Satu bulan waktu, akun mengalami kerugian total 8万 USDT. Lalu apa selanjutnya? Dalam setengah bulan berikutnya, secara mengejutkan berhasil mendapatkan kembali 5万.
Di balik perubahan ini, tidak ada rahasia teknik yang rumit.
Masalah trader ini sebenarnya cukup tipikal: mampu membaca indikator, bisa menggambar level support dan resistance, begitu ada gejolak di pasar langsung tidak sabar ingin membuka posisi. Tampaknya mahir di segala hal, kecuali satu kelemahan fatal—jari terlalu rajin.
Suatu hari dia datang dan mengatakan satu kalimat, terdengar sangat menyakitkan tapi juga sangat nyata: 「Saya tidak berharap menjadi kaya dalam semalam, hanya ingin berhenti terus-menerus diserang secara perlahan setiap hari.」
Saya tidak memberitahunya aturan analisis teknikal yang rumit, hanya menyarankan dia mencoba satu batasan sederhana: maksimal dua kali transaksi dalam seminggu.
Minggu pertama jelas terlihat dia menahan diri. Pergerakan pasar bergejolak, jarinya bergetar, tapi dia keras kepala menahan untuk tidak membuka posisi. Hasilnya? Malah minggu itu tidak mengalami kerugian.
Hingga sekitar hari ke-10, dia mulai menyadari fenomena yang sangat bertentangan dengan intuisi: semakin tidak mengejar, tidak serakah, justru bisa menikmati tren pasar yang lebih lengkap.
Setengah bulan kemudian, dia mengirim screenshot akun. Kerugian 8万 akhirnya berhenti, bahkan dia berhasil mengumpulkan keuntungan tambahan sebesar 5万.
Kesimpulannya sangat sederhana: 「Ternyata tidak trading, jauh lebih baik daripada trading sembarangan.」
Cerita ini layak didengar karena mengungkapkan satu fenomena umum di pasar. Banyak orang sebenarnya tidak kekurangan peluang, yang mereka butuhkan adalah disiplin yang memungkinkan mereka memperlambat ritme. Perdagangan yang terlalu sering sama saja berperang terus-menerus melawan pasar, akhirnya sering kali membuat diri sendiri kelelahan dan hancur.
Jika kamu juga pernah mengalami fase kelelahan akibat overtrading, mungkin titik terobosan sejati bukan terletak pada belajar lebih banyak teknik trading, melainkan menemukan satu set ritme trading yang bisa membuatmu perlahan dan stabil.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
12 Suka
Hadiah
12
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
DegenDreamer
· 16jam yang lalu
Dua transaksi seminggu terdengar sederhana, sebenarnya lebih sulit dari teknologi apa pun. Jari memang benar-benar dosa asal
Lihat AsliBalas0
HodlTheDoor
· 16jam yang lalu
Dua pesanan seminggu ini benar-benar hebat, benar-benar bisa menghilangkan kebiasaan jari
Lihat AsliBalas0
DeepRabbitHole
· 16jam yang lalu
Ini adalah titik sakit saya... setiap kali saya secara tidak sengaja menekan, pesanan menumpuk menjadi gunung dalam satu minggu
Lihat AsliBalas0
SmartContractPhobia
· 16jam yang lalu
Memang sulit untuk berhenti memegang cincin jari, saya juga punya masalah ini, sulit untuk melakukan dua transaksi dalam seminggu...
Teman ini bertahan selama seminggu dengan keras kepala, malah mendapatkan keuntungan? Kenapa ini begitu bertentangan dengan intuisi...
Seni dari stop loss adalah tidak bergerak, saya merasakannya...
Daripada terus-menerus melihat layar dan panik, lebih baik tidur saja, hanya dengan sadar kita bisa melihat pasar dengan jelas.
Hari-hari dengan lebih dari sepuluh transaksi benar-benar menyiksa, sekarang saya baru mengerti apa itu dibantai pasar...
Satu bulan waktu, akun mengalami kerugian total 8万 USDT. Lalu apa selanjutnya? Dalam setengah bulan berikutnya, secara mengejutkan berhasil mendapatkan kembali 5万.
Di balik perubahan ini, tidak ada rahasia teknik yang rumit.
Masalah trader ini sebenarnya cukup tipikal: mampu membaca indikator, bisa menggambar level support dan resistance, begitu ada gejolak di pasar langsung tidak sabar ingin membuka posisi. Tampaknya mahir di segala hal, kecuali satu kelemahan fatal—jari terlalu rajin.
Suatu hari dia datang dan mengatakan satu kalimat, terdengar sangat menyakitkan tapi juga sangat nyata: 「Saya tidak berharap menjadi kaya dalam semalam, hanya ingin berhenti terus-menerus diserang secara perlahan setiap hari.」
Saya tidak memberitahunya aturan analisis teknikal yang rumit, hanya menyarankan dia mencoba satu batasan sederhana: maksimal dua kali transaksi dalam seminggu.
Minggu pertama jelas terlihat dia menahan diri. Pergerakan pasar bergejolak, jarinya bergetar, tapi dia keras kepala menahan untuk tidak membuka posisi. Hasilnya? Malah minggu itu tidak mengalami kerugian.
Hingga sekitar hari ke-10, dia mulai menyadari fenomena yang sangat bertentangan dengan intuisi: semakin tidak mengejar, tidak serakah, justru bisa menikmati tren pasar yang lebih lengkap.
Setengah bulan kemudian, dia mengirim screenshot akun. Kerugian 8万 akhirnya berhenti, bahkan dia berhasil mengumpulkan keuntungan tambahan sebesar 5万.
Kesimpulannya sangat sederhana: 「Ternyata tidak trading, jauh lebih baik daripada trading sembarangan.」
Cerita ini layak didengar karena mengungkapkan satu fenomena umum di pasar. Banyak orang sebenarnya tidak kekurangan peluang, yang mereka butuhkan adalah disiplin yang memungkinkan mereka memperlambat ritme. Perdagangan yang terlalu sering sama saja berperang terus-menerus melawan pasar, akhirnya sering kali membuat diri sendiri kelelahan dan hancur.
Jika kamu juga pernah mengalami fase kelelahan akibat overtrading, mungkin titik terobosan sejati bukan terletak pada belajar lebih banyak teknik trading, melainkan menemukan satu set ritme trading yang bisa membuatmu perlahan dan stabil.