Risiko Pasar 2026: Ketika Rasio Cape Mencapai Level Bubble Dot-Com

Pasar saham telah memberikan hasil yang mengesankan selama lima tahun terakhir, dengan indeks S&P 500 naik hampir 79%. Namun, kinerja spektakuler ini menyembunyikan kenyataan yang mengkhawatirkan yang menurut sejarah bisa menandakan masalah di masa depan. Salah satu metrik valuasi tertentu telah mengeluarkan alarm yang belum pernah terdengar selama beberapa dekade – sebuah sinyal peringatan yang layak mendapatkan perhatian serius dari setiap investor yang memantau portofolio mereka.

Pengeluaran Perangkat Keras AI Menciptakan Demam Emas Modern

Revolusi AI generatif yang meledak setelah peluncuran ChatGPT pada akhir 2022 telah memicu kegilaan investasi teknologi yang mengingatkan pada ledakan internet akhir 1990-an. Raksasa komputasi awan menggelontorkan modal yang belum pernah terjadi sebelumnya ke infrastruktur kecerdasan buatan, dengan Goldman Sachs memperkirakan perusahaan-perusahaan ini bisa menghabiskan hingga $500 miliar untuk perangkat keras AI selama tahun 2026 saja. Lonjakan pengeluaran ini menjadi pendorong utama pertumbuhan PDB tahun ini.

Namun, tidak semua pengeluaran modal ini berujung pada ekonomi yang berkelanjutan. Perusahaan-perusahaan berinvestasi besar-besaran dalam perangkat keras yang akan mengalami depresiasi seperti unit pemrosesan grafis (GPU) dan infrastruktur komputasi yang pada akhirnya akan menjadi usang atau gagal seiring kemajuan teknologi. Jika investasi besar AI ini gagal memberikan keuntungan yang sepadan, depresiasi akan menjadi beban jangka panjang yang signifikan terhadap pendapatan perusahaan. Pasar pada dasarnya telah membiayai perlombaan senjata teknologi di mana pemenangnya tidak dijamin.

Rasio Cape Menunjukkan Ekstrem Valuasi Sejarah

Sejarah tidak mengulang diri sendiri, tetapi mengikuti pola yang dapat dikenali – terutama di pasar keuangan yang dipengaruhi oleh siklus bisnis dan pergeseran suku bunga. Rasio harga terhadap laba yang disesuaikan secara siklikal, yang dikenal sebagai rasio cape, menawarkan sudut pandang penting untuk memahami valuasi pasar dengan meratakan inflasi dan fluktuasi siklikal.

Saat ini, rasio cape berada di sekitar 40 – level yang tidak terlihat sejak gelembung dot-com awal 2000-an, dan jauh melebihi rata-rata jangka panjangnya sekitar 17,33. Ketika rasio cape mencapai ekstrem seperti ini, biasanya tidak akan bertahan lama. Ini menunjukkan bahwa investor harus mempertimbangkan untuk mengurangi eksposur terhadap saham teknologi yang dihargai tinggi dan membawa risiko downside terbesar jika sentimen berbalik.

Mengapa Laba Perusahaan Tidak Sejalan

Ledakan AI generatif telah mencerminkan demam emas California dengan cara yang tak terduga: kekayaan sejati justru didapat oleh mereka yang menjual alat-alat tambang, bukan yang menambang emas. Pembuat chip AI Nvidia telah berkembang pesat, dengan laba kuartal ketiga melonjak 62% tahun-ke-tahun menjadi $57 miliar dan laba meningkat 65% menjadi $31,9 miliar. Tetapi kisah sukses ini adalah pengecualian, bukan aturan.

Sebaliknya, OpenAI menghadapi kemungkinan membakar hingga $17 miliar dalam kas selama tahun 2026, menurut analisis The Economist. IPO perusahaan yang diperkirakan akan dilakukan pada paruh kedua tahun ini bisa menghadapkan investor pada ekonomi keras di balik gelombang hype AI – dan pasar mungkin tidak akan menghargai apa yang mereka temukan.

Oracle memberikan pelajaran berhati-hati. Meskipun mengeluarkan modal besar sebesar $50 miliar tahun ini, saham perusahaan ini telah jatuh sekitar 52% dari puncaknya. Lebih mengkhawatirkan lagi, pendapatan Oracle hanya tumbuh 14% tahun-ke-tahun menjadi $16,1 miliar – laju yang kurang mengesankan dan hampir tidak cukup untuk membenarkan komitmen pengeluaran yang besar tersebut. Ketidaksesuaian antara investasi dan profitabilitas ini menjadi pertanda apa yang mungkin terjadi di sektor teknologi pada tahun 2026.

Pola Sejarah Mengarah ke Koreksi Potensial

Ketika investor kehilangan kesabaran terhadap pengeluaran AI yang gagal menghasilkan hasil yang terlihat, valuasi saham teknologi bisa menghadapi kontraksi secara luas. Rasio cape mencapai 40 mengingatkan pada titik balik penting dalam sejarah pasar. Setiap kali metrik valuasi ini mencapai wilayah yang langka seperti itu, koreksi pasar yang signifikan biasanya mengikuti.

Pelajarannya jelas: ekstrem valuasi bersifat sementara, dan pasar akhirnya kembali ke norma historis. Dengan rasio cape yang menyala merah dan tantangan profitabilitas dari investasi AI, tahun 2026 bisa menjadi tahun ketika pasar menuntut hasil nyata daripada janji-janji ambisius. Investor yang bersiap secara defensif sekarang mungkin dapat menghindari pelajaran menyakitkan yang datang ketika kelebihan spekulatif bertemu kenyataan yang mengecewakan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)