Pasar Saham India Tutup Hari Ini untuk Hari Republik di Tengah Kekacauan Pasar Global

Pasar saham India tetap tutup hari ini karena libur Hari Republik, dengan perdagangan mata uang juga dihentikan untuk hari ini. Namun, segmen derivatif komoditas akan beroperasi selama sesi malam sesuai protokol bursa standar. Sementara pasar domestik beristirahat, kondisi keuangan global terus memburuk di tengah konfluensi ketegangan geopolitik, ketidakpastian perdagangan, dan kekhawatiran kebijakan yang sedang membentuk kembali sentimen investor di seluruh dunia.

Pasar India Berhenti Sejenak Saat Sentimen Regional Berbalik Negatif

Jeda dalam perdagangan saham India terjadi saat pasar regional menghadapi hambatan yang cukup besar. Minggu lalu, indeks Sensex dan Nifty patokan turun tajam lebih dari 2 persen, menghapus kekayaan investor lebih dari Rs 16 lakh crore. Rupee secara bersamaan mencapai level terendah sepanjang masa terhadap dolar AS saat investor institusional asing menarik dana dari negara tersebut. Di tengah latar belakang ini, muncul secercah harapan: perjanjian perdagangan bebas India-Uni Eropa (FTA) yang telah lama dinantikan diperkirakan akan diselesaikan bulan ini setelah hampir dua dekade negosiasi intensif. Selain itu, seiring menurunnya impor minyak mentah Rusia, Amerika Serikat telah menunjukkan kesediaan untuk menghapus tarif tambahan 25 persen pada barang-barang India, yang berpotensi mendukung daya saing perdagangan negara tersebut.

Ketegangan Geopolitik dan Kekhawatiran Perdagangan Guncang Pasar Global

Lingkungan pasar global yang lebih luas mencerminkan meningkatnya ketegangan di berbagai front. Pasar Asia dibuka lebih rendah pagi ini setelah penurunan mingguan kedua berturut-turut di pasar saham AS di ketiga indeks utama. Kebijakan perdagangan kembali menjadi perhatian utama investor setelah peringatan dari pimpinan AS mengenai eskalasi tarif terhadap beberapa mitra dagang. Pejabat Kanada telah bergerak untuk memperjelas niat perdagangan negara mereka, menegaskan bahwa tidak ada perjanjian perdagangan bebas dengan China yang sedang dikejar, dan bahwa pengaturan terbaru hanya menyangkut masalah tarif-kuota tertentu. Sementara itu, meningkatnya ketegangan AS-Iran telah meningkatkan risiko geopolitik, dengan aset militer ditempatkan di wilayah tersebut sementara otoritas Iran mengeluarkan peringatan langsung kepada kekuatan asing.

Ketidakpastian kebijakan domestik AS juga membebani pasar, saat badan legislatif memperdebatkan langkah-langkah pendanaan federal dan lingkungan politik tetap volatil setelah insiden sipil. Di sisi positif, data sentimen konsumen AS menunjukkan perbaikan untuk bulan kedua berturut-turut di Januari, mencapai titik tertinggi dalam lima bulan—sebuah sinyal bahwa ketahanan ekonomi domestik mungkin memberikan sedikit offset terhadap kekhawatiran global.

Indeks AS dan Eropa Catat Hasil Campuran di Tengah Ketidakpastian Kebijakan

Pasar keuangan global menunjukkan performa yang tidak merata mencerminkan lanskap risiko yang kompleks. Pasar saham AS berakhir Jumat dengan hasil yang berbeda-beda: indeks Dow Jones turun 0,6 persen, sementara S&P 500 sedikit lebih tinggi dan Nasdaq Composite yang berfokus pada teknologi naik 0,3 persen. Performa campuran ini mencerminkan kekuatan yang bersaing—pelonggaran beberapa kekhawatiran internasional diimbangi oleh kekecewaan dari pemain utama sektor teknologi seperti Intel, yang memberikan panduan pendapatan kuartal pertama di bawah ekspektasi. Selain itu, spekulasi tentang kemungkinan intervensi mata uang telah membuat dolar AS tetap tertekan terhadap mata uang utama.

Pasar komoditas melanjutkan tren kenaikannya, dengan emas mencapai di atas $5.000 per ons untuk pertama kalinya dan mendekati level $5.100 dalam perdagangan Asia awal, sementara harga minyak mentah tetap relatif stabil setelah kenaikan modest di sesi sebelumnya.

Pasar saham Eropa juga ditutup dengan perubahan minimal, saat investor menyeimbangkan data ekonomi regional terhadap retorika pemerintahan Trump mengenai masalah geopolitik. Indeks pan-Eropa Stoxx 600 sedikit turun sebesar 0,1 persen, mengakhiri streak kemenangan lima minggu yang menjadi yang terpanjang sejak Mei. DAX Jerman sedikit naik sebesar 0,2 persen, sementara CAC 40 Prancis dan FTSE 100 Inggris sama-sama berakhir sedikit lebih rendah. Minggu mendatang akan menguji keteguhan investor saat Federal Reserve bersiap mengumumkan keputusan suku bunga, sementara perusahaan teknologi besar dijadwalkan melaporkan laba kuartalan yang berpotensi mengubah sentimen pasar secara signifikan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)