Dalam konteks Vietnam yang sedang secara bertahap membangun kerangka hukum untuk pasar aset kripto, sebuah pertanyaan umum diajukan: jika sebuah bursa internasional tidak memiliki izin beroperasi di dalam negeri, apakah otoritas berwenang dapat memaksa pengumpulan data pengguna dari sana? Jawabannya tidak sesederhana tampaknya.
Bursa luar negeri dan “kebebasan” data di Vietnam
Menurut prinsip hukum internasional, sebuah perusahaan asing yang tidak memiliki badan hukum atau tidak mendapatkan izin di Vietnam tidak akan terikat oleh seluruh regulasi hukum domestik — setidaknya tidak secara langsung. Ini berarti bahwa untuk meminta data dari sebuah bursa luar negeri, otoritas Vietnam perlu memiliki dasar hukum yang kuat, misalnya:
Permintaan hukum internasional (letters rogatory)
Perjanjian kerjasama yudisial antar negara
Atau kerjasama sukarela dari bursa itu sendiri
Tidak selalu “tidak memiliki izin” berarti otoritas pengawas dapat dengan bebas mengakses data.
Kenyataan: Bursa yang pernah menyerahkan data pengguna
Namun, sejarah menunjukkan bahwa bursa internasional telah berkali-kali menyediakan data transaksi dan informasi verifikasi identitas (KYC) kepada otoritas dari berbagai negara — terutama ketika ada permintaan hukum yang sah terkait pencucian uang, penghindaran pajak, atau kasus hukum besar.
Precedent ini menunjukkan bahwa jika Vietnam menandatangani perjanjian berbagi data dengan bursa internasional, atau jika bursa tersebut mendapatkan izin di Vietnam di masa depan, akses data pengguna akan menjadi mungkin.
Kerangka hukum baru di Vietnam: Perubahan penting
Pemerintah Vietnam baru saja mengumumkan Resolusi percobaan tentang pasar aset kripto dengan masa berlaku 5 tahun. Dalam periode ini, kegiatan penyediaan layanan transaksi aset kripto akan diawasi, dengan kewajiban mematuhi regulasi KYC/AML, laporan berkala, dan kewajiban pajak.
Ini berarti: Jika sebuah bursa luar negeri ingin melayani pengguna Vietnam secara legal, mereka harus mendapatkan izin dan menerima persyaratan pengendalian data dari Vietnam.
Perbandingan risiko: P2P, transaksi di bursa, dan blockchain
Ketika berbicara tentang “keamanan” pribadi, perlu membedakan berbagai saluran transaksi:
P2P (pembelian dan penjualan melalui transfer bank): Uang VND bergerak melalui sistem perbankan domestik, di mana otoritas pengawas memiliki kekuasaan pengawasan yang kuat. Ini adalah saluran yang paling mudah dilacak.
Transaksi di bursa internasional (akun KYC): Bursa mengetahui identitas Anda tetapi, jika belum mendapatkan izin di Vietnam, otoritas lokal tidak dapat memaksa akses data secara langsung hanya berdasarkan hukum internal. Namun, data on-chain (di blockchain) tetap terbuka, memungkinkan siapa saja mengikuti transaksi antar alamat dompet.
Transparansi on-chain: Meskipun tidak menampilkan nama pengguna, semua transaksi dapat ditemukan di buku besar publik.
Kesimpulan dan panduan praktis
Singkatnya: Jika sebuah bursa luar negeri belum mendapatkan izin beroperasi di Vietnam, negara tidak secara otomatis memiliki hak untuk memaksa pengumpulan data pribadi dari bursa tersebut — tetapi itu tidak berarti perlindungan sepenuhnya.
Bursa internasional tetap menyimpan data KYC internal; transaksi on-chain bersifat publik; dan sejarah menunjukkan bahwa bursa akan menyediakan data jika ada permintaan internasional yang sah. Pengguna harus menyadari risiko ini saat berpartisipasi dalam transaksi aset kripto.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Ketika bursa luar negeri tidak mendapatkan izin di Vietnam: Data pribadi dan risiko nyata
Dalam konteks Vietnam yang sedang secara bertahap membangun kerangka hukum untuk pasar aset kripto, sebuah pertanyaan umum diajukan: jika sebuah bursa internasional tidak memiliki izin beroperasi di dalam negeri, apakah otoritas berwenang dapat memaksa pengumpulan data pengguna dari sana? Jawabannya tidak sesederhana tampaknya.
Bursa luar negeri dan “kebebasan” data di Vietnam
Menurut prinsip hukum internasional, sebuah perusahaan asing yang tidak memiliki badan hukum atau tidak mendapatkan izin di Vietnam tidak akan terikat oleh seluruh regulasi hukum domestik — setidaknya tidak secara langsung. Ini berarti bahwa untuk meminta data dari sebuah bursa luar negeri, otoritas Vietnam perlu memiliki dasar hukum yang kuat, misalnya:
Tidak selalu “tidak memiliki izin” berarti otoritas pengawas dapat dengan bebas mengakses data.
Kenyataan: Bursa yang pernah menyerahkan data pengguna
Namun, sejarah menunjukkan bahwa bursa internasional telah berkali-kali menyediakan data transaksi dan informasi verifikasi identitas (KYC) kepada otoritas dari berbagai negara — terutama ketika ada permintaan hukum yang sah terkait pencucian uang, penghindaran pajak, atau kasus hukum besar.
Precedent ini menunjukkan bahwa jika Vietnam menandatangani perjanjian berbagi data dengan bursa internasional, atau jika bursa tersebut mendapatkan izin di Vietnam di masa depan, akses data pengguna akan menjadi mungkin.
Kerangka hukum baru di Vietnam: Perubahan penting
Pemerintah Vietnam baru saja mengumumkan Resolusi percobaan tentang pasar aset kripto dengan masa berlaku 5 tahun. Dalam periode ini, kegiatan penyediaan layanan transaksi aset kripto akan diawasi, dengan kewajiban mematuhi regulasi KYC/AML, laporan berkala, dan kewajiban pajak.
Ini berarti: Jika sebuah bursa luar negeri ingin melayani pengguna Vietnam secara legal, mereka harus mendapatkan izin dan menerima persyaratan pengendalian data dari Vietnam.
Perbandingan risiko: P2P, transaksi di bursa, dan blockchain
Ketika berbicara tentang “keamanan” pribadi, perlu membedakan berbagai saluran transaksi:
P2P (pembelian dan penjualan melalui transfer bank): Uang VND bergerak melalui sistem perbankan domestik, di mana otoritas pengawas memiliki kekuasaan pengawasan yang kuat. Ini adalah saluran yang paling mudah dilacak.
Transaksi di bursa internasional (akun KYC): Bursa mengetahui identitas Anda tetapi, jika belum mendapatkan izin di Vietnam, otoritas lokal tidak dapat memaksa akses data secara langsung hanya berdasarkan hukum internal. Namun, data on-chain (di blockchain) tetap terbuka, memungkinkan siapa saja mengikuti transaksi antar alamat dompet.
Transparansi on-chain: Meskipun tidak menampilkan nama pengguna, semua transaksi dapat ditemukan di buku besar publik.
Kesimpulan dan panduan praktis
Singkatnya: Jika sebuah bursa luar negeri belum mendapatkan izin beroperasi di Vietnam, negara tidak secara otomatis memiliki hak untuk memaksa pengumpulan data pribadi dari bursa tersebut — tetapi itu tidak berarti perlindungan sepenuhnya.
Bursa internasional tetap menyimpan data KYC internal; transaksi on-chain bersifat publik; dan sejarah menunjukkan bahwa bursa akan menyediakan data jika ada permintaan internasional yang sah. Pengguna harus menyadari risiko ini saat berpartisipasi dalam transaksi aset kripto.