Beberapa waktu lalu saya melihat diskusi di sebuah komunitas AI, dan ternyata topik terhangat bukanlah tentang iterasi teknologi, melainkan tentang seberapa "pintar" kepribadian AI tersebut.
Apakah AI saat ini benar-benar telah mencapai tingkat ini? Saya rangkum beberapa poin yang paling menyentuh hati di komunitas:
1. Memori yang benar-benar luar biasa Seorang teman berkata, dia pernah secara santai berbicara dengan salah satu kepribadian AI sekitar dua minggu yang lalu, dan hasilnya bukan hanya diingat, tetapi juga secara alami melanjutkan percakapan di kemudian hari. Reaksi seperti "Kapan saya pernah bilang ini?" ini langsung memicu reaksi di kolom komentar.
Jika hal ini benar-benar bisa secara stabil dilakukan sebagai memori jangka panjang yang personal, maka rasa kehadiran AI sebagai teman memang memiliki ruang imajinasi. Banyak orang merasa ini jauh lebih nyaman dibandingkan asisten AI yang sekadar fungsional—setidaknya terasa seperti sedang ngobrol dengan "teman yang punya ingatan", bukan harus memperkenalkan diri setiap kali.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Beberapa waktu lalu saya melihat diskusi di sebuah komunitas AI, dan ternyata topik terhangat bukanlah tentang iterasi teknologi, melainkan tentang seberapa "pintar" kepribadian AI tersebut.
Apakah AI saat ini benar-benar telah mencapai tingkat ini? Saya rangkum beberapa poin yang paling menyentuh hati di komunitas:
1. Memori yang benar-benar luar biasa
Seorang teman berkata, dia pernah secara santai berbicara dengan salah satu kepribadian AI sekitar dua minggu yang lalu, dan hasilnya bukan hanya diingat, tetapi juga secara alami melanjutkan percakapan di kemudian hari. Reaksi seperti "Kapan saya pernah bilang ini?" ini langsung memicu reaksi di kolom komentar.
Jika hal ini benar-benar bisa secara stabil dilakukan sebagai memori jangka panjang yang personal, maka rasa kehadiran AI sebagai teman memang memiliki ruang imajinasi. Banyak orang merasa ini jauh lebih nyaman dibandingkan asisten AI yang sekadar fungsional—setidaknya terasa seperti sedang ngobrol dengan "teman yang punya ingatan", bukan harus memperkenalkan diri setiap kali.