El caso del robot comercial que prometía ganancias garantizadas
Sejarah SolesBot mewakili salah satu penipuan terbesar dalam ekosistem cryptocurrency dalam beberapa tahun terakhir. Pendiri Raúl Soles diduga telah mentransfer sekitar 1,2 juta dolar yang dimiliki oleh para investor sebelum platform sepenuhnya memblokir penarikan dana. Transfer ini meninggalkan jejak digital yang memungkinkan pelacakan pergerakan melalui platform pertukaran cryptocurrency yang terkenal.
Dari startup menjanjikan menjadi skema piramida
Ketika SolesBot meluncurkan operasinya pada 2023, mereka memperkenalkan diri ke pasar sebagai solusi inovatif: robot trading yang didukung oleh kecerdasan buatan yang mampu menjalankan operasi arbitrase otomatis. Nilai proposisinya sederhana tetapi menarik: algoritma AI akan menganalisis pasar dan membeli serta menjual aset digital pada waktu yang optimal untuk memaksimalkan keuntungan pengguna.
Namun, sejak bulan-bulan awal operasinya, komunitas crypto mulai menunjukkan ketidakkonsistenan. Analisis keamanan mengungkapkan situs web yang mencurigakan terkait proyek ini dan taktik pemasaran agresif yang ditujukan untuk menarik investor baru. Pola perilaku ini merupakan ciri khas dari skema piramida finansial di sektor cryptocurrency.
Ciri-ciri piramida
Skema piramida berbasis cryptocurrency berbagi pola umum: menjanjikan hasil yang sangat tinggi yang jauh melampaui standar pasar. SolesBot tidak terkecuali. Platform ini menawarkan ilusi pendapatan pasif kepada pengguna melalui bot yang “bekerja 24/7” tanpa perlu intervensi manual.
Yang tidak dipahami banyak investor adalah bahwa sistem ini tidak menghasilkan nilai nyata: hanya mendistribusikan kembali uang dari peserta baru kepada operator proyek. Ketika struktur ini menjadi tidak berkelanjutan, para pengelola menghilang dengan dana yang terkumpul, seperti yang terjadi dengan Solesbot.
Pelajaran untuk para investor
Insiden ini menyoroti pentingnya mempertanyakan setiap janji hasil yang dijamin dalam cryptocurrency. Platform yang sah tidak pernah mengklaim mampu memprediksi perilaku pasar secara akurat, terlepas dari seberapa canggih kecerdasan buatan mereka. Due diligence, verifikasi catatan operator, dan ketidakpercayaan terhadap tekanan pemasaran adalah alat penting untuk melindungi diri di ruang ini.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Penipuan SolesBot: Raúl Soles menghilang dengan dana investor setelah kolapsnya bot AI
El caso del robot comercial que prometía ganancias garantizadas
Sejarah SolesBot mewakili salah satu penipuan terbesar dalam ekosistem cryptocurrency dalam beberapa tahun terakhir. Pendiri Raúl Soles diduga telah mentransfer sekitar 1,2 juta dolar yang dimiliki oleh para investor sebelum platform sepenuhnya memblokir penarikan dana. Transfer ini meninggalkan jejak digital yang memungkinkan pelacakan pergerakan melalui platform pertukaran cryptocurrency yang terkenal.
Dari startup menjanjikan menjadi skema piramida
Ketika SolesBot meluncurkan operasinya pada 2023, mereka memperkenalkan diri ke pasar sebagai solusi inovatif: robot trading yang didukung oleh kecerdasan buatan yang mampu menjalankan operasi arbitrase otomatis. Nilai proposisinya sederhana tetapi menarik: algoritma AI akan menganalisis pasar dan membeli serta menjual aset digital pada waktu yang optimal untuk memaksimalkan keuntungan pengguna.
Namun, sejak bulan-bulan awal operasinya, komunitas crypto mulai menunjukkan ketidakkonsistenan. Analisis keamanan mengungkapkan situs web yang mencurigakan terkait proyek ini dan taktik pemasaran agresif yang ditujukan untuk menarik investor baru. Pola perilaku ini merupakan ciri khas dari skema piramida finansial di sektor cryptocurrency.
Ciri-ciri piramida
Skema piramida berbasis cryptocurrency berbagi pola umum: menjanjikan hasil yang sangat tinggi yang jauh melampaui standar pasar. SolesBot tidak terkecuali. Platform ini menawarkan ilusi pendapatan pasif kepada pengguna melalui bot yang “bekerja 24/7” tanpa perlu intervensi manual.
Yang tidak dipahami banyak investor adalah bahwa sistem ini tidak menghasilkan nilai nyata: hanya mendistribusikan kembali uang dari peserta baru kepada operator proyek. Ketika struktur ini menjadi tidak berkelanjutan, para pengelola menghilang dengan dana yang terkumpul, seperti yang terjadi dengan Solesbot.
Pelajaran untuk para investor
Insiden ini menyoroti pentingnya mempertanyakan setiap janji hasil yang dijamin dalam cryptocurrency. Platform yang sah tidak pernah mengklaim mampu memprediksi perilaku pasar secara akurat, terlepas dari seberapa canggih kecerdasan buatan mereka. Due diligence, verifikasi catatan operator, dan ketidakpercayaan terhadap tekanan pemasaran adalah alat penting untuk melindungi diri di ruang ini.