Simon Willison,Django inti pengembang utama, ahli alat LLM (membuat alat seperti LLM CLI, Datasette, dll.), dalam episode terbaru podcast Oxide and Friends menyebutkan sebuah istilah, yaitu "Deep Blue Moment" (Momen Biru Terkepung).
Yang dimaksud adalah: ketika AI melampaui keahlian inti yang menjadi kebanggaan Anda, yaitu semacam krisis psikologis kolektif.
Berawal dari tahun 1997 ketika Kasparov dikalahkan oleh IBM Deep Blue, yang mengguncang dunia catur internasional.
Sekarang giliran para programmer.
Simon mengatakan bahwa jumlah kode yang dia tulis secara manual telah turun ke angka satu digit persen. Menulis kode dengan LLM pada tahun 2026 tidak akan lagi menjadi bahan perdebatan.
Namun ada paradoks ekonomi yang disebut "Paradoks Jevons": Ketika biaya suatu sumber daya secara signifikan menurun, permintaan akan sumber daya tersebut tidak selalu meningkat (nilai keahlian menurun), atau justru sangat meningkat (keahlian menjadi lebih berharga).
Setelah biaya produksi kode mendekati nol, apakah insinyur lebih berharga atau akan digantikan?
Penilaian Simon adalah: dalam enam tahun ke depan, tidak akan ada orang yang hanya mendapatkan gaji karena "mengetik kode". Tapi rekayasa perangkat lunak tidak akan hilang, hanya peranannya yang akan mengalami evolusi mendalam—yang diotomatisasi oleh AI adalah sintaksis, sementara yang tersisa adalah arsitektur, kemampuan penilaian, dan pemahaman sistem.
Deep Blue Moment sudah datang. Tapi dunia catur akhirnya belajar hidup berdampingan dengan AI, dan malah menjadi lebih kuat.
Para programmer juga akan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Simon Willison,Django inti pengembang utama, ahli alat LLM (membuat alat seperti LLM CLI, Datasette, dll.), dalam episode terbaru podcast Oxide and Friends menyebutkan sebuah istilah, yaitu "Deep Blue Moment" (Momen Biru Terkepung).
Yang dimaksud adalah: ketika AI melampaui keahlian inti yang menjadi kebanggaan Anda, yaitu semacam krisis psikologis kolektif.
Berawal dari tahun 1997 ketika Kasparov dikalahkan oleh IBM Deep Blue, yang mengguncang dunia catur internasional.
Sekarang giliran para programmer.
Simon mengatakan bahwa jumlah kode yang dia tulis secara manual telah turun ke angka satu digit persen. Menulis kode dengan LLM pada tahun 2026 tidak akan lagi menjadi bahan perdebatan.
Namun ada paradoks ekonomi yang disebut "Paradoks Jevons":
Ketika biaya suatu sumber daya secara signifikan menurun, permintaan akan sumber daya tersebut tidak selalu meningkat (nilai keahlian menurun), atau justru sangat meningkat (keahlian menjadi lebih berharga).
Setelah biaya produksi kode mendekati nol, apakah insinyur lebih berharga atau akan digantikan?
Penilaian Simon adalah: dalam enam tahun ke depan, tidak akan ada orang yang hanya mendapatkan gaji karena "mengetik kode". Tapi rekayasa perangkat lunak tidak akan hilang, hanya peranannya yang akan mengalami evolusi mendalam—yang diotomatisasi oleh AI adalah sintaksis, sementara yang tersisa adalah arsitektur, kemampuan penilaian, dan pemahaman sistem.
Deep Blue Moment sudah datang. Tapi dunia catur akhirnya belajar hidup berdampingan dengan AI, dan malah menjadi lebih kuat.
Para programmer juga akan.