Sebelum membuka perdagangan kontrak, pertama-tama harus memahami apa itu margin. Singkatnya, margin adalah dana yang harus dikunci saat membuka posisi, dibagi menjadi dua kategori: Margin Awal adalah jumlah yang perlu Anda investasikan saat membuka posisi, dan Margin Pemeliharaan adalah tingkat dana minimum yang diperlukan untuk mempertahankan posisi tersebut. Ketika kerugian posisi mendekati Margin Pemeliharaan, sistem akan mengambil langkah berbeda sesuai dengan mode margin yang Anda pilih.
Mode Isolasi: Manajemen Risiko Terpisah
Logika mode isolasi sangat sederhana—setiap posisi bersifat independen. Margin yang Anda tetapkan untuk suatu posisi hanya berlaku untuk posisi tersebut, kecuali Anda secara aktif menambah dana, sistem tidak akan secara otomatis mengisi. Jika margin posisi turun di bawah tingkat Margin Pemeliharaan, sistem akan melakukan likuidasi paksa, dan margin posisi tersebut akan hilang.
Namun ini juga berarti, kerugian maksimum Anda dibatasi pada Margin Awal posisi tersebut. Posisi lain dan saldo akun tidak terpengaruh.
Mode Cross: Efek Leverage yang Terhubung
Mode cross berbeda. Semua dana yang tersedia di akun kontrak Anda dapat digunakan sebagai cadangan margin. Ketika suatu posisi mengalami kerugian, sistem akan secara otomatis menarik dana dari saldo yang tersedia untuk menambah margin posisi, sehingga posisi dapat terus dipertahankan.
Ini membawa dua sisi: dalam pasar yang bergejolak, mode cross memiliki daya tahan terhadap kerugian lebih baik, posisi tidak mudah dilikuidasi. Tetapi jika menghadapi penurunan tajam atau gangguan pasar besar lainnya, Anda mungkin kehilangan seluruh dana di akun kontrak sekaligus.
Perbandingan Kasus Nyata
Misalnya, Anda dan teman Anda Xiao Wang masing-masing memiliki akun kontrak sebesar 2000U, dan keduanya menggunakan 1000U dengan leverage 10x untuk membeli BTC. Perbedaannya adalah, Anda memilih mode isolasi, Xiao Wang memilih mode cross.
Ketika harga BTC turun ke harga likuidasi, Anda kehilangan margin sebesar 1000U dan posisi dilikuidasi, tetapi saldo akun Anda tersisa 1000U, total kerugian 1000U. Sedangkan Xiao Wang secara otomatis menambah margin dari sisa 1000U, posisi tetap terbuka. Jika BTC rebound, Xiao Wang bisa balik untung; tetapi jika BTC terus turun, dia bisa kehilangan seluruh 2000U.
Logika Matematika Perhitungan Risiko Likuidasi
Memahami cara perhitungan risiko likuidasi membantu pengambilan keputusan yang lebih bijak. Indikator kunci di sini adalah Tingkat Risiko Likuidasi:
Ketika risiko likuidasi melebihi 100%, likuidasi akan terjadi. Sebagai perbandingan, perhitungan risiko mode isolasi lebih sederhana dan transparan, sementara mode cross karena didukung dana cadangan, tampak memiliki risiko lebih rendah, tetapi menyembunyikan risiko likuidasi seluruh akun.
Perhitungan Lengkap Margin Posisi
Jika Anda ingin secara akurat memantau kondisi posisi Anda, gunakan rumus berikut:
Margin Posisi = (Nilai Posisi / Leverage) + Margin Tambahan - Margin Berkurang + Untung Rugi Belum Realisasi
Bagaimana Memilih? Mode Isolasi atau Cross
Mode Cross cocok untuk:
Trader dengan toleransi risiko tinggi
Ingin menggunakan dana minimal untuk membuka lebih banyak posisi
Biasanya menggunakan leverage rendah dan trading stabil
Menginginkan daya tahan terhadap kerugian kecil
Namun, perlu diingat, mode cross saat menghadapi kejadian black swan yang tak terkendali, sangat berisiko menyebabkan seluruh akun menjadi nihil.
Mode Isolasi cocok untuk:
Trader yang ingin kontrol risiko setiap posisi secara tepat
Bersedia mengelola margin dan risiko secara manual
Ingin mengisolasi risiko antar posisi
Lebih suka menerapkan stop-loss secara ketat
Mode isolasi menuntut Anda waspada terhadap jarak harga likuidasi dan harga saat ini; begitu posisi mendekati garis likuidasi, perlu keputusan aktif untuk menambah margin atau melakukan stop-loss.
Catatan Operasional
Di sebagian besar platform trading, leverage dapat diatur secara bebas dalam mode cross maupun isolasi, biasanya hingga 100x leverage. Namun ada satu detail penting: Ketika Anda menempatkan order yang belum terpenuhi, sistem akan mengunci mode posisi dan pengaturan leverage Anda, melarang perubahan dan switching, ini untuk mencegah kekacauan perhitungan risiko saat order terpenuhi.
Secara umum, mode isolasi dan cross memiliki keunggulan masing-masing, tergantung pada sikap risiko dan gaya trading Anda.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Panduan wajib untuk perdagangan kontrak: Bagaimana memilih antara mode isolated dan cross margin?
Dua Konsep Inti Margin
Sebelum membuka perdagangan kontrak, pertama-tama harus memahami apa itu margin. Singkatnya, margin adalah dana yang harus dikunci saat membuka posisi, dibagi menjadi dua kategori: Margin Awal adalah jumlah yang perlu Anda investasikan saat membuka posisi, dan Margin Pemeliharaan adalah tingkat dana minimum yang diperlukan untuk mempertahankan posisi tersebut. Ketika kerugian posisi mendekati Margin Pemeliharaan, sistem akan mengambil langkah berbeda sesuai dengan mode margin yang Anda pilih.
Mode Isolasi: Manajemen Risiko Terpisah
Logika mode isolasi sangat sederhana—setiap posisi bersifat independen. Margin yang Anda tetapkan untuk suatu posisi hanya berlaku untuk posisi tersebut, kecuali Anda secara aktif menambah dana, sistem tidak akan secara otomatis mengisi. Jika margin posisi turun di bawah tingkat Margin Pemeliharaan, sistem akan melakukan likuidasi paksa, dan margin posisi tersebut akan hilang.
Namun ini juga berarti, kerugian maksimum Anda dibatasi pada Margin Awal posisi tersebut. Posisi lain dan saldo akun tidak terpengaruh.
Mode Cross: Efek Leverage yang Terhubung
Mode cross berbeda. Semua dana yang tersedia di akun kontrak Anda dapat digunakan sebagai cadangan margin. Ketika suatu posisi mengalami kerugian, sistem akan secara otomatis menarik dana dari saldo yang tersedia untuk menambah margin posisi, sehingga posisi dapat terus dipertahankan.
Ini membawa dua sisi: dalam pasar yang bergejolak, mode cross memiliki daya tahan terhadap kerugian lebih baik, posisi tidak mudah dilikuidasi. Tetapi jika menghadapi penurunan tajam atau gangguan pasar besar lainnya, Anda mungkin kehilangan seluruh dana di akun kontrak sekaligus.
Perbandingan Kasus Nyata
Misalnya, Anda dan teman Anda Xiao Wang masing-masing memiliki akun kontrak sebesar 2000U, dan keduanya menggunakan 1000U dengan leverage 10x untuk membeli BTC. Perbedaannya adalah, Anda memilih mode isolasi, Xiao Wang memilih mode cross.
Ketika harga BTC turun ke harga likuidasi, Anda kehilangan margin sebesar 1000U dan posisi dilikuidasi, tetapi saldo akun Anda tersisa 1000U, total kerugian 1000U. Sedangkan Xiao Wang secara otomatis menambah margin dari sisa 1000U, posisi tetap terbuka. Jika BTC rebound, Xiao Wang bisa balik untung; tetapi jika BTC terus turun, dia bisa kehilangan seluruh 2000U.
Logika Matematika Perhitungan Risiko Likuidasi
Memahami cara perhitungan risiko likuidasi membantu pengambilan keputusan yang lebih bijak. Indikator kunci di sini adalah Tingkat Risiko Likuidasi:
Risiko Likuidasi Mode Isolasi = Margin Pemeliharaan / Margin Posisi × 100%
Risiko Likuidasi Mode Cross = Margin Pemeliharaan / (Saldo Tersedia + Margin Posisi) × 100%
Ketika risiko likuidasi melebihi 100%, likuidasi akan terjadi. Sebagai perbandingan, perhitungan risiko mode isolasi lebih sederhana dan transparan, sementara mode cross karena didukung dana cadangan, tampak memiliki risiko lebih rendah, tetapi menyembunyikan risiko likuidasi seluruh akun.
Perhitungan Lengkap Margin Posisi
Jika Anda ingin secara akurat memantau kondisi posisi Anda, gunakan rumus berikut:
Margin Posisi = (Nilai Posisi / Leverage) + Margin Tambahan - Margin Berkurang + Untung Rugi Belum Realisasi
Bagaimana Memilih? Mode Isolasi atau Cross
Mode Cross cocok untuk:
Namun, perlu diingat, mode cross saat menghadapi kejadian black swan yang tak terkendali, sangat berisiko menyebabkan seluruh akun menjadi nihil.
Mode Isolasi cocok untuk:
Mode isolasi menuntut Anda waspada terhadap jarak harga likuidasi dan harga saat ini; begitu posisi mendekati garis likuidasi, perlu keputusan aktif untuk menambah margin atau melakukan stop-loss.
Catatan Operasional
Di sebagian besar platform trading, leverage dapat diatur secara bebas dalam mode cross maupun isolasi, biasanya hingga 100x leverage. Namun ada satu detail penting: Ketika Anda menempatkan order yang belum terpenuhi, sistem akan mengunci mode posisi dan pengaturan leverage Anda, melarang perubahan dan switching, ini untuk mencegah kekacauan perhitungan risiko saat order terpenuhi.
Secara umum, mode isolasi dan cross memiliki keunggulan masing-masing, tergantung pada sikap risiko dan gaya trading Anda.