Selat Hormuz, salah satu titik transit energi paling kritis di dunia, kembali menjadi pusat perhatian karena meningkatnya ketegangan geopolitik. Dengan sekitar sepertiga minyak dunia yang dikirim melalui jalur sempit ini, setiap gangguan berpotensi menimbulkan risiko besar bagi pasar energi. Ketegangan regional yang meningkat dapat memicu lonjakan harga minyak mentah, yang secara historis menyebar ke seluruh pasar keuangan—mempengaruhi segala sesuatu mulai dari aset tradisional hingga alokasi portofolio kripto. Pedagang yang memantau tren makro harus memperhatikan titik kemacetan ini dengan cermat; volatilitas harga energi sering kali menandai siklus penyesuaian ulang pasar yang lebih luas.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
7
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
NervousFingers
· 17jam yang lalu
Selat Hormuz akan kembali memanas, saat energi memanas, dunia kripto langsung ikut-ikutan, pola sejarah seperti ini.
Lihat AsliBalas0
P2ENotWorking
· 01-12 10:04
Selat Hormuz mulai meledak lagi? Harga energi seperti ini pasti akan menyebabkan harga minyak melonjak, dan dunia kripto kita akan ikut berguncang...
Lihat AsliBalas0
LiquidationWatcher
· 01-12 10:01
Selat Hormuz mulai berulah lagi? Harga minyak naik, kripto langsung kena dampaknya, pola ini sudah sangat familiar.
Lihat AsliBalas0
AirdropHunterWang
· 01-12 10:00
Harga minyak naik, pasar kripto ikut bergoyang, kali ini jika Selat Hormuz benar-benar terjadi masalah, akan benar-benar terjadi pembantaian.
Lihat AsliBalas0
MindsetExpander
· 01-12 10:00
Selat Hormuz kembali bergolak, harga minyak bergerak dan pasar kripto pun ikut bergetar, inilah nadi dari perdagangan makroekonomi.
Selat Hormuz, salah satu titik transit energi paling kritis di dunia, kembali menjadi pusat perhatian karena meningkatnya ketegangan geopolitik. Dengan sekitar sepertiga minyak dunia yang dikirim melalui jalur sempit ini, setiap gangguan berpotensi menimbulkan risiko besar bagi pasar energi. Ketegangan regional yang meningkat dapat memicu lonjakan harga minyak mentah, yang secara historis menyebar ke seluruh pasar keuangan—mempengaruhi segala sesuatu mulai dari aset tradisional hingga alokasi portofolio kripto. Pedagang yang memantau tren makro harus memperhatikan titik kemacetan ini dengan cermat; volatilitas harga energi sering kali menandai siklus penyesuaian ulang pasar yang lebih luas.