Masalah pengurutan transaksi dalam jaringan blockchain menjadi semakin mendesak. Seiring dengan lonjakan volume transaksi dan meningkatnya kompetisi pasar, bagaimana melakukan pengurutan secara efisien dan adil telah menjadi fokus perhatian industri. Hal ini tidak hanya mempengaruhi spread transaksi dan kedalaman penawaran, tetapi juga secara langsung berkaitan dengan nilai yang dapat diekstraksi oleh penambang (MEV). Bagi market maker dan trader, mengoptimalkan proses ini sangat penting.
Pengurutan Berbasis Kesadaran Aplikasi Menjadi Arah Baru
Pengurutan transaksi blockchain tradisional sering mengabaikan kebutuhan spesifik lapisan aplikasi, yang menyebabkan pasar menjadi tidak efisien. Solusi generasi baru mulai mengintegrasikan “kesadaran lapisan aplikasi” ke dalam logika inti. Mekanisme pengurutan yang diimplementasikan Hyperliquid di lapisan konsensus, kerangka ACE dan BAM yang diperkenalkan Solana, serta protokol SVR dari Chainlink, semuanya mencerminkan arah evolusi ini.
Inovasi Teknologi Bagaimana Meningkatkan Pasar
Inti dari inovasi-inovasi ini adalah menyelesaikan dua masalah utama: pertama, mengurangi kejadian transaksi front-running, dan kedua, meningkatkan efisiensi transaksi secara keseluruhan. Ketika fenomena front-running dapat dikendalikan, peserta pasar akan mendapatkan peluang transaksi yang lebih adil, dan kedalaman likuiditas juga dapat meningkat secara proporsional.
Potensi Manfaat Stabilitas Pasar
Dengan penerapan teknologi ini secara bertahap, industri berharap perilaku pasar dapat menjadi lebih rasional. Dalam kondisi indeks volatilitas yang masih tinggi, optimisasi pengurutan transaksi dapat menjadi variabel penting dalam menstabilkan pasar, terutama dalam mengurangi ketidakadilan transaksi dan melindungi kepentingan investor ritel.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Inovasi evolusi pengurutan transaksi blockchain: dari pemahaman hingga terobosan aplikasi
Masalah pengurutan transaksi dalam jaringan blockchain menjadi semakin mendesak. Seiring dengan lonjakan volume transaksi dan meningkatnya kompetisi pasar, bagaimana melakukan pengurutan secara efisien dan adil telah menjadi fokus perhatian industri. Hal ini tidak hanya mempengaruhi spread transaksi dan kedalaman penawaran, tetapi juga secara langsung berkaitan dengan nilai yang dapat diekstraksi oleh penambang (MEV). Bagi market maker dan trader, mengoptimalkan proses ini sangat penting.
Pengurutan Berbasis Kesadaran Aplikasi Menjadi Arah Baru
Pengurutan transaksi blockchain tradisional sering mengabaikan kebutuhan spesifik lapisan aplikasi, yang menyebabkan pasar menjadi tidak efisien. Solusi generasi baru mulai mengintegrasikan “kesadaran lapisan aplikasi” ke dalam logika inti. Mekanisme pengurutan yang diimplementasikan Hyperliquid di lapisan konsensus, kerangka ACE dan BAM yang diperkenalkan Solana, serta protokol SVR dari Chainlink, semuanya mencerminkan arah evolusi ini.
Inovasi Teknologi Bagaimana Meningkatkan Pasar
Inti dari inovasi-inovasi ini adalah menyelesaikan dua masalah utama: pertama, mengurangi kejadian transaksi front-running, dan kedua, meningkatkan efisiensi transaksi secara keseluruhan. Ketika fenomena front-running dapat dikendalikan, peserta pasar akan mendapatkan peluang transaksi yang lebih adil, dan kedalaman likuiditas juga dapat meningkat secara proporsional.
Potensi Manfaat Stabilitas Pasar
Dengan penerapan teknologi ini secara bertahap, industri berharap perilaku pasar dapat menjadi lebih rasional. Dalam kondisi indeks volatilitas yang masih tinggi, optimisasi pengurutan transaksi dapat menjadi variabel penting dalam menstabilkan pasar, terutama dalam mengurangi ketidakadilan transaksi dan melindungi kepentingan investor ritel.