Belakangan ini jaringan Solana mengalami serangan Distributed Denial of Service (DDoS), dengan puncak lalu lintas mencapai 6Tbps, memicu kekhawatiran pasar terhadap pergerakan harga. Apa itu serangan DDoS? Singkatnya, adalah dengan membanjiri jaringan dengan lalu lintas berbahaya dalam jumlah besar sehingga layanan menjadi lumpuh. Meskipun skala serangan sangat besar, node validasi Solana berhasil menanggapi dengan baik, jaringan tetap stabil, dan tidak terjadi gangguan konfirmasi.
Namun, ketahanan teknologi jaringan tidak mampu menahan penurunan harga koin sesuai harapan. Hingga saat berita ini ditulis, harga transaksi SOL di sekitar level support kritis $126 berulang kali menguji ulang, dengan penurunan 24 jam sekitar 1%. Data terbaru menunjukkan harga SOL $139.67, kenaikan 24 jam +2.26%, tetapi rebound ini masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
Kemenangan Pertahanan Teknis Tapi Sulit Mengubah Tren Harga
Serangan DDoS kali ini mencatat rekor tertinggi—ratusan juta paket data masuk setiap detik, menguji batas jaringan Solana. Yang menarik, validator berhasil menjaga stabilitas rantai, ini merupakan lompatan kuantum dibandingkan masalah kemacetan di masa lalu. Dari sudut pandang ini, jaringan benar-benar menunjukkan daya tahan yang mengesankan.
Namun, data on-chain menceritakan kisah berbeda. Kontrak berjangka yang belum tertutup menurun 3.6% dalam 24 jam menjadi $7.04 miliar, tingkat pembiayaan berbalik menjadi negatif (sekitar -0.0078%), yang berarti memegang posisi short harus membayar—longs sedang melarikan diri.
Apakah Support Bisa Bertahan Menentukan Arah Selanjutnya
Dari segi teknikal, saat ini SOL berkisar di sekitar $126, yang sebelumnya beberapa kali menjadi titik rebound pada November dan bertepatan dengan support lokal di Juni, memiliki arti penting. Jika penutupan harian menembus level ini, target berikutnya adalah $107, lalu di level psikologis $100. Jika tekanan jual semakin kuat, SOL bisa menyentuh support kritis di sekitar $80.
Dari indikator, RSI mendekati 37, berada di wilayah oversold tetapi masih menurun; MACD mendekati dead cross, kolom merah bertambah—semua ini mengindikasikan momentum penurunan semakin menguat. Jika $126 ditembus, banyak posisi leverage longs akan dipaksa tutup, mempercepat penurunan harga.
Tiga Perangkap yang Harus Diwaspadai Trader
Pertama, jangan menganggap stabilitas jaringan sama dengan harga sudah bottom. Ketahanan teknis Solana dan performa pasar SOL tidak selalu sejalan.
Kedua, kondisi makro yang memburuk adalah pendorong utama. Penurunan likuiditas, koreksi pasar kripto secara umum dari posisi tinggi, dan perubahan aliran dana ETF, faktor-faktor ini jauh lebih berpengaruh daripada satu serangan DDoS.
Ketiga, risiko sesungguhnya adalah perubahan sentimen pasar. Dari pola “beli saat murah, fundamental kuat” beralih ke “keluar sebelum support runtuh”—perubahan mindset ini bisa memicu chain reaction trapping.
Titik Kunci Pengamatan untuk Masa Depan
Dalam jangka pendek, trader harus memantau tiga indikator utama: apakah support di $126 mampu bertahan, kapan tingkat pembiayaan kembali normal, dan apakah Solana mampu mengubah tekanan ini menjadi tonggak pengembangan jangka panjang, bukan awal dari penurunan.
Secara keseluruhan, serangan DDoS hanyalah katalisator, bukan akar masalahnya. Penyebab utama pendinginan pasar adalah resonansi dari berbagai faktor—risiko makro, tekanan likuiditas, dan perubahan sentimen. Bagi trader, menjaga support di $126, memantau risiko leverage, dan mengendalikan posisi jauh lebih penting daripada sekadar optimisme buta terhadap teknologi jaringan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Solana mengalami serangan DDoS besar-besaran, akankah SOL mampu mempertahankan dukungan di $126?
Belakangan ini jaringan Solana mengalami serangan Distributed Denial of Service (DDoS), dengan puncak lalu lintas mencapai 6Tbps, memicu kekhawatiran pasar terhadap pergerakan harga. Apa itu serangan DDoS? Singkatnya, adalah dengan membanjiri jaringan dengan lalu lintas berbahaya dalam jumlah besar sehingga layanan menjadi lumpuh. Meskipun skala serangan sangat besar, node validasi Solana berhasil menanggapi dengan baik, jaringan tetap stabil, dan tidak terjadi gangguan konfirmasi.
Namun, ketahanan teknologi jaringan tidak mampu menahan penurunan harga koin sesuai harapan. Hingga saat berita ini ditulis, harga transaksi SOL di sekitar level support kritis $126 berulang kali menguji ulang, dengan penurunan 24 jam sekitar 1%. Data terbaru menunjukkan harga SOL $139.67, kenaikan 24 jam +2.26%, tetapi rebound ini masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.
Kemenangan Pertahanan Teknis Tapi Sulit Mengubah Tren Harga
Serangan DDoS kali ini mencatat rekor tertinggi—ratusan juta paket data masuk setiap detik, menguji batas jaringan Solana. Yang menarik, validator berhasil menjaga stabilitas rantai, ini merupakan lompatan kuantum dibandingkan masalah kemacetan di masa lalu. Dari sudut pandang ini, jaringan benar-benar menunjukkan daya tahan yang mengesankan.
Namun, data on-chain menceritakan kisah berbeda. Kontrak berjangka yang belum tertutup menurun 3.6% dalam 24 jam menjadi $7.04 miliar, tingkat pembiayaan berbalik menjadi negatif (sekitar -0.0078%), yang berarti memegang posisi short harus membayar—longs sedang melarikan diri.
Apakah Support Bisa Bertahan Menentukan Arah Selanjutnya
Dari segi teknikal, saat ini SOL berkisar di sekitar $126, yang sebelumnya beberapa kali menjadi titik rebound pada November dan bertepatan dengan support lokal di Juni, memiliki arti penting. Jika penutupan harian menembus level ini, target berikutnya adalah $107, lalu di level psikologis $100. Jika tekanan jual semakin kuat, SOL bisa menyentuh support kritis di sekitar $80.
Dari indikator, RSI mendekati 37, berada di wilayah oversold tetapi masih menurun; MACD mendekati dead cross, kolom merah bertambah—semua ini mengindikasikan momentum penurunan semakin menguat. Jika $126 ditembus, banyak posisi leverage longs akan dipaksa tutup, mempercepat penurunan harga.
Tiga Perangkap yang Harus Diwaspadai Trader
Pertama, jangan menganggap stabilitas jaringan sama dengan harga sudah bottom. Ketahanan teknis Solana dan performa pasar SOL tidak selalu sejalan.
Kedua, kondisi makro yang memburuk adalah pendorong utama. Penurunan likuiditas, koreksi pasar kripto secara umum dari posisi tinggi, dan perubahan aliran dana ETF, faktor-faktor ini jauh lebih berpengaruh daripada satu serangan DDoS.
Ketiga, risiko sesungguhnya adalah perubahan sentimen pasar. Dari pola “beli saat murah, fundamental kuat” beralih ke “keluar sebelum support runtuh”—perubahan mindset ini bisa memicu chain reaction trapping.
Titik Kunci Pengamatan untuk Masa Depan
Dalam jangka pendek, trader harus memantau tiga indikator utama: apakah support di $126 mampu bertahan, kapan tingkat pembiayaan kembali normal, dan apakah Solana mampu mengubah tekanan ini menjadi tonggak pengembangan jangka panjang, bukan awal dari penurunan.
Secara keseluruhan, serangan DDoS hanyalah katalisator, bukan akar masalahnya. Penyebab utama pendinginan pasar adalah resonansi dari berbagai faktor—risiko makro, tekanan likuiditas, dan perubahan sentimen. Bagi trader, menjaga support di $126, memantau risiko leverage, dan mengendalikan posisi jauh lebih penting daripada sekadar optimisme buta terhadap teknologi jaringan.