Dengan dukungan dari Europol, jaksa Prancis melakukan penggeledahan mendadak di kantor pusat perusahaan X yang berlokasi di Paris, menyelidiki dugaan penyebaran gambar pelecehan seksual anak, video deepfake yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan, serta konten yang menyangkal Holocaust Nazi. Jaksa telah memanggil Elon Musk dan mantan CEO Linda Yacarino untuk dimintai keterangan. Sebelumnya, chatbot AI perusahaan X, Grok, dilaporkan menghasilkan konten yang menyangkal Holocaust Nazi dan video deepfake yang vulgar, sehingga ruang lingkup penyelidikan diperluas. Perusahaan X mengecam penggeledahan mendadak ini sebagai tindakan bermotif politik, sementara pendiri Telegram Pavel Durov mengkritik otoritas Prancis. Uni Eropa sebelumnya telah mengenakan denda sebesar 1,2 miliar euro kepada perusahaan X karena melanggar regulasi digital.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)