Pasar keuangan global baru-baru ini menampilkan aksi yang menarik perhatian. Emas spot pertama kali menembus di atas USD/ons, dan perak mengikuti dengan cepat juga mencapai rekor tertinggi baru. Kedua logam mulia ini melaju bersama, ini bukan sekadar permainan angka—lebih seperti menyampaikan beberapa sinyal pasar yang mendalam kepada kita.
Mengenai kenaikan harga emas ini, kita harus melihat ke belakang lebih dari setengah abad. Saat sistem Bretton Woods runtuh (1971), harga emas hanya 35 USD per ons, sekarang naik menjadi lebih dari 4600 USD, meningkat lebih dari 130 kali lipat. Terutama dalam empat tahun terakhir, kenaikannya hampir dua kali lipat. Di balik percepatan kenaikan ini, tercermin perubahan diam-diam kepercayaan terhadap mata uang kredit di seluruh dunia.
Dari segi teknikal, emas sejak titik terendah tahun 2015 terus membangun saluran kenaikan, dan periode konsolidasi sekitar sepuluh tahun ini telah benar-benar ditembus, membuka ruang kenaikan selanjutnya. Lebih dari itu, perak juga mencapai rekor tertinggi baru, "penembusan ganda" emas-perak ini dalam sejarah sering kali menandakan kekuatan tren logam mulia yang jauh melebihi ekspektasi, dan keberlanjutan tren tersebut juga lebih kuat.
Faktor-faktor yang mendorong aksi ini cukup banyak. Risiko geopolitik global yang terus meningkat adalah pendorong utama, ditambah ketidakpastian kebijakan bank sentral di berbagai negara, permintaan pasar terhadap aset lindung nilai tetap tinggi. Bersamaan dengan tekanan depresiasi mata uang kredit, minat investor terhadap aset keras seperti logam mulia ini juga meningkat. Gabungan dari kekuatan-kekuatan ini membentuk apa yang sekarang disebut sebagai "multi-ensemble".
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
HashRateHermit
· 01-12 07:57
Emas menembus 4600 benar-benar bukan hal kecil, sinyal di baliknya adalah kunci... Mata uang fiat benar-benar harus melakukan refleksi
Lihat AsliBalas0
GateUser-a180694b
· 01-12 07:53
Emas menembus 4600 memang bukan kebetulan, ini adalah peringatan agar kita semua sadar bahwa fiat harus bangkit dari tidur.
Lihat AsliBalas0
ruggedSoBadLMAO
· 01-12 07:41
Emas 4600 sudah pecah, sekarang benar-benar harus memegang sedikit barang fisik... Uang kredit ini entah kapan akan runtuh.
Lihat AsliBalas0
gm_or_ngmi
· 01-12 07:38
Emas menembus 4600? Ini menunjukkan bahwa semua orang sedang beralih ke aset keras, dan gelombang ini benar-benar bukan lelucon
Lihat AsliBalas0
LiquidationAlert
· 01-12 07:27
Emas sudah mencapai 4600? Ya ampun, ini benar-benar bukan permainan angka, mata uang kredit ini akan hancur nih
Pasar keuangan global baru-baru ini menampilkan aksi yang menarik perhatian. Emas spot pertama kali menembus di atas USD/ons, dan perak mengikuti dengan cepat juga mencapai rekor tertinggi baru. Kedua logam mulia ini melaju bersama, ini bukan sekadar permainan angka—lebih seperti menyampaikan beberapa sinyal pasar yang mendalam kepada kita.
Mengenai kenaikan harga emas ini, kita harus melihat ke belakang lebih dari setengah abad. Saat sistem Bretton Woods runtuh (1971), harga emas hanya 35 USD per ons, sekarang naik menjadi lebih dari 4600 USD, meningkat lebih dari 130 kali lipat. Terutama dalam empat tahun terakhir, kenaikannya hampir dua kali lipat. Di balik percepatan kenaikan ini, tercermin perubahan diam-diam kepercayaan terhadap mata uang kredit di seluruh dunia.
Dari segi teknikal, emas sejak titik terendah tahun 2015 terus membangun saluran kenaikan, dan periode konsolidasi sekitar sepuluh tahun ini telah benar-benar ditembus, membuka ruang kenaikan selanjutnya. Lebih dari itu, perak juga mencapai rekor tertinggi baru, "penembusan ganda" emas-perak ini dalam sejarah sering kali menandakan kekuatan tren logam mulia yang jauh melebihi ekspektasi, dan keberlanjutan tren tersebut juga lebih kuat.
Faktor-faktor yang mendorong aksi ini cukup banyak. Risiko geopolitik global yang terus meningkat adalah pendorong utama, ditambah ketidakpastian kebijakan bank sentral di berbagai negara, permintaan pasar terhadap aset lindung nilai tetap tinggi. Bersamaan dengan tekanan depresiasi mata uang kredit, minat investor terhadap aset keras seperti logam mulia ini juga meningkat. Gabungan dari kekuatan-kekuatan ini membentuk apa yang sekarang disebut sebagai "multi-ensemble".