China tidak lagi sekadar "melarang" kripto; mereka sedang merancang ulang ekosistem agar sesuai dengan visi terpusat. Strategi terbaru Beijing menandai pergeseran dari larangan total ke "digitalisasi terkendali." 🛡️ "Pukulan Besi" terhadap RWA dan Stablecoin PBOC dan lembaga negara telah memberi sinyal penindasan terhadap tokenisasi Aset Dunia Nyata (RWA) yang tidak sah dan stablecoin yang dipatok yuan di luar negeri. Target: Setiap aset digital yang diterbitkan tanpa persetujuan sekarang dianggap sebagai "aktivitas keuangan ilegal." Alat: Sistem pelacakan global yang dirancang untuk melindungi kedaulatan yuan dari stablecoin indeks asing. 💰 e-CNY: Dari Alat Pembayaran Menjadi Simpanan Digital Yuan Digital memasuki "Era Bunga." Dengan memungkinkan bank komersial menawarkan bunga pada dompet e-CNY, China mengubah CBDC-nya menjadi "mata uang simpanan digital." Tujuan: Mengalihkan modal dari spekulasi kripto ke tempat yang aman dan diawasi negara. 🧪 Hong Kong: Laboratorium Terkendali Daratan China tetap menjadi "kotak hitam," tetapi Hong Kong adalah jembatan. Dengan mengizinkan ETF Bitcoin dan penyedia berlisensi, Beijing mengamati integrasi keuangan Barat tanpa mempertaruhkan stabilitas domestik. 📉 Kesimpulan China tidak menolak blockchain; mereka menghilangkan decentralization-nya. "Model Beijing" dari likuiditas terkendali ini mungkin segera menjadi cetak biru bagi ekonomi berkembang yang mencari modernisasi digital tanpa kehilangan kendali keuangan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
#GateSpringFestivalHorseRacingEvent 🇨🇳 Kedaulatan Digital Baru China: Lebih dari Sekadar Larangan
China tidak lagi sekadar "melarang" kripto; mereka sedang merancang ulang ekosistem agar sesuai dengan visi terpusat. Strategi terbaru Beijing menandai pergeseran dari larangan total ke "digitalisasi terkendali."
🛡️ "Pukulan Besi" terhadap RWA dan Stablecoin
PBOC dan lembaga negara telah memberi sinyal penindasan terhadap tokenisasi Aset Dunia Nyata (RWA) yang tidak sah dan stablecoin yang dipatok yuan di luar negeri.
Target: Setiap aset digital yang diterbitkan tanpa persetujuan sekarang dianggap sebagai "aktivitas keuangan ilegal."
Alat: Sistem pelacakan global yang dirancang untuk melindungi kedaulatan yuan dari stablecoin indeks asing.
💰 e-CNY: Dari Alat Pembayaran Menjadi Simpanan Digital
Yuan Digital memasuki "Era Bunga." Dengan memungkinkan bank komersial menawarkan bunga pada dompet e-CNY, China mengubah CBDC-nya menjadi "mata uang simpanan digital."
Tujuan: Mengalihkan modal dari spekulasi kripto ke tempat yang aman dan diawasi negara.
🧪 Hong Kong: Laboratorium Terkendali
Daratan China tetap menjadi "kotak hitam," tetapi Hong Kong adalah jembatan. Dengan mengizinkan ETF Bitcoin dan penyedia berlisensi, Beijing mengamati integrasi keuangan Barat tanpa mempertaruhkan stabilitas domestik.
📉 Kesimpulan
China tidak menolak blockchain; mereka menghilangkan decentralization-nya. "Model Beijing" dari likuiditas terkendali ini mungkin segera menjadi cetak biru bagi ekonomi berkembang yang mencari modernisasi digital tanpa kehilangan kendali keuangan.