Sumber: Coinomedia
Judul Asli: Trump Rencanakan Batas 10% pada Suku Bunga Kartu Kredit
Tautan Asli: https://coinomedia.com/trump-plans-10-cap-on-credit-card-interest-rates/
Latar Belakang
Trump mengusulkan batas hukum pada suku bunga kartu kredit sebesar 10%.
Kebijakan ini akan berlaku setelah 20 Januari jika dia terpilih kembali.
Perusahaan kartu kredit diperingatkan tentang konsekuensi hukum jika tidak mematuhi.
Rincian Usulan
Dalam langkah berani yang dapat mengguncang sektor keuangan AS, mantan Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk membatasi suku bunga kartu kredit hingga maksimum 10%. Kebijakan ini, katanya, akan berlaku segera setelah 20 Januari 2025 — tanggal dia akan kembali menjabat jika terpilih kembali.
Pengumuman tersebut, yang disampaikan saat pidato kampanye, secara langsung menargetkan apa yang disebut Trump sebagai “praktik predator” oleh perusahaan kartu kredit, beberapa di antaranya saat ini mengenakan tingkat persentase tahunan (APR) melebihi 25%. Dia menyatakan bahwa institusi mana pun yang mengenakan lebih dari 10% setelah dia kembali ke kantor akan dianggap “melanggar hukum.”
Ajakan kepada Pemilih
Usulan Trump muncul saat banyak warga Amerika terus berjuang dengan meningkatnya utang di tengah inflasi dan suku bunga tinggi. Utang kartu kredit di AS mencapai lebih dari $1 triliun dalam kuartal terakhir, dengan tingkat bunga rata-rata mencapai rekor tertinggi. Dengan menetapkan batas hukum, Trump bertujuan untuk memposisikan dirinya sebagai pembela warga kelas pekerja dan menengah yang terbebani utang.
Para advokat konsumen telah lama mengkritik suku bunga yang melambung tinggi, tetapi sedikit politisi arus utama yang secara langsung menanggapi isu ini. Pendekatan Trump menarik bagi pemilih yang secara finansial tertekan dan dapat memperoleh dukungan lintas partai.
Respon Industri dan Tantangan Hukum
Lembaga keuangan dan perusahaan kartu kredit diperkirakan akan menolak, dengan alasan kekhawatiran tentang margin keuntungan, penilaian risiko, dan overreach pemerintah. Analis hukum mencatat bahwa menerapkan batas seperti ini mungkin memerlukan legislasi baru, tergantung pada bagaimana aturan tersebut ditegakkan.
Namun, peringatan Trump mengirim pesan yang jelas: jika dia kembali berkuasa, industri kredit bisa menghadapi perubahan regulasi yang serius. Janji kampanye ini menambah daftar proposal populis ekonominya yang semakin berkembang yang bertujuan menghidupkan basis politiknya.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Trump Berencana Membatasi 10% pada Suku Bunga Kartu Kredit
Sumber: Coinomedia Judul Asli: Trump Rencanakan Batas 10% pada Suku Bunga Kartu Kredit Tautan Asli: https://coinomedia.com/trump-plans-10-cap-on-credit-card-interest-rates/
Latar Belakang
Rincian Usulan
Dalam langkah berani yang dapat mengguncang sektor keuangan AS, mantan Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk membatasi suku bunga kartu kredit hingga maksimum 10%. Kebijakan ini, katanya, akan berlaku segera setelah 20 Januari 2025 — tanggal dia akan kembali menjabat jika terpilih kembali.
Pengumuman tersebut, yang disampaikan saat pidato kampanye, secara langsung menargetkan apa yang disebut Trump sebagai “praktik predator” oleh perusahaan kartu kredit, beberapa di antaranya saat ini mengenakan tingkat persentase tahunan (APR) melebihi 25%. Dia menyatakan bahwa institusi mana pun yang mengenakan lebih dari 10% setelah dia kembali ke kantor akan dianggap “melanggar hukum.”
Ajakan kepada Pemilih
Usulan Trump muncul saat banyak warga Amerika terus berjuang dengan meningkatnya utang di tengah inflasi dan suku bunga tinggi. Utang kartu kredit di AS mencapai lebih dari $1 triliun dalam kuartal terakhir, dengan tingkat bunga rata-rata mencapai rekor tertinggi. Dengan menetapkan batas hukum, Trump bertujuan untuk memposisikan dirinya sebagai pembela warga kelas pekerja dan menengah yang terbebani utang.
Para advokat konsumen telah lama mengkritik suku bunga yang melambung tinggi, tetapi sedikit politisi arus utama yang secara langsung menanggapi isu ini. Pendekatan Trump menarik bagi pemilih yang secara finansial tertekan dan dapat memperoleh dukungan lintas partai.
Respon Industri dan Tantangan Hukum
Lembaga keuangan dan perusahaan kartu kredit diperkirakan akan menolak, dengan alasan kekhawatiran tentang margin keuntungan, penilaian risiko, dan overreach pemerintah. Analis hukum mencatat bahwa menerapkan batas seperti ini mungkin memerlukan legislasi baru, tergantung pada bagaimana aturan tersebut ditegakkan.
Namun, peringatan Trump mengirim pesan yang jelas: jika dia kembali berkuasa, industri kredit bisa menghadapi perubahan regulasi yang serius. Janji kampanye ini menambah daftar proposal populis ekonominya yang semakin berkembang yang bertujuan menghidupkan basis politiknya.