California Selatan sedang mengalami krisis cuaca yang serius. Sistem badai besar yang terbentuk di atas Pasifik—disebut oleh meteorolog sebagai “arus atmosfer”—sedang maju ke seluruh California, membawa hujan sedang hingga lebat. Menurut laporan terbaru dari Badan Meteorologi Nasional AS, hujan ini mulai melanda berbagai wilayah California sejak Jumat pagi, dengan Los Angeles County dan sekitarnya menjadi yang paling terdampak.
Cuaca Bencana Menimbulkan Berbagai Risiko
Los Angeles County telah mengumumkan perpanjangan perintah evakuasi hingga Jumat sore pukul 13.00. Wilayah pesisir dari Oxnard hingga Malibu menghadapi ancaman banjir bandang, dan pantai Selatan California juga berpotensi mengalami angin kencang dan badai petir. Hingga Jumat pagi, lebih dari 50.000 rumah dan fasilitas komersial di California mengalami pemadaman listrik, dengan daerah yang paling terdampak berada di California Utara.
Puncak perjalanan liburan akhir pekan menghadapi cuaca buruk, dengan genangan air di jalan, penundaan penerbangan, dan hambatan di jalan tol yang terlihat di mana-mana. Hujan lebat yang berlangsung sejak awal minggu telah menyebabkan setidaknya tiga orang meninggal dunia.
Dampak Kebakaran Hutan Memperburuk Risiko Bencana
Kekhawatiran utama adalah bahwa Los Angeles dan sekitarnya mengalami kebakaran hutan besar kurang dari setahun yang lalu. Vegetasi di area yang terbakar telah menjadi tanah gosong, dan kemampuan tanah untuk menyimpan dan menyerap air terganggu secara serius. Ini berarti setiap hujan lebat berpotensi memicu tanah longsor, banjir lumpur, dan bencana sekunder lainnya.
Meteorolog dari Pusat Prakiraan Cuaca AS, Scott Clabough, menyatakan bahwa tanah yang terbakar oleh kebakaran hutan saat ini masih bersifat hidrofoik—air hujan tidak dapat diserap, melainkan cepat berkumpul di permukaan tanah, seperti yang terjadi di atas beton. Tanah yang rusak ini membutuhkan waktu empat hingga lima tahun untuk kembali ke kondisi normal yang mampu menyerap air. Selama periode ini, setiap hujan lebat di Los Angeles dan Selatan California akan meningkatkan risiko bencana.
Ancaman Jangka Panjang Harus Diwaspadai
Para pejabat telah mengeluarkan peringatan keras tentang keselamatan lalu lintas jalan. Bencana ini menunjukkan bahwa dampak bencana alam tidak bersifat sekali saja—luka dari kebakaran hutan akan terus muncul dalam berbagai bentuk selama peristiwa cuaca berikutnya. Sebelum vegetasi tumbuh kembali dan tanah benar-benar pulih, Selatan California akan tetap berisiko mengalami bencana sekunder yang dipicu oleh hujan lebat.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Los Angeles menghadapi gelombang hujan deras baru, risiko bencana terus meningkat
California Selatan sedang mengalami krisis cuaca yang serius. Sistem badai besar yang terbentuk di atas Pasifik—disebut oleh meteorolog sebagai “arus atmosfer”—sedang maju ke seluruh California, membawa hujan sedang hingga lebat. Menurut laporan terbaru dari Badan Meteorologi Nasional AS, hujan ini mulai melanda berbagai wilayah California sejak Jumat pagi, dengan Los Angeles County dan sekitarnya menjadi yang paling terdampak.
Cuaca Bencana Menimbulkan Berbagai Risiko
Los Angeles County telah mengumumkan perpanjangan perintah evakuasi hingga Jumat sore pukul 13.00. Wilayah pesisir dari Oxnard hingga Malibu menghadapi ancaman banjir bandang, dan pantai Selatan California juga berpotensi mengalami angin kencang dan badai petir. Hingga Jumat pagi, lebih dari 50.000 rumah dan fasilitas komersial di California mengalami pemadaman listrik, dengan daerah yang paling terdampak berada di California Utara.
Puncak perjalanan liburan akhir pekan menghadapi cuaca buruk, dengan genangan air di jalan, penundaan penerbangan, dan hambatan di jalan tol yang terlihat di mana-mana. Hujan lebat yang berlangsung sejak awal minggu telah menyebabkan setidaknya tiga orang meninggal dunia.
Dampak Kebakaran Hutan Memperburuk Risiko Bencana
Kekhawatiran utama adalah bahwa Los Angeles dan sekitarnya mengalami kebakaran hutan besar kurang dari setahun yang lalu. Vegetasi di area yang terbakar telah menjadi tanah gosong, dan kemampuan tanah untuk menyimpan dan menyerap air terganggu secara serius. Ini berarti setiap hujan lebat berpotensi memicu tanah longsor, banjir lumpur, dan bencana sekunder lainnya.
Meteorolog dari Pusat Prakiraan Cuaca AS, Scott Clabough, menyatakan bahwa tanah yang terbakar oleh kebakaran hutan saat ini masih bersifat hidrofoik—air hujan tidak dapat diserap, melainkan cepat berkumpul di permukaan tanah, seperti yang terjadi di atas beton. Tanah yang rusak ini membutuhkan waktu empat hingga lima tahun untuk kembali ke kondisi normal yang mampu menyerap air. Selama periode ini, setiap hujan lebat di Los Angeles dan Selatan California akan meningkatkan risiko bencana.
Ancaman Jangka Panjang Harus Diwaspadai
Para pejabat telah mengeluarkan peringatan keras tentang keselamatan lalu lintas jalan. Bencana ini menunjukkan bahwa dampak bencana alam tidak bersifat sekali saja—luka dari kebakaran hutan akan terus muncul dalam berbagai bentuk selama peristiwa cuaca berikutnya. Sebelum vegetasi tumbuh kembali dan tanah benar-benar pulih, Selatan California akan tetap berisiko mengalami bencana sekunder yang dipicu oleh hujan lebat.