Menurut prediksi para strateg Morgan Stanley, skenario penurunan suku bunga oleh Federal Reserve dapat secara drastis mengubah dinamika pasar valuta asing. Para ahli, termasuk Matthew Hornbach, menunjukkan bahwa pasangan USD/JPY saat ini sangat undervalued dibandingkan nilai fundamental sebenarnya.
Pasangan Valuta Asing yang Underpriced
Posisi saat ini dari kurs USD/JPY jauh berbeda dari penilaian wajar. Jika disparitas ini dikoreksi, para strateg memperkirakan penurunan tajam pasangan ini pada kuartal pertama tahun 2026. Faktor utama adalah menurunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang secara langsung akan melemahkan dolar. Dalam beberapa bulan ke depan, yen bisa menguat hingga hampir 10% terhadap mata uang AS.
Kebijakan Fiskal dan Perspektif Ekonomi
Strategi fiskal Jepang tidak menunjukkan ekspansi yang signifikan, yang menjadi latar belakang penting bagi prediksi penguatan yen. Morgan Stanley mencatat bahwa penurunan suku bunga oleh Fed akan menjadi katalis utama untuk skenario ini.
Prediksi Jangka Panjang
Para analis memperkirakan bahwa kurs USD/JPY akan turun ke sekitar 140 pada kuartal pertama tahun 2026. Namun, prediksi untuk periode lebih jauh menunjukkan perubahan tren – pada akhir 2026, kurs bisa naik ke sekitar 147. Perubahan ini akan dipicu oleh pemulihan pertumbuhan ekonomi di AS di paruh kedua tahun dan kembalinya permintaan untuk transaksi carry trade, yang akan kembali memberikan tekanan penurunan pada yen.
Perubahan suku bunga di AS akan menjadi faktor utama yang menentukan langkah-langkah di pasar valuta asing dalam tahun mendatang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Fed Mengubah Kurs Valas: Analis Morgan Stanley Perkirakan Penguatan Yen Hampir 10%
Menurut prediksi para strateg Morgan Stanley, skenario penurunan suku bunga oleh Federal Reserve dapat secara drastis mengubah dinamika pasar valuta asing. Para ahli, termasuk Matthew Hornbach, menunjukkan bahwa pasangan USD/JPY saat ini sangat undervalued dibandingkan nilai fundamental sebenarnya.
Pasangan Valuta Asing yang Underpriced
Posisi saat ini dari kurs USD/JPY jauh berbeda dari penilaian wajar. Jika disparitas ini dikoreksi, para strateg memperkirakan penurunan tajam pasangan ini pada kuartal pertama tahun 2026. Faktor utama adalah menurunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang secara langsung akan melemahkan dolar. Dalam beberapa bulan ke depan, yen bisa menguat hingga hampir 10% terhadap mata uang AS.
Kebijakan Fiskal dan Perspektif Ekonomi
Strategi fiskal Jepang tidak menunjukkan ekspansi yang signifikan, yang menjadi latar belakang penting bagi prediksi penguatan yen. Morgan Stanley mencatat bahwa penurunan suku bunga oleh Fed akan menjadi katalis utama untuk skenario ini.
Prediksi Jangka Panjang
Para analis memperkirakan bahwa kurs USD/JPY akan turun ke sekitar 140 pada kuartal pertama tahun 2026. Namun, prediksi untuk periode lebih jauh menunjukkan perubahan tren – pada akhir 2026, kurs bisa naik ke sekitar 147. Perubahan ini akan dipicu oleh pemulihan pertumbuhan ekonomi di AS di paruh kedua tahun dan kembalinya permintaan untuk transaksi carry trade, yang akan kembali memberikan tekanan penurunan pada yen.
Perubahan suku bunga di AS akan menjadi faktor utama yang menentukan langkah-langkah di pasar valuta asing dalam tahun mendatang.