Logika penyimpanan awan tradisional sangat sederhana dan kasar—menyewa apartemen di pusat kota, bahkan jika hanya menaruh satu koper pun harus membayar sewa penuh. Kemunculan Walrus mengubah aturan permainan ini, memungkinkan data dipecah dan disusun ulang seperti Lego, diisi ke setiap sudut jaringan, dan Anda hanya membayar untuk ruang yang benar-benar digunakan.
Menuju Januari 2026, medan perang penyimpanan terdesentralisasi telah beralih dari konsep ke perbandingan praktik. Menariknya, dalam pola pembagian pasar antara Filecoin dan Arweave, Walrus tiba-tiba muncul dan memaksa biaya penyimpanan ke tingkat yang membuat orang terbelalak. Semua orang penasaran—kenapa bisa begitu?
Jawabannya terletak pada rekonstruksi bentuk fisik data itu sendiri.
Kebanyakan penyimpanan terdistribusi menggunakan strategi "pengulang", yaitu membuat cadangan file tiga kali, lima kali untuk mencegah kehilangan. Terlihat aman, tetapi biayanya juga akan meningkat—tiga kali lipat hard disk, tiga kali lipat bandwidth, tiga kali lipat biaya. Walrus mengubah pendekatan dengan memperkenalkan teknologi kode koreksi Red-stuff. Sebagai perumpamaan, ia memecah satu piring keramik utuh menjadi seratus fragmen yang tersebar di seluruh node global. Keistimewaannya di sini—Anda tidak perlu mengumpulkan semua fragmen. Cukup mengumpulkan beberapa bagian secara acak, algoritma matematika dapat merekonstruksi seluruh piring keramik tersebut secara sempurna. Logika "rekonstruksi terdistribusi" ini secara drastis mengubah ekonomi penyimpanan.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
6 Suka
Hadiah
6
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
AllInDaddy
· 01-12 04:47
Wah, teknologi kode koreksi ini benar-benar luar biasa, akhirnya ada orang yang memahami masalah ini dengan jelas
Lihat AsliBalas0
WalletAnxietyPatient
· 01-12 04:47
Kode koreksi kesalahan ini memang hebat, dibandingkan dengan sistem tiga cadangan Filecoin benar-benar menghemat banyak... Tapi masalahnya, apakah node benar-benar dapat diandalkan?
Lihat AsliBalas0
MerkleDreamer
· 01-12 04:42
Kode koreksi dan penghapusan ini sudah lama saya perhatikan, Walrus kali ini memang cukup menarik, akhirnya ada yang berani mengganggu kue Filecoin
Lihat AsliBalas0
ImpermanentLossFan
· 01-12 04:36
Kode erasure sudah seharusnya digunakan sejak lama, mengapa butuh waktu begitu lama untuk orang menyadarinya? Bagaimanapun, skema salinan tiga kali dari Filecoin memang terlalu boros.
Logika penyimpanan awan tradisional sangat sederhana dan kasar—menyewa apartemen di pusat kota, bahkan jika hanya menaruh satu koper pun harus membayar sewa penuh. Kemunculan Walrus mengubah aturan permainan ini, memungkinkan data dipecah dan disusun ulang seperti Lego, diisi ke setiap sudut jaringan, dan Anda hanya membayar untuk ruang yang benar-benar digunakan.
Menuju Januari 2026, medan perang penyimpanan terdesentralisasi telah beralih dari konsep ke perbandingan praktik. Menariknya, dalam pola pembagian pasar antara Filecoin dan Arweave, Walrus tiba-tiba muncul dan memaksa biaya penyimpanan ke tingkat yang membuat orang terbelalak. Semua orang penasaran—kenapa bisa begitu?
Jawabannya terletak pada rekonstruksi bentuk fisik data itu sendiri.
Kebanyakan penyimpanan terdistribusi menggunakan strategi "pengulang", yaitu membuat cadangan file tiga kali, lima kali untuk mencegah kehilangan. Terlihat aman, tetapi biayanya juga akan meningkat—tiga kali lipat hard disk, tiga kali lipat bandwidth, tiga kali lipat biaya. Walrus mengubah pendekatan dengan memperkenalkan teknologi kode koreksi Red-stuff. Sebagai perumpamaan, ia memecah satu piring keramik utuh menjadi seratus fragmen yang tersebar di seluruh node global. Keistimewaannya di sini—Anda tidak perlu mengumpulkan semua fragmen. Cukup mengumpulkan beberapa bagian secara acak, algoritma matematika dapat merekonstruksi seluruh piring keramik tersebut secara sempurna. Logika "rekonstruksi terdistribusi" ini secara drastis mengubah ekonomi penyimpanan.