Perdebatan mengenai renovasi gedung kantor pusat Washington sedang berkembang menjadi krisis besar yang menyangkut independensi Federal Reserve. Ketua Federal Reserve Powell menanggapi dalam pernyataan video pada 11 Januari bahwa penyelidikan pidana oleh jaksa adalah alasan palsu, sedangkan alasan sebenarnya adalah karena Federal Reserve tetap menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian ekonomi, bukan keinginan politik.
01 Kejadian Mendadak
Kantor Kejaksaan Federal District of Columbia telah memulai penyelidikan pidana terhadap Ketua Federal Reserve Powell. Isi penyelidikan meliputi kondisi renovasi gedung kantor pusat Washington dan apakah Powell berbohong kepada Kongres mengenai cakupan proyek tersebut.
Total biaya renovasi ini sekitar 2,5 miliar dolar AS dan telah menjadi sumber kontroversi sejak awal. Renovasi meliputi penghapusan asbestos, peningkatan sistem listrik dan ventilasi, serta pekerjaan penting lainnya.
Pemicu penyelidikan adalah kesaksian Powell pada Juni tahun lalu di Komite Perbankan Senat. Departemen Kehakiman telah mengirimkan surat panggilan grand jury kepada Federal Reserve, mengancam akan menuntut secara pidana.
02 Tanggapan Tegas Powell
Dalam pernyataannya pada 11 Januari, Powell langsung mengaitkan penyelidikan pidana terhadap dirinya dengan perbedaan pendapat tentang kebijakan suku bunga dengan pemerintahan Trump. Ia menganggap langkah ini sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dan harus dilihat dalam konteks tekanan dan ancaman yang terus-menerus dari pemerintahan saat ini.
Ia dengan tegas menyatakan: “Ini semua hanya alasan palsu. Ancaman terhadap penuntutan pidana sebenarnya karena Federal Reserve selalu menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik kami terhadap kepentingan umum, bukan mengikuti keinginan pribadi Presiden.”
Powell menekankan inti masalah: “Ini menyangkut apakah Federal Reserve masih dapat menetapkan suku bunga berdasarkan bukti dan kondisi ekonomi—atau apakah kebijakan moneter akan dipengaruhi oleh tekanan atau paksaan politik.”
03 Respon Pasar Segera
Setelah berita penyelidikan muncul, pasar keuangan bereaksi dengan cepat. Indeks dolar AS dan indeks saham AS turun secara luas, sementara harga emas dan perak internasional melonjak tajam dan mencetak rekor baru.
Hingga saat berita ini ditulis, harga emas spot naik 1,88%, sementara perak spot melonjak lebih dari 4%. Analis pasar menunjukkan bahwa jika kejadian ini dianggap serius mengganggu pelaksanaan tugas Powell sebagai Ketua Federal Reserve, indeks saham AS dan dolar AS mungkin akan semakin tertekan.
Respon pasar ini menunjukkan kekhawatiran investor global terhadap ancaman terhadap independensi Federal Reserve. Kemampuan pengambilan keputusan independen Fed selalu menjadi fondasi penting stabilitas keuangan global.
04 Perjuangan Politik Jangka Panjang
Kejadian ini bukanlah insiden tunggal, melainkan peningkatan terbaru dari konflik jangka panjang antara Trump dan Powell. Sejak menjabat sebagai Presiden AS untuk kedua kalinya pada Januari tahun lalu, Trump terus mendesak Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga.
Trump berharap langkah ini dapat merangsang ekonomi dan menurunkan biaya pinjaman pemerintah. Tidak puas karena Fed tidak menurunkan suku bunga secara agresif, Trump beberapa kali meminta Powell mengundurkan diri.
Presiden bahkan secara terbuka menyatakan: “Saya sangat ingin memecatnya, tetapi kita (sudah dekat dengan akhir masa jabatan Powell).” Tekanan terbuka ini sangat jarang terjadi dalam sejarah AS dan melanggar tradisi selama puluhan tahun di mana Gedung Putih menghormati independensi Federal Reserve.
05 Strategi Tanggap Federal Reserve
Menghadapi tekanan politik, internal Federal Reserve masih terbagi mengenai arah kebijakan suku bunga. Saat ini, suku bunga dana federal AS dipertahankan di kisaran 3,5% - 3,75%.
Direktur Federal Reserve Stephen Milar memperkirakan akan menurunkan suku bunga sekitar 150 basis poin pada 2026 untuk mendukung pemulihan pasar tenaga kerja. Ia memperkirakan tingkat inflasi dasar akan berjalan di sekitar 2,3%, mendekati target Federal Reserve.
Namun, tidak semua pejabat setuju dengan jalur pelonggaran agresif ini. Semakin banyak pejabat cenderung mempertahankan suku bunga setidaknya sampai data lebih lengkap tentang inflasi dan lapangan kerja tersedia. Presiden Federal Reserve Richmond, Thomas Barkin, menekankan bahwa jalur kebijakan moneter ke depan harus mengambil pendekatan “penyesuaian halus.”
06 Keterkaitan Kebijakan Moneter dan Pasar Kripto
Keputusan suku bunga Federal Reserve sangat berkaitan dengan pasar cryptocurrency. Kebijakan moneter yang longgar biasanya mendorong aliran dana ke aset berisiko tinggi seperti kripto.
Data dari platform Gate hingga 12 Januari menunjukkan bahwa pasar kripto sangat sensitif terhadap perubahan kebijakan makro. Harga Bitcoin saat ini berfluktuasi di sekitar $189.000, dengan permintaan investor tetap kuat. Sementara itu, harga token platform Gate, GT, berada di $10,33, dengan kenaikan 0,70% dalam 24 jam.
Prediksi dari Citibank sebelumnya menunjukkan bahwa harga Bitcoin diperkirakan mencapai $143.000 pada 2026. Minat investor institusional terhadap aset digital terus meningkat, dan regulasi terhadap mata uang digital di AS diperkirakan akan semakin longgar.
07 Kontroversi Calon Pengganti
Masa jabatan Powell akan berakhir pada Mei tahun ini. Trump telah menyatakan bahwa ia berencana mengumumkan calon pengganti Powell pada Januari 2026.
Pengamat pasar umumnya memperkirakan Trump akan mengusulkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hasset, mantan anggota Federal Reserve Kevin Waugh, atau Chief Investment Officer Fixed Income Global BlackRock, Rick Reeder.
Anggota Komite Perbankan Senat, Senator Partai Republik Tom Tillis, menyatakan bahwa ia akan “menentang konfirmasi siapa pun dari calon Federal Reserve—termasuk kekosongan posisi Ketua Federal Reserve yang akan datang—sampai masalah hukum ini sepenuhnya diselesaikan.” Pernyataan ini dapat memperumit proses pengangkatan Ketua Federal Reserve.
Prospek Masa Depan
Ketika berita tentang penyelidikan pidana terhadap Powell muncul, dolar AS langsung melemah, sementara harga emas dan perak mencetak rekor baru. Fakta ini menegaskan pentingnya independensi Federal Reserve bagi pasar keuangan global.
Anggota Komite Perbankan Senat Tom Tillis telah menyatakan menentang konfirmasi calon Federal Reserve manapun sampai penyelidikan ini selesai. Ini menunjukkan bahwa perjuangan politik seputar Federal Reserve kemungkinan akan berlangsung berbulan-bulan.
Apapun hasilnya, kebijakan moneter AS dan pertarungan kekuasaan politik telah memasuki tahap ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Investor perlu memantau perkembangan kejadian ini secara saksama agar dapat menyesuaikan strategi investasi mereka secara tepat waktu.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Powell sedang diselidiki secara pidana: Independensi kebijakan moneter AS menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya
Perdebatan mengenai renovasi gedung kantor pusat Washington sedang berkembang menjadi krisis besar yang menyangkut independensi Federal Reserve. Ketua Federal Reserve Powell menanggapi dalam pernyataan video pada 11 Januari bahwa penyelidikan pidana oleh jaksa adalah alasan palsu, sedangkan alasan sebenarnya adalah karena Federal Reserve tetap menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian ekonomi, bukan keinginan politik.
01 Kejadian Mendadak
Kantor Kejaksaan Federal District of Columbia telah memulai penyelidikan pidana terhadap Ketua Federal Reserve Powell. Isi penyelidikan meliputi kondisi renovasi gedung kantor pusat Washington dan apakah Powell berbohong kepada Kongres mengenai cakupan proyek tersebut.
Total biaya renovasi ini sekitar 2,5 miliar dolar AS dan telah menjadi sumber kontroversi sejak awal. Renovasi meliputi penghapusan asbestos, peningkatan sistem listrik dan ventilasi, serta pekerjaan penting lainnya.
Pemicu penyelidikan adalah kesaksian Powell pada Juni tahun lalu di Komite Perbankan Senat. Departemen Kehakiman telah mengirimkan surat panggilan grand jury kepada Federal Reserve, mengancam akan menuntut secara pidana.
02 Tanggapan Tegas Powell
Dalam pernyataannya pada 11 Januari, Powell langsung mengaitkan penyelidikan pidana terhadap dirinya dengan perbedaan pendapat tentang kebijakan suku bunga dengan pemerintahan Trump. Ia menganggap langkah ini sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya dan harus dilihat dalam konteks tekanan dan ancaman yang terus-menerus dari pemerintahan saat ini.
Ia dengan tegas menyatakan: “Ini semua hanya alasan palsu. Ancaman terhadap penuntutan pidana sebenarnya karena Federal Reserve selalu menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik kami terhadap kepentingan umum, bukan mengikuti keinginan pribadi Presiden.”
Powell menekankan inti masalah: “Ini menyangkut apakah Federal Reserve masih dapat menetapkan suku bunga berdasarkan bukti dan kondisi ekonomi—atau apakah kebijakan moneter akan dipengaruhi oleh tekanan atau paksaan politik.”
03 Respon Pasar Segera
Setelah berita penyelidikan muncul, pasar keuangan bereaksi dengan cepat. Indeks dolar AS dan indeks saham AS turun secara luas, sementara harga emas dan perak internasional melonjak tajam dan mencetak rekor baru.
Hingga saat berita ini ditulis, harga emas spot naik 1,88%, sementara perak spot melonjak lebih dari 4%. Analis pasar menunjukkan bahwa jika kejadian ini dianggap serius mengganggu pelaksanaan tugas Powell sebagai Ketua Federal Reserve, indeks saham AS dan dolar AS mungkin akan semakin tertekan.
Respon pasar ini menunjukkan kekhawatiran investor global terhadap ancaman terhadap independensi Federal Reserve. Kemampuan pengambilan keputusan independen Fed selalu menjadi fondasi penting stabilitas keuangan global.
04 Perjuangan Politik Jangka Panjang
Kejadian ini bukanlah insiden tunggal, melainkan peningkatan terbaru dari konflik jangka panjang antara Trump dan Powell. Sejak menjabat sebagai Presiden AS untuk kedua kalinya pada Januari tahun lalu, Trump terus mendesak Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga.
Trump berharap langkah ini dapat merangsang ekonomi dan menurunkan biaya pinjaman pemerintah. Tidak puas karena Fed tidak menurunkan suku bunga secara agresif, Trump beberapa kali meminta Powell mengundurkan diri.
Presiden bahkan secara terbuka menyatakan: “Saya sangat ingin memecatnya, tetapi kita (sudah dekat dengan akhir masa jabatan Powell).” Tekanan terbuka ini sangat jarang terjadi dalam sejarah AS dan melanggar tradisi selama puluhan tahun di mana Gedung Putih menghormati independensi Federal Reserve.
05 Strategi Tanggap Federal Reserve
Menghadapi tekanan politik, internal Federal Reserve masih terbagi mengenai arah kebijakan suku bunga. Saat ini, suku bunga dana federal AS dipertahankan di kisaran 3,5% - 3,75%.
Direktur Federal Reserve Stephen Milar memperkirakan akan menurunkan suku bunga sekitar 150 basis poin pada 2026 untuk mendukung pemulihan pasar tenaga kerja. Ia memperkirakan tingkat inflasi dasar akan berjalan di sekitar 2,3%, mendekati target Federal Reserve.
Namun, tidak semua pejabat setuju dengan jalur pelonggaran agresif ini. Semakin banyak pejabat cenderung mempertahankan suku bunga setidaknya sampai data lebih lengkap tentang inflasi dan lapangan kerja tersedia. Presiden Federal Reserve Richmond, Thomas Barkin, menekankan bahwa jalur kebijakan moneter ke depan harus mengambil pendekatan “penyesuaian halus.”
06 Keterkaitan Kebijakan Moneter dan Pasar Kripto
Keputusan suku bunga Federal Reserve sangat berkaitan dengan pasar cryptocurrency. Kebijakan moneter yang longgar biasanya mendorong aliran dana ke aset berisiko tinggi seperti kripto.
Data dari platform Gate hingga 12 Januari menunjukkan bahwa pasar kripto sangat sensitif terhadap perubahan kebijakan makro. Harga Bitcoin saat ini berfluktuasi di sekitar $189.000, dengan permintaan investor tetap kuat. Sementara itu, harga token platform Gate, GT, berada di $10,33, dengan kenaikan 0,70% dalam 24 jam.
Prediksi dari Citibank sebelumnya menunjukkan bahwa harga Bitcoin diperkirakan mencapai $143.000 pada 2026. Minat investor institusional terhadap aset digital terus meningkat, dan regulasi terhadap mata uang digital di AS diperkirakan akan semakin longgar.
07 Kontroversi Calon Pengganti
Masa jabatan Powell akan berakhir pada Mei tahun ini. Trump telah menyatakan bahwa ia berencana mengumumkan calon pengganti Powell pada Januari 2026.
Pengamat pasar umumnya memperkirakan Trump akan mengusulkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hasset, mantan anggota Federal Reserve Kevin Waugh, atau Chief Investment Officer Fixed Income Global BlackRock, Rick Reeder.
Anggota Komite Perbankan Senat, Senator Partai Republik Tom Tillis, menyatakan bahwa ia akan “menentang konfirmasi siapa pun dari calon Federal Reserve—termasuk kekosongan posisi Ketua Federal Reserve yang akan datang—sampai masalah hukum ini sepenuhnya diselesaikan.” Pernyataan ini dapat memperumit proses pengangkatan Ketua Federal Reserve.
Prospek Masa Depan
Ketika berita tentang penyelidikan pidana terhadap Powell muncul, dolar AS langsung melemah, sementara harga emas dan perak mencetak rekor baru. Fakta ini menegaskan pentingnya independensi Federal Reserve bagi pasar keuangan global.
Anggota Komite Perbankan Senat Tom Tillis telah menyatakan menentang konfirmasi calon Federal Reserve manapun sampai penyelidikan ini selesai. Ini menunjukkan bahwa perjuangan politik seputar Federal Reserve kemungkinan akan berlangsung berbulan-bulan.
Apapun hasilnya, kebijakan moneter AS dan pertarungan kekuasaan politik telah memasuki tahap ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Investor perlu memantau perkembangan kejadian ini secara saksama agar dapat menyesuaikan strategi investasi mereka secara tepat waktu.