Akhir tahun 2025 menghadirkan kejutan menarik pada grafik teknikal indeks dolar AS. Pada tanggal 19 Desember, sistem teknikal mencatatkan sebuah peristiwa penting: garis moving average 50 hari menembus ke atas melewati garis moving average 200 hari, menciptakan yang dikenal sebagai “Golden Cross”. Yang istimewa adalah sinyal ini muncul saat garis moving average 200 hari juga sedang dalam tren menurun, sebuah kombinasi langka yang hanya terjadi 16 kali sejak tahun 1970 hingga saat ini.
Salah satu pola teknikal paling jarang dalam setengah abad terakhir
Untuk memahami lebih dalam, kita perlu memahami karakteristik garis moving average – mereka adalah alat pengamatan pasar yang bersifat lagging, mencerminkan perubahan arah berdasarkan data masa lalu. Ketika sebuah garis moving average jangka pendek (50 hari) menembus ke atas garis moving average jangka panjang (200 hari), ini menunjukkan bahwa kekuatan beli sedang terkonsentrasi dan tren bisa berbalik dari lemah menjadi kuat.
Berdasarkan data dari Bank of America Merrill Lynch, ini adalah kali ke-39 indeks dolar AS muncul pola ini sejak tahun 1970. Namun, yang membuat kali ini berbeda adalah konteks pasar – Golden Cross kali ini muncul bukan dalam tren naik, melainkan di tengah garis moving average 200 hari yang sedang menurun.
Tim strategi teknikal BofA menunjukkan bahwa, dalam 15, 25, 35, dan 60 hari perdagangan setelah sinyal ini muncul, probabilitas indeks dolar AS naik mencapai 80% (yaitu 12 dari 15 kali dalam sejarah). Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan Golden Cross biasa, di mana probabilitas kenaikan berkisar antara 68-79%.
Data historis dan kekuatan potensial dari sinyal
Ketika meninjau kasus serupa di masa lalu, kita menemukan bukti yang meyakinkan. Rata-rata kenaikan setelah munculnya sinyal ini sekitar 1,22%, sementara median kenaikan bahkan lebih tinggi, mencapai 1,40%. Kali terakhir Golden Cross muncul dengan karakteristik garis moving average yang juga sedang menurun adalah tahun 2004, saat itu indeks dolar AS mengalami sekitar setengah tahun volatilitas tinggi sebelum menemukan arah yang jelas.
Namun, peristiwa tahun 2004 juga mengingatkan bahwa tidak selalu sinyal “emas” ini akan mengarah ke tren kenaikan yang mulus. Pada periode tersebut, sinyal Golden Cross dan Death Cross (garis moving average jangka pendek memotong ke bawah) muncul secara berurutan dalam waktu singkat, menunjukkan pasar sedang dalam suasana bergejolak.
Dampak meluas ke pasar terkait
Pengaruh dolar AS tidak berhenti hanya pada indeksnya sendiri. Ketika dolar menguat, aset lain di seluruh dunia biasanya harus menyesuaikan diri sesuai sistem penilaian global.
Minyak mentah adalah aset yang paling sensitif terhadap sinyal ini. Data historis menunjukkan bahwa, ketika Golden Cross muncul dalam konteks penurunan seperti saat ini, probabilitas minyak mentah naik adalah 100%, mencerminkan korelasi positif yang sangat kuat.
Saham AS (S&P 500) tidak langsung bereaksi, melainkan cenderung menguat setelah lebih dari satu bulan, menunjukkan bahwa pasar membutuhkan waktu untuk mencerna dampak dari penguatan dolar.
Emas dan hasil obligasi pemerintah tidak menunjukkan tren yang jelas, mengindikasikan bahwa para investor mungkin sedang ragu antara peran safe haven tradisional dari aset ini dan tekanan dari penguatan dolar.
Dolar AS di persimpangan jalan
Data teknikal yang positif ini menghadapi tantangan dari kenyataan makroekonomi. DBS Bank menunjukkan bahwa, sejak Juni 2025, indeks dolar AS membentuk area akumulasi datar antara 96,50 dan 100,30, yang bisa menjadi titik awal untuk siklus kenaikan baru, terutama jika mampu menembus di atas level 100,26.
Sebaliknya, Goldman Sachs memperingatkan bahwa dolar AS kehilangan sifat “safe haven” karena tiga tekanan: ketidakpastian kebijakan AS, tren dispersifikasi modal global, dan kekhawatiran fiskal. UBS memproyeksikan bahwa, pada kuartal IV 2025, karena ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Fed, dolar AS akan terus melemah.
Catatan penting untuk investor
Saat ini, indeks dolar AS sedang menguji level support tren jangka panjang di sekitar 97. Jika level ini ditembus, ruang penurunan bisa meluas ke area 90/87. Sebaliknya, jika menembus 100,26, tren kenaikan bisa berlanjut ke kisaran 101,55-101,98.
Konflik antara sinyal teknikal yang optimis (Golden Cross) dan tekanan fundamental yang negatif akan terselesaikan dalam kuartal I tahun 2026. Investor tidak boleh mengikuti satu sinyal saja secara buta, melainkan harus menggabungkan dengan konteks fundamental yang lebih luas.
Singkatnya, karakteristik garis moving average adalah indikator lagging, tetapi ketika muncul dalam konteks khusus seperti saat ini, mereka memberikan petunjuk berharga bagi investor. Probabilitas tinggi untuk pemulihan dolar AS dalam bulan mendatang, namun ketidakpastian pasar tetap ada. Perhatian terhadap level teknikal 97 dan 100,26 akan menjadi kunci untuk mengetahui apakah tren ini dapat dipertahankan atau tidak.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Sinyal langka dolar AS: Ketika moving average mengirim "pesan kenaikan harga" dalam kondisi penurunan
Akhir tahun 2025 menghadirkan kejutan menarik pada grafik teknikal indeks dolar AS. Pada tanggal 19 Desember, sistem teknikal mencatatkan sebuah peristiwa penting: garis moving average 50 hari menembus ke atas melewati garis moving average 200 hari, menciptakan yang dikenal sebagai “Golden Cross”. Yang istimewa adalah sinyal ini muncul saat garis moving average 200 hari juga sedang dalam tren menurun, sebuah kombinasi langka yang hanya terjadi 16 kali sejak tahun 1970 hingga saat ini.
Salah satu pola teknikal paling jarang dalam setengah abad terakhir
Untuk memahami lebih dalam, kita perlu memahami karakteristik garis moving average – mereka adalah alat pengamatan pasar yang bersifat lagging, mencerminkan perubahan arah berdasarkan data masa lalu. Ketika sebuah garis moving average jangka pendek (50 hari) menembus ke atas garis moving average jangka panjang (200 hari), ini menunjukkan bahwa kekuatan beli sedang terkonsentrasi dan tren bisa berbalik dari lemah menjadi kuat.
Berdasarkan data dari Bank of America Merrill Lynch, ini adalah kali ke-39 indeks dolar AS muncul pola ini sejak tahun 1970. Namun, yang membuat kali ini berbeda adalah konteks pasar – Golden Cross kali ini muncul bukan dalam tren naik, melainkan di tengah garis moving average 200 hari yang sedang menurun.
Tim strategi teknikal BofA menunjukkan bahwa, dalam 15, 25, 35, dan 60 hari perdagangan setelah sinyal ini muncul, probabilitas indeks dolar AS naik mencapai 80% (yaitu 12 dari 15 kali dalam sejarah). Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan Golden Cross biasa, di mana probabilitas kenaikan berkisar antara 68-79%.
Data historis dan kekuatan potensial dari sinyal
Ketika meninjau kasus serupa di masa lalu, kita menemukan bukti yang meyakinkan. Rata-rata kenaikan setelah munculnya sinyal ini sekitar 1,22%, sementara median kenaikan bahkan lebih tinggi, mencapai 1,40%. Kali terakhir Golden Cross muncul dengan karakteristik garis moving average yang juga sedang menurun adalah tahun 2004, saat itu indeks dolar AS mengalami sekitar setengah tahun volatilitas tinggi sebelum menemukan arah yang jelas.
Namun, peristiwa tahun 2004 juga mengingatkan bahwa tidak selalu sinyal “emas” ini akan mengarah ke tren kenaikan yang mulus. Pada periode tersebut, sinyal Golden Cross dan Death Cross (garis moving average jangka pendek memotong ke bawah) muncul secara berurutan dalam waktu singkat, menunjukkan pasar sedang dalam suasana bergejolak.
Dampak meluas ke pasar terkait
Pengaruh dolar AS tidak berhenti hanya pada indeksnya sendiri. Ketika dolar menguat, aset lain di seluruh dunia biasanya harus menyesuaikan diri sesuai sistem penilaian global.
Minyak mentah adalah aset yang paling sensitif terhadap sinyal ini. Data historis menunjukkan bahwa, ketika Golden Cross muncul dalam konteks penurunan seperti saat ini, probabilitas minyak mentah naik adalah 100%, mencerminkan korelasi positif yang sangat kuat.
Saham AS (S&P 500) tidak langsung bereaksi, melainkan cenderung menguat setelah lebih dari satu bulan, menunjukkan bahwa pasar membutuhkan waktu untuk mencerna dampak dari penguatan dolar.
Emas dan hasil obligasi pemerintah tidak menunjukkan tren yang jelas, mengindikasikan bahwa para investor mungkin sedang ragu antara peran safe haven tradisional dari aset ini dan tekanan dari penguatan dolar.
Dolar AS di persimpangan jalan
Data teknikal yang positif ini menghadapi tantangan dari kenyataan makroekonomi. DBS Bank menunjukkan bahwa, sejak Juni 2025, indeks dolar AS membentuk area akumulasi datar antara 96,50 dan 100,30, yang bisa menjadi titik awal untuk siklus kenaikan baru, terutama jika mampu menembus di atas level 100,26.
Sebaliknya, Goldman Sachs memperingatkan bahwa dolar AS kehilangan sifat “safe haven” karena tiga tekanan: ketidakpastian kebijakan AS, tren dispersifikasi modal global, dan kekhawatiran fiskal. UBS memproyeksikan bahwa, pada kuartal IV 2025, karena ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Fed, dolar AS akan terus melemah.
Catatan penting untuk investor
Saat ini, indeks dolar AS sedang menguji level support tren jangka panjang di sekitar 97. Jika level ini ditembus, ruang penurunan bisa meluas ke area 90/87. Sebaliknya, jika menembus 100,26, tren kenaikan bisa berlanjut ke kisaran 101,55-101,98.
Konflik antara sinyal teknikal yang optimis (Golden Cross) dan tekanan fundamental yang negatif akan terselesaikan dalam kuartal I tahun 2026. Investor tidak boleh mengikuti satu sinyal saja secara buta, melainkan harus menggabungkan dengan konteks fundamental yang lebih luas.
Singkatnya, karakteristik garis moving average adalah indikator lagging, tetapi ketika muncul dalam konteks khusus seperti saat ini, mereka memberikan petunjuk berharga bagi investor. Probabilitas tinggi untuk pemulihan dolar AS dalam bulan mendatang, namun ketidakpastian pasar tetap ada. Perhatian terhadap level teknikal 97 dan 100,26 akan menjadi kunci untuk mengetahui apakah tren ini dapat dipertahankan atau tidak.