Mengaku sebagai investor profesional selama bertahun-tahun, hasil investasi malah tidak sebaik perhiasan emas dan perak yang sembarang dibeli istri. Yang menyakitkan, perak tahun ini sudah naik hampir 4 kali lipat, siapa yang bisa tahan?
Mengapa perak begitu agresif? Di balik pertanyaan yang tampaknya sederhana ini sebenarnya adalah logika rantai industri global. Kebanyakan orang tidak tahu, bahwa produksi perak global sebenarnya tidak utama berasal dari tambang perak. Faktanya, sebagian besar perak berasal dari proses pemurnian tembaga dan timbal—tembaga dan timbal adalah produk utama, perak hanyalah hasil sampingan yang diambil secara kebetulan.
Ini menentukan satu batasan keras: Sekalipun harga perak sangat tinggi, selama produksi tembaga tidak meningkat secara signifikan, pasokan perak tidak akan bisa meningkat secara besar-besaran. Batas kapasitas produksi sudah ada di sana.
Yang lebih penting lagi adalah pola distribusi perak yang diproses secara global. Menurut statistik, lebih dari 60% perak yang diproses secara global selesai di China. Logika perdagangan internasional sebelumnya sangat sederhana—negara-negara mengirim bahan mentah tambang perak ke China, China memurnikan dan memasok ke seluruh dunia. Model ini seperti rantai industri yang lengkap.
Sekarang jika dilihat kembali, banyak logika investasi mungkin perlu dipertimbangkan ulang. Peluang komoditas besar sering kali tidak ada di angka-angka permukaan, melainkan di detail-detail yang diabaikan dalam rantai industri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
ILCollector
· 01-12 10:38
Haha, perhiasan yang dibeli istri saya secara sembarangan meningkat 4 kali lipat? Operasi ini lebih profesional daripada pemain profesional... Saya telah membuang-buang waktu selama bertahun-tahun.
Lihat AsliBalas0
LiquidationSurvivor
· 01-12 10:36
Istri saya hanya membeli perhiasan secara acak dan mendapatkan keuntungan empat kali lipat, sementara saya sebagai investor profesional di sini sedang meneliti aspek teknikal, membuat saya tertawa terbahak-bahak.
Lihat AsliBalas0
SmartContractPhobia
· 01-12 10:33
Bro, analisis rantai industri ini luar biasa, sebelumnya aku juga cuma lihat harga perak naik langsung ngejar, sama sekali nggak nyangka soal tembaga dan timbal.
Lihat AsliBalas0
NeonCollector
· 01-12 10:27
Bro, analisis kali ini luar biasa. Saya sebelumnya juga hanya melihat angka kenaikan, tidak menyangka logika pasokan perak begitu keras, kapasitas produksi langsung terkunci, tidak heran bisa naik begitu agresif
Mengaku sebagai investor profesional selama bertahun-tahun, hasil investasi malah tidak sebaik perhiasan emas dan perak yang sembarang dibeli istri. Yang menyakitkan, perak tahun ini sudah naik hampir 4 kali lipat, siapa yang bisa tahan?
Mengapa perak begitu agresif? Di balik pertanyaan yang tampaknya sederhana ini sebenarnya adalah logika rantai industri global. Kebanyakan orang tidak tahu, bahwa produksi perak global sebenarnya tidak utama berasal dari tambang perak. Faktanya, sebagian besar perak berasal dari proses pemurnian tembaga dan timbal—tembaga dan timbal adalah produk utama, perak hanyalah hasil sampingan yang diambil secara kebetulan.
Ini menentukan satu batasan keras: Sekalipun harga perak sangat tinggi, selama produksi tembaga tidak meningkat secara signifikan, pasokan perak tidak akan bisa meningkat secara besar-besaran. Batas kapasitas produksi sudah ada di sana.
Yang lebih penting lagi adalah pola distribusi perak yang diproses secara global. Menurut statistik, lebih dari 60% perak yang diproses secara global selesai di China. Logika perdagangan internasional sebelumnya sangat sederhana—negara-negara mengirim bahan mentah tambang perak ke China, China memurnikan dan memasok ke seluruh dunia. Model ini seperti rantai industri yang lengkap.
Sekarang jika dilihat kembali, banyak logika investasi mungkin perlu dipertimbangkan ulang. Peluang komoditas besar sering kali tidak ada di angka-angka permukaan, melainkan di detail-detail yang diabaikan dalam rantai industri.