XRP saat ini diperdagangkan sekitar $2.05, dengan kapitalisasi pasar sekitar $124,31 miliar berdasarkan pasokan beredar sebanyak 60.699.967.552 token. Namun, analis pasar menyarankan bahwa penilaian ini mungkin belum sepenuhnya mencerminkan potensi utilitas aset dalam sistem pembayaran institusional. Sektor keuangan Jepang menyajikan studi kasus yang sangat menarik untuk memahami bagaimana adopsi XRP di antara lembaga keuangan utama dapat mengubah dinamika pasar.
Skala Infrastruktur Perbankan Jepang
Jepang mengoperasikan salah satu industri perbankan terbesar di dunia, dengan total aset yang sebanding dengan ekonomi maju lainnya. Sektor ini berpusat di sekitar tiga megabank dominan—Mitsubishi UFJ Financial Group, Sumitomo Mitsui Financial Group, dan Mizuho Financial Group—dilengkapi dengan jaringan lengkap bank regional, bank koperasi shinkin, dan lembaga keuangan khusus.
Per akhir 2024, bank-bank berizin domestik di Jepang memegang sekitar 1.447 triliun yen dalam total aset, setara dengan sekitar $9,65 triliun. Basis simpanan menunjukkan ketahanan yang berkelanjutan, dengan total simpanan mencapai sekitar 1.047 triliun yen ($6,98 triliun) pada Februari 2025, menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 1,4%. Simpanan biasa sekitar 650 triliun yen, sementara simpanan waktu sekitar 225 triliun yen selama periode yang sama.
Jaringan perbankan ini mencakup sekitar 100 bank kota dan regional, sekitar 250 bank shinkin, dan sekitar 13.500 cabang domestik. Yang menarik, lembaga keuangan Jepang secara kolektif mengendalikan hampir 10% dari total aset perbankan global, menjadikan pasar ini pemain penting dalam sistem keuangan internasional.
Fondasi yang Telah Ditetapkan: Kehadiran Strategis Ripple di Jepang
Alih-alih menjadi pemain baru di pasar Jepang, Ripple dan XRP telah membangun hubungan dalam sektor keuangan selama beberapa tahun. Kemitraan antara Ripple dan SBI Holdings, yang didirikan pada 2016, menandai titik balik untuk solusi pembayaran berbasis blockchain di Asia. Kolaborasi ini menghasilkan pembentukan SBI Ripple Asia, sebuah usaha patungan yang dirancang khusus untuk memajukan solusi pembayaran perusahaan di kawasan tersebut.
Pada tahun yang sama, SBI Holdings berpartisipasi dalam putaran pendanaan Seri B $55 million Ripple, bersama dengan lembaga keuangan utama lainnya secara global. Mizuho Financial Group juga menjadi peserta awal dalam jaringan Ripple selama periode ini, menandakan kepercayaan institusional terhadap teknologi tersebut.
Momentum ini meningkat pada 2017 ketika SBI Ripple Asia meluncurkan Konsorsium Bank Jepang, yang mengumpulkan 61 bank Jepang yang mewakili lebih dari 80% aset perbankan negara tersebut. Inisiatif ini menunjukkan komitmen nyata untuk mengeksplorasi infrastruktur penyelesaian berbasis blockchain. Program percontohan yang menggunakan platform RC Cloud Ripple memungkinkan kemampuan penyelesaian secara real-time untuk puluhan bank peserta, membangun dasar penting untuk potensi aplikasi likuiditas XRP di masa depan.
Implementasi praktis pun dilakukan. Pada 2018, SBI memperkenalkan VCTRADE, bursa cryptocurrency pertama di Jepang yang didukung bank dan berfokus utama pada XRP. Pada 2021, SBI Remit meluncurkan layanan remitansi internasional berbasis XRP pertama di Jepang, memanfaatkan teknologi On-Demand Liquidity Ripple untuk menyederhanakan dan mengurangi biaya transfer lintas batas, terutama di jalur seperti remitansi Jepang ke Filipina.
Skenario Penilaian di Bawah Adopsi Institusional yang Lebih Luas
Mengingat skala sektor perbankan Jepang, integrasi XRP secara luas sebagai aset jembatan penyelesaian dapat secara signifikan mempengaruhi penilaian pasarnya. Model analitik menunjukkan bahwa jika kapitalisasi pasar XRP mencapai 10% dari total aset yang dimiliki bank-bank Jepang—sebuah skenario adopsi teoretis—penilaian yang dihasilkan dapat berkembang menjadi sekitar $965 miliar.
Dalam model tersebut, dengan pasokan beredar saat ini sebanyak 60.699.967.552 XRP, harga per token yang diimplikasikan akan mencapai sekitar $16,08, yang menunjukkan kenaikan sekitar 785% dari level saat ini dekat $2,05.
Namun, proyeksi semacam ini memerlukan catatan penting. Aset penyelesaian biasanya tidak berkorelasi langsung dengan total neraca, dan XRP akan lebih berfungsi sebagai fasilitator aliran transaksi dan penyediaan likuiditas daripada sebagai aset yang disimpan di neraca institusional. Skenario ini tetap agresif dan melibatkan banyak asumsi tentang tingkat adopsi, kerangka regulasi, dan dinamika kompetitif.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Sektor Perbankan Jepang dan Potensi XRP: Analisis Pasar
XRP saat ini diperdagangkan sekitar $2.05, dengan kapitalisasi pasar sekitar $124,31 miliar berdasarkan pasokan beredar sebanyak 60.699.967.552 token. Namun, analis pasar menyarankan bahwa penilaian ini mungkin belum sepenuhnya mencerminkan potensi utilitas aset dalam sistem pembayaran institusional. Sektor keuangan Jepang menyajikan studi kasus yang sangat menarik untuk memahami bagaimana adopsi XRP di antara lembaga keuangan utama dapat mengubah dinamika pasar.
Skala Infrastruktur Perbankan Jepang
Jepang mengoperasikan salah satu industri perbankan terbesar di dunia, dengan total aset yang sebanding dengan ekonomi maju lainnya. Sektor ini berpusat di sekitar tiga megabank dominan—Mitsubishi UFJ Financial Group, Sumitomo Mitsui Financial Group, dan Mizuho Financial Group—dilengkapi dengan jaringan lengkap bank regional, bank koperasi shinkin, dan lembaga keuangan khusus.
Per akhir 2024, bank-bank berizin domestik di Jepang memegang sekitar 1.447 triliun yen dalam total aset, setara dengan sekitar $9,65 triliun. Basis simpanan menunjukkan ketahanan yang berkelanjutan, dengan total simpanan mencapai sekitar 1.047 triliun yen ($6,98 triliun) pada Februari 2025, menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 1,4%. Simpanan biasa sekitar 650 triliun yen, sementara simpanan waktu sekitar 225 triliun yen selama periode yang sama.
Jaringan perbankan ini mencakup sekitar 100 bank kota dan regional, sekitar 250 bank shinkin, dan sekitar 13.500 cabang domestik. Yang menarik, lembaga keuangan Jepang secara kolektif mengendalikan hampir 10% dari total aset perbankan global, menjadikan pasar ini pemain penting dalam sistem keuangan internasional.
Fondasi yang Telah Ditetapkan: Kehadiran Strategis Ripple di Jepang
Alih-alih menjadi pemain baru di pasar Jepang, Ripple dan XRP telah membangun hubungan dalam sektor keuangan selama beberapa tahun. Kemitraan antara Ripple dan SBI Holdings, yang didirikan pada 2016, menandai titik balik untuk solusi pembayaran berbasis blockchain di Asia. Kolaborasi ini menghasilkan pembentukan SBI Ripple Asia, sebuah usaha patungan yang dirancang khusus untuk memajukan solusi pembayaran perusahaan di kawasan tersebut.
Pada tahun yang sama, SBI Holdings berpartisipasi dalam putaran pendanaan Seri B $55 million Ripple, bersama dengan lembaga keuangan utama lainnya secara global. Mizuho Financial Group juga menjadi peserta awal dalam jaringan Ripple selama periode ini, menandakan kepercayaan institusional terhadap teknologi tersebut.
Momentum ini meningkat pada 2017 ketika SBI Ripple Asia meluncurkan Konsorsium Bank Jepang, yang mengumpulkan 61 bank Jepang yang mewakili lebih dari 80% aset perbankan negara tersebut. Inisiatif ini menunjukkan komitmen nyata untuk mengeksplorasi infrastruktur penyelesaian berbasis blockchain. Program percontohan yang menggunakan platform RC Cloud Ripple memungkinkan kemampuan penyelesaian secara real-time untuk puluhan bank peserta, membangun dasar penting untuk potensi aplikasi likuiditas XRP di masa depan.
Implementasi praktis pun dilakukan. Pada 2018, SBI memperkenalkan VCTRADE, bursa cryptocurrency pertama di Jepang yang didukung bank dan berfokus utama pada XRP. Pada 2021, SBI Remit meluncurkan layanan remitansi internasional berbasis XRP pertama di Jepang, memanfaatkan teknologi On-Demand Liquidity Ripple untuk menyederhanakan dan mengurangi biaya transfer lintas batas, terutama di jalur seperti remitansi Jepang ke Filipina.
Skenario Penilaian di Bawah Adopsi Institusional yang Lebih Luas
Mengingat skala sektor perbankan Jepang, integrasi XRP secara luas sebagai aset jembatan penyelesaian dapat secara signifikan mempengaruhi penilaian pasarnya. Model analitik menunjukkan bahwa jika kapitalisasi pasar XRP mencapai 10% dari total aset yang dimiliki bank-bank Jepang—sebuah skenario adopsi teoretis—penilaian yang dihasilkan dapat berkembang menjadi sekitar $965 miliar.
Dalam model tersebut, dengan pasokan beredar saat ini sebanyak 60.699.967.552 XRP, harga per token yang diimplikasikan akan mencapai sekitar $16,08, yang menunjukkan kenaikan sekitar 785% dari level saat ini dekat $2,05.
Namun, proyeksi semacam ini memerlukan catatan penting. Aset penyelesaian biasanya tidak berkorelasi langsung dengan total neraca, dan XRP akan lebih berfungsi sebagai fasilitator aliran transaksi dan penyediaan likuiditas daripada sebagai aset yang disimpan di neraca institusional. Skenario ini tetap agresif dan melibatkan banyak asumsi tentang tingkat adopsi, kerangka regulasi, dan dinamika kompetitif.