Perencanaan suksesi untuk posisi kepemimpinan tertinggi Federal Reserve semakin menjadi perhatian utama. Presiden Trump menjadi berita utama dengan mengomentari secara terbuka tingkat kesulitan peran tersebut sambil sekaligus menyoroti beberapa calon yang berpotensi menggantikan Jerome Powell.
Sikap Kontroversial Trump tentang Peran Ketua Fed
Dalam pernyataan terakhirnya, Trump menggambarkan posisi Ketua Federal Reserve sebagai hal yang cukup dapat dikelola, menyarankan bahwa tanggung jawabnya mungkin kurang menuntut daripada yang biasanya dipersepsikan. Pernyataan ini muncul saat pemerintahan mengisyaratkan preferensinya terhadap pengganti Powell yang akhirnya, mencerminkan kepentingan strategis yang lebih luas dalam arah kebijakan moneter.
Calon Utama Pengganti Powell
Daftar calon yang muncul menampilkan beberapa tokoh keuangan terkemuka, masing-masing membawa kredensial yang berbeda ke dalam diskusi:
Rick Rieder menonjol sebagai kandidat utama. Masa jabatannya sebagai Chief Investment Officer di BlackRock telah menempatkannya sebagai salah satu suara paling berpengaruh dalam manajemen investasi institusional. Keahliannya meliputi alokasi aset dan dinamika pasar, membawa kredibilitas besar dari Wall Street ke dalam potensi pengangkatan.
Kevin Hassett mewakili calon utama lainnya. Dengan latar belakang dalam kebijakan ekonomi dan peran sebelumnya di Gedung Putih, Hassett telah menunjukkan komitmen terhadap agenda ekonomi Trump dan memiliki pengetahuan mendalam tentang koordinasi kebijakan fiskal federal.
Kevin Warsh menambah keberagaman dalam pool kandidat. Pengalamannya di Dewan Federal Reserve dan peran di sektor swasta setelahnya telah menegaskan dirinya sebagai figur yang menghubungkan keahlian perbankan sentral dengan perspektif pasar.
Christopher Waller, yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Federal Reserve, melengkapi pertimbangan utama. Posisinya yang ada di dalam sistem Fed memberikan kontinuitas kelembagaan sekaligus menawarkan perspektif dari dalam tentang pelaksanaan kebijakan moneter.
Implikasi Pasar dan Pertimbangan Strategis
Komentar publik Trump tentang proses seleksi menandakan niat pemerintahan untuk membentuk arah kebijakan moneter setelah masa jabatan Jerome Powell. Penunjukan beberapa calon mencerminkan sifat berisiko tinggi dari kepemimpinan bank sentral dan pengaruh besar yang dimiliki peran ini terhadap kondisi ekonomi yang mempengaruhi pasar, lapangan kerja, dan harga aset secara global.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Lomba untuk Menggantikan Powell: Pendapat Berani Trump tentang Pemilihan Ketua Fed
Perencanaan suksesi untuk posisi kepemimpinan tertinggi Federal Reserve semakin menjadi perhatian utama. Presiden Trump menjadi berita utama dengan mengomentari secara terbuka tingkat kesulitan peran tersebut sambil sekaligus menyoroti beberapa calon yang berpotensi menggantikan Jerome Powell.
Sikap Kontroversial Trump tentang Peran Ketua Fed
Dalam pernyataan terakhirnya, Trump menggambarkan posisi Ketua Federal Reserve sebagai hal yang cukup dapat dikelola, menyarankan bahwa tanggung jawabnya mungkin kurang menuntut daripada yang biasanya dipersepsikan. Pernyataan ini muncul saat pemerintahan mengisyaratkan preferensinya terhadap pengganti Powell yang akhirnya, mencerminkan kepentingan strategis yang lebih luas dalam arah kebijakan moneter.
Calon Utama Pengganti Powell
Daftar calon yang muncul menampilkan beberapa tokoh keuangan terkemuka, masing-masing membawa kredensial yang berbeda ke dalam diskusi:
Rick Rieder menonjol sebagai kandidat utama. Masa jabatannya sebagai Chief Investment Officer di BlackRock telah menempatkannya sebagai salah satu suara paling berpengaruh dalam manajemen investasi institusional. Keahliannya meliputi alokasi aset dan dinamika pasar, membawa kredibilitas besar dari Wall Street ke dalam potensi pengangkatan.
Kevin Hassett mewakili calon utama lainnya. Dengan latar belakang dalam kebijakan ekonomi dan peran sebelumnya di Gedung Putih, Hassett telah menunjukkan komitmen terhadap agenda ekonomi Trump dan memiliki pengetahuan mendalam tentang koordinasi kebijakan fiskal federal.
Kevin Warsh menambah keberagaman dalam pool kandidat. Pengalamannya di Dewan Federal Reserve dan peran di sektor swasta setelahnya telah menegaskan dirinya sebagai figur yang menghubungkan keahlian perbankan sentral dengan perspektif pasar.
Christopher Waller, yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Federal Reserve, melengkapi pertimbangan utama. Posisinya yang ada di dalam sistem Fed memberikan kontinuitas kelembagaan sekaligus menawarkan perspektif dari dalam tentang pelaksanaan kebijakan moneter.
Implikasi Pasar dan Pertimbangan Strategis
Komentar publik Trump tentang proses seleksi menandakan niat pemerintahan untuk membentuk arah kebijakan moneter setelah masa jabatan Jerome Powell. Penunjukan beberapa calon mencerminkan sifat berisiko tinggi dari kepemimpinan bank sentral dan pengaruh besar yang dimiliki peran ini terhadap kondisi ekonomi yang mempengaruhi pasar, lapangan kerja, dan harga aset secara global.