Indeks saham utama Inggris, FTSE 100, naik lebih tinggi minggu ini karena lembaga keuangan memimpin kenaikan pasar. Bank menunjukkan ketahanan yang cukup baik, mendorong kenaikan sebesar 0,54% yang membawa indeks ke 10.203,66 poin, naik 54,81 poin. Momentum kenaikan ini muncul saat investor menyeimbangkan sinyal ekonomi domestik yang optimis dengan ketidakpastian perdagangan internasional dan keputusan bank sentral yang akan datang.
Saham Keuangan Mendorong Indeks Lebih Tinggi
Saham perbankan muncul sebagai bintang utama sesi ini. HSBC Holdings melonjak hampir 3%, sementara Natwest Group naik 2,1%. Barclays dan Lloyds Banking Group mencatat kenaikan yang lebih modest sebesar 1,5% dan 1,3%, sementara Standard Chartered naik 1,1%. Asuransi dan layanan keuangan juga turut berpartisipasi dalam reli ini, dengan Prudential naik 2,15% dan sekelompok perusahaan yang beragam—Kingfisher, St. James’s Place, Spirax Group, Legal & General, Autotrader Group, Airtel Africa, dan Phoenix Group Holdings—masing-masing mencatat kenaikan antara 1% dan 1,7%.
Ketegangan Perdagangan dan Ketidakpastian Kebijakan Membebani Pasar
Peserta pasar tetap waspada terhadap perkembangan perdagangan internasional. Presiden AS Donald Trump mengumumkan peningkatan langkah tarif, termasuk ancaman tarif 100% pada barang-barang Kanada jika negara tersebut melanjutkan negosiasi perdagangan dengan China, sambil menunjukkan rencana kenaikan tarif sebesar 25% pada impor dari Korea Selatan karena keterlambatan legislatif dalam meratifikasi perjanjian perdagangan mereka dengan AS. Dalam perkembangan yang kontras, India dan Uni Eropa berhasil menyelesaikan Perjanjian Perdagangan Bebas, secara substansial mengurangi tarif otomotif dari 110% menjadi 10% pada sekitar 250.000 kendaraan tahunan. Dinamika perdagangan ini, dikombinasikan dengan antisipasi terhadap keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang diharapkan hari Rabu, menciptakan suasana kehati-hatian yang terukur di kalangan investor.
Sektor Pertambangan Menghadapi Tantangan
Kelemahan di segmen yang terkait komoditas mengimbangi beberapa kenaikan pasar secara umum. Fresnillo turun tajam lebih dari 3%, sementara Antofagasta dan Endeavour Mining menurun masing-masing 1,7% dan 1,3%. Anglo American Plc kehilangan sekitar 0,7%, mencerminkan tekanan di seluruh sektor di tengah ketidakpastian lingkungan perdagangan.
Performa Campuran di Nama Konsumen dan Discretionary
Perusahaan yang berorientasi konsumen menunjukkan gambaran yang beragam. Experian, Entain, Convatec Group, Diageo, Sainsbury (J), JD Sports Fashion, dan Segro semuanya mengalami penurunan antara 0,8% dan 1,7%. Sebuah kerugian besar muncul di sektor alas kaki, di mana Dr. Martens anjlok 12% setelah panduan bahwa pendapatan tahun fiskal 2026 secara keseluruhan akan tetap datar, dengan perusahaan menyebutkan prospek ini sebagai akibat dari tekanan mata uang yang meningkat yang terus menghadirkan tantangan ke depan.
Performa pasar yang bernuansa ini mencerminkan penilaian investor terhadap prospek pertumbuhan jangka pendek versus ketidakpastian makro jangka panjang, dengan kekuatan keuangan menjadi dukungan utama bagi valuasi ekuitas ke depan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
FTSE 100 Menguat Lebih dari 0,5% Didukung oleh Kekuatan Sektor Keuangan
Indeks saham utama Inggris, FTSE 100, naik lebih tinggi minggu ini karena lembaga keuangan memimpin kenaikan pasar. Bank menunjukkan ketahanan yang cukup baik, mendorong kenaikan sebesar 0,54% yang membawa indeks ke 10.203,66 poin, naik 54,81 poin. Momentum kenaikan ini muncul saat investor menyeimbangkan sinyal ekonomi domestik yang optimis dengan ketidakpastian perdagangan internasional dan keputusan bank sentral yang akan datang.
Saham Keuangan Mendorong Indeks Lebih Tinggi
Saham perbankan muncul sebagai bintang utama sesi ini. HSBC Holdings melonjak hampir 3%, sementara Natwest Group naik 2,1%. Barclays dan Lloyds Banking Group mencatat kenaikan yang lebih modest sebesar 1,5% dan 1,3%, sementara Standard Chartered naik 1,1%. Asuransi dan layanan keuangan juga turut berpartisipasi dalam reli ini, dengan Prudential naik 2,15% dan sekelompok perusahaan yang beragam—Kingfisher, St. James’s Place, Spirax Group, Legal & General, Autotrader Group, Airtel Africa, dan Phoenix Group Holdings—masing-masing mencatat kenaikan antara 1% dan 1,7%.
Ketegangan Perdagangan dan Ketidakpastian Kebijakan Membebani Pasar
Peserta pasar tetap waspada terhadap perkembangan perdagangan internasional. Presiden AS Donald Trump mengumumkan peningkatan langkah tarif, termasuk ancaman tarif 100% pada barang-barang Kanada jika negara tersebut melanjutkan negosiasi perdagangan dengan China, sambil menunjukkan rencana kenaikan tarif sebesar 25% pada impor dari Korea Selatan karena keterlambatan legislatif dalam meratifikasi perjanjian perdagangan mereka dengan AS. Dalam perkembangan yang kontras, India dan Uni Eropa berhasil menyelesaikan Perjanjian Perdagangan Bebas, secara substansial mengurangi tarif otomotif dari 110% menjadi 10% pada sekitar 250.000 kendaraan tahunan. Dinamika perdagangan ini, dikombinasikan dengan antisipasi terhadap keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang diharapkan hari Rabu, menciptakan suasana kehati-hatian yang terukur di kalangan investor.
Sektor Pertambangan Menghadapi Tantangan
Kelemahan di segmen yang terkait komoditas mengimbangi beberapa kenaikan pasar secara umum. Fresnillo turun tajam lebih dari 3%, sementara Antofagasta dan Endeavour Mining menurun masing-masing 1,7% dan 1,3%. Anglo American Plc kehilangan sekitar 0,7%, mencerminkan tekanan di seluruh sektor di tengah ketidakpastian lingkungan perdagangan.
Performa Campuran di Nama Konsumen dan Discretionary
Perusahaan yang berorientasi konsumen menunjukkan gambaran yang beragam. Experian, Entain, Convatec Group, Diageo, Sainsbury (J), JD Sports Fashion, dan Segro semuanya mengalami penurunan antara 0,8% dan 1,7%. Sebuah kerugian besar muncul di sektor alas kaki, di mana Dr. Martens anjlok 12% setelah panduan bahwa pendapatan tahun fiskal 2026 secara keseluruhan akan tetap datar, dengan perusahaan menyebutkan prospek ini sebagai akibat dari tekanan mata uang yang meningkat yang terus menghadirkan tantangan ke depan.
Performa pasar yang bernuansa ini mencerminkan penilaian investor terhadap prospek pertumbuhan jangka pendek versus ketidakpastian makro jangka panjang, dengan kekuatan keuangan menjadi dukungan utama bagi valuasi ekuitas ke depan.