekitar $1,50, menunjukkan apresiasi bertahap dari titik terendahnya di bawah $0,40 pada 2024. Pergerakan harga ini sejalan dengan pengamatan Schwartz sebelumnya tentang hubungan antara valuasi dan utilitas jaringan. Harga yang meningkat berkorelasi dengan kondisi likuiditas yang membaik di pasar XRP, yang secara langsung berkontribusi pada saluran pembayaran yang lebih murah dan lebih efisien. Menurut Schwartz, hubungan ini bukan kebetulan—likuiditas yang lebih dalam biasanya disertai dengan harga yang lebih tinggi, yang pada akhirnya mengurangi biaya nyata dalam memindahkan nilai melalui jaringan. Harga yang lebih rendah, sebaliknya, membebani kedalaman pasar dan membutuhkan lebih banyak token per transaksi, meningkatkan gesekan untuk penggunaan institusional dan volume tinggi.
Posisi yang Tidak Berubah dari CTO Ripple Sebelumnya
Perlu dicatat bahwa sikap Schwartz tetap konsisten sejak pernyataannya pertama kali pada 2017. Pada Juli 2024, ketika XRP diperdagangkan di bawah $0,40, dia menegaskan kembali bahwa posisi intinya tentang ketidakmampuan XRP untuk tetap “murah banget” belum berubah. CTO ini juga menjelaskan bahwa dia menghindari membuat prediksi harga yang pasti, mengakui bahwa sebelumnya ada kejadian di mana valuasi aset kripto melebihi proyeksi yang optimis. Tonggak awal Bitcoin dan performa XRP di berbagai siklus pasar menunjukkan bahwa penemuan harga dalam aset blockchain sering kali melawan ekspektasi konvensional. Kontribusi Schwartz dalam perdebatan ini berfokus pada utilitas, bukan spekulasi: valuasi XRP yang lebih tinggi mengurangi gesekan, meningkatkan kedalaman likuiditas, dan menurunkan biaya ekonomi dalam transfer nilai lintas batas—misi utama dari teknologi aset jembatan Ripple.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pendapat CTO Ripple: Mengapa Harga XRP yang Lebih Tinggi Membuat Pembayaran Lebih Murah
David Schwartz, mantan Chief Technology Officer (CTO) di Ripple, telah lama mempertahankan posisi yang sering membingungkan komunitas kripto: XRP tidak bisa tetap pada valuasi yang sangat rendah. Alasan di balik sikap ini bukan tentang spekulasi harga—melainkan berakar pada ekonomi jaringan. Menurut Schwartz, harga XRP yang lebih rendah sebenarnya meningkatkan biaya penggunaan jaringan untuk pembayaran dan transfer nilai, sebuah wawasan yang kontraintuitif dan menantang kesalahpahaman umum tentang penetapan harga cryptocurrency.
Matematika Kontraintuitif di Balik Harga dan Efisiensi Transaksi
Argumen utama CTO berputar di sekitar prinsip ekonomi sederhana: ketika XRP diperdagangkan pada tingkat minimal, pengguna membutuhkan jauh lebih banyak token untuk mentransfer jumlah nilai yang sama. Ini menciptakan gesekan dan ketidakefisienan dalam skala besar. Pertimbangkan matematikanya: jika XRP dihargai $1 per koin, Anda membutuhkan sekitar 1 juta token untuk memindahkan $1 juta melalui jaringan. Namun, jika XRP dihargai $100 per koin, transfer $1 juta yang sama hanya membutuhkan 10.000 token. Perbedaannya signifikan. Untuk jalur pembayaran besar dan penggunaan perusahaan, mengeluarkan jutaan unit XRP dapat memicu dampak pasar dan kekhawatiran slippage. Sebaliknya, valuasi yang lebih tinggi mengurangi volume token yang diperlukan untuk penyelesaian, membuat transaksi lebih efisien dan hemat biaya. Hubungan antara harga dan efisiensi operasional ini merupakan dasar posisi Schwartz tentang kegunaan XRP.
Bagaimana Kondisi Pasar Saat Ini Membuktikan Teori Ini
Per Februari 2026, XRP diperdagangkan sekitar $1,50, menunjukkan apresiasi bertahap dari titik terendahnya di bawah $0,40 pada 2024. Pergerakan harga ini sejalan dengan pengamatan Schwartz sebelumnya tentang hubungan antara valuasi dan utilitas jaringan. Harga yang meningkat berkorelasi dengan kondisi likuiditas yang membaik di pasar XRP, yang secara langsung berkontribusi pada saluran pembayaran yang lebih murah dan lebih efisien. Menurut Schwartz, hubungan ini bukan kebetulan—likuiditas yang lebih dalam biasanya disertai dengan harga yang lebih tinggi, yang pada akhirnya mengurangi biaya nyata dalam memindahkan nilai melalui jaringan. Harga yang lebih rendah, sebaliknya, membebani kedalaman pasar dan membutuhkan lebih banyak token per transaksi, meningkatkan gesekan untuk penggunaan institusional dan volume tinggi.
Posisi yang Tidak Berubah dari CTO Ripple Sebelumnya
Perlu dicatat bahwa sikap Schwartz tetap konsisten sejak pernyataannya pertama kali pada 2017. Pada Juli 2024, ketika XRP diperdagangkan di bawah $0,40, dia menegaskan kembali bahwa posisi intinya tentang ketidakmampuan XRP untuk tetap “murah banget” belum berubah. CTO ini juga menjelaskan bahwa dia menghindari membuat prediksi harga yang pasti, mengakui bahwa sebelumnya ada kejadian di mana valuasi aset kripto melebihi proyeksi yang optimis. Tonggak awal Bitcoin dan performa XRP di berbagai siklus pasar menunjukkan bahwa penemuan harga dalam aset blockchain sering kali melawan ekspektasi konvensional. Kontribusi Schwartz dalam perdebatan ini berfokus pada utilitas, bukan spekulasi: valuasi XRP yang lebih tinggi mengurangi gesekan, meningkatkan kedalaman likuiditas, dan menurunkan biaya ekonomi dalam transfer nilai lintas batas—misi utama dari teknologi aset jembatan Ripple.