Pernyataan Harker, ketua Federal Reserve di Philadelphia, membawa perspektif baru untuk masa depan kebijakan moneter di Amerika Serikat – asalkan inflasi akan melemah dalam beberapa bulan mendatang. Memulai perannya sebagai anggota Komite Kebijakan Moneter yang memberikan suara tahun ini, Harker mengisyaratkan bahwa langkah-langkah lebih lanjut menuju pelonggaran kondisi kredit mungkin dilakukan, meskipun pelaksanaannya tidak boleh terlalu terburu-buru.
Optimisme hati-hati terhadap skenario penurunan inflasi
Selama pidatonya di Philadelphia pada hari Sabtu, Harker menunjukkan optimisme hati-hati mengenai kemungkinan pengurangan tekanan harga dalam kuartal-kuartal mendatang. Kata-katanya menyiratkan bahwa ia mengamati sinyal-sinyal yang jelas yang dapat mengarah pada pelonggaran ketegangan inflasi, yang selama ini menjadi tantangan utama bagi bank sentral. Perspektif ini merupakan perubahan penting dalam retorika, mengingat perjuangan panjang Fed melawan kenaikan harga.
Tingkat suku bunga saat ini – instrumen dukungan ekonomi yang efektif
Rentang target suku bunga saat ini sebesar 3,5%-3,75% oleh Harker disebut sebagai “agak restriktif”. Ungkapan ini sangat penting untuk interpretasi strategi masa depan – tingkat suku bunga tersebut, menurut kepala Fed Philadelphia, cukup untuk menjaga inflasi tetap terkendali, sekaligus menciptakan kondisi untuk kemungkinan pengurangan lebih lanjut di bulan-bulan mendatang.
Menunggu data lebih lanjut sebelum langkah berikutnya
Harker menekankan bahwa sinyal dari pasar tenaga kerja beragam dan tidak pasti. Pasar tenaga kerja tetap di bawah tekanan, tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda keruntuhan yang parah. Pengamatan ini menunjukkan bahwa Fed akan menunggu pengumpulan data ekonomi yang lebih banyak sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. Sesuai dengan isi pidatonya, Harker menyatakan bahwa “jika inflasi melemah dan ekonomi tetap sesuai prediksi, koreksi moderat terhadap tingkat dana federal di bulan-bulan mendatang mungkin menjadi langkah yang tepat.”
Ringkasan pernyataan Harker menunjukkan bahwa Fed menuju arah inflasi yang lebih fleksibel – jika kondisi ekonomi mendukung keputusan tersebut. Namun, ketua Federal Reserve di Philadelphia secara tegas menekankan bahwa organisasi membutuhkan lebih banyak indikator empiris sebelum melakukan perubahan kebijakan moneter.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Fed Philadelphia: Saat harga turun, Federal Reserve dapat melanjutkan pengurangan suku bunga
Pernyataan Harker, ketua Federal Reserve di Philadelphia, membawa perspektif baru untuk masa depan kebijakan moneter di Amerika Serikat – asalkan inflasi akan melemah dalam beberapa bulan mendatang. Memulai perannya sebagai anggota Komite Kebijakan Moneter yang memberikan suara tahun ini, Harker mengisyaratkan bahwa langkah-langkah lebih lanjut menuju pelonggaran kondisi kredit mungkin dilakukan, meskipun pelaksanaannya tidak boleh terlalu terburu-buru.
Optimisme hati-hati terhadap skenario penurunan inflasi
Selama pidatonya di Philadelphia pada hari Sabtu, Harker menunjukkan optimisme hati-hati mengenai kemungkinan pengurangan tekanan harga dalam kuartal-kuartal mendatang. Kata-katanya menyiratkan bahwa ia mengamati sinyal-sinyal yang jelas yang dapat mengarah pada pelonggaran ketegangan inflasi, yang selama ini menjadi tantangan utama bagi bank sentral. Perspektif ini merupakan perubahan penting dalam retorika, mengingat perjuangan panjang Fed melawan kenaikan harga.
Tingkat suku bunga saat ini – instrumen dukungan ekonomi yang efektif
Rentang target suku bunga saat ini sebesar 3,5%-3,75% oleh Harker disebut sebagai “agak restriktif”. Ungkapan ini sangat penting untuk interpretasi strategi masa depan – tingkat suku bunga tersebut, menurut kepala Fed Philadelphia, cukup untuk menjaga inflasi tetap terkendali, sekaligus menciptakan kondisi untuk kemungkinan pengurangan lebih lanjut di bulan-bulan mendatang.
Menunggu data lebih lanjut sebelum langkah berikutnya
Harker menekankan bahwa sinyal dari pasar tenaga kerja beragam dan tidak pasti. Pasar tenaga kerja tetap di bawah tekanan, tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda keruntuhan yang parah. Pengamatan ini menunjukkan bahwa Fed akan menunggu pengumpulan data ekonomi yang lebih banyak sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. Sesuai dengan isi pidatonya, Harker menyatakan bahwa “jika inflasi melemah dan ekonomi tetap sesuai prediksi, koreksi moderat terhadap tingkat dana federal di bulan-bulan mendatang mungkin menjadi langkah yang tepat.”
Ringkasan pernyataan Harker menunjukkan bahwa Fed menuju arah inflasi yang lebih fleksibel – jika kondisi ekonomi mendukung keputusan tersebut. Namun, ketua Federal Reserve di Philadelphia secara tegas menekankan bahwa organisasi membutuhkan lebih banyak indikator empiris sebelum melakukan perubahan kebijakan moneter.