Eksperimen menarik baru saja selesai: 100 trader, $1M modal, pertarungan selama 15 hari. 70 trader manusia berhadapan langsung dengan 30 agen perdagangan AI.
Pengaturan ini menimbulkan beberapa pertanyaan menarik yang layak dipikirkan:
Bisakah algoritma benar-benar mengungguli intuisi manusia di pasar yang bergerak cepat? Kebanyakan trader mengandalkan feeling dan pengalaman—apakah keunggulan itu benar-benar bertahan melawan pengambilan keputusan berbasis data?
Lalu ada manajemen risiko. Manusia menjadi emosional, ragu-ragu, atau terlalu berkomitmen. AI beroperasi tanpa emosi. Apakah disiplin itu diterjemahkan ke dalam pengendalian drawdown yang lebih baik dan ketahanan portofolio?
Dan inilah yang sebenarnya penting: bisakah kode benar-benar memahami perilaku kerumunan? Pasar bergerak berdasarkan psikologi dan sentimen sama seperti fundamental. Bisakah mesin menangkap itu?
Hasilnya seharusnya memberi tahu kita banyak tentang ke mana arah perdagangan—dan apakah masa depan akan bersifat hybrid (manusia + AI) atau sepenuhnya algoritmik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
17 Suka
Hadiah
17
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
PerennialLeek
· 19jam yang lalu
nah Jujur saja, AI menang pun hanyalah asumsi data yang sempurna. Saat pasar benar-benar mengalami keruntuhan, manusia justru akan bertahan lebih lama.
Lihat AsliBalas0
PanicSeller
· 19jam yang lalu
Haha, ini lagi-lagi cerita tentang "pertempuran manusia dan mesin". Sejujurnya, 15 hari terlalu singkat, jadi tidak bisa melihat apa-apa.
Rasanya AI memang unggul dalam stabilitas, tapi saat pasar bullish sejati atau saat kejadian tak terduga seperti black swan datang? Apakah mesin bisa merespons dengan cepat?
Lihat AsliBalas0
LiquidationHunter
· 19jam yang lalu
1 juta dolar dalam 15 hari... Apakah data ini sudah keluar, penasaran siapa yang kena margin call hahaha
Lihat AsliBalas0
0xSleepDeprived
· 19jam yang lalu
Haha, kecerdasan buatan masih mau menang? Saya bertaruh 5 rupiah, 30 AI itu sama sekali tidak bisa memahami kegilaan pasar
Lihat AsliBalas0
StakeTillRetire
· 19jam yang lalu
Sejujurnya, desain eksperimen ini agak bermasalah, 15 hari terlalu singkat, tidak bisa menunjukkan apa-apa. Kecerdasan buatan mungkin akan meledak dalam pasar yang bergejolak, tetapi jika burung bangkai hitam yang sebenarnya datang? Algoritma sekeren apa pun hanya bisa mengandalkan data historis.
Lihat AsliBalas0
GateUser-cff9c776
· 19jam yang lalu
Menurut kurva penawaran dan permintaan, kemenangan AI juga tidak dapat mengubah sifat dasar keserakahan manusia, itulah sebabnya saya tetap all in pada trader manusia[anjing kepala]
Man vs Machine: Pertarungan Perdagangan
Eksperimen menarik baru saja selesai: 100 trader, $1M modal, pertarungan selama 15 hari. 70 trader manusia berhadapan langsung dengan 30 agen perdagangan AI.
Pengaturan ini menimbulkan beberapa pertanyaan menarik yang layak dipikirkan:
Bisakah algoritma benar-benar mengungguli intuisi manusia di pasar yang bergerak cepat? Kebanyakan trader mengandalkan feeling dan pengalaman—apakah keunggulan itu benar-benar bertahan melawan pengambilan keputusan berbasis data?
Lalu ada manajemen risiko. Manusia menjadi emosional, ragu-ragu, atau terlalu berkomitmen. AI beroperasi tanpa emosi. Apakah disiplin itu diterjemahkan ke dalam pengendalian drawdown yang lebih baik dan ketahanan portofolio?
Dan inilah yang sebenarnya penting: bisakah kode benar-benar memahami perilaku kerumunan? Pasar bergerak berdasarkan psikologi dan sentimen sama seperti fundamental. Bisakah mesin menangkap itu?
Hasilnya seharusnya memberi tahu kita banyak tentang ke mana arah perdagangan—dan apakah masa depan akan bersifat hybrid (manusia + AI) atau sepenuhnya algoritmik.