Permintaan komputasi AI meledak, tetapi bottleneck-nya bukan chip, melainkan listrik.
Pandangan ini baru-baru ini memicu diskusi sengit di pasar. Sektor energi kemudian mendapat perhatian — tenaga listrik tradisional, pembangkit tenaga surya, sistem penyimpanan energi, teknologi fusi nuklir, berbagai dana semuanya bertaruh pada peluang berikutnya. Pertanyaannya adalah: jalur mana yang benar-benar bisa terobosan?
Lihat saja jejak masa lalu maka akan jelas. Booming penerbangan komersial berakhir, perhatian modal beralih ke antarmuka otak-mesin, robotika, semikonduktor. Sekarang giliran energi menjadi fokus. Sejak awal 2026 hingga sekarang, sub-sektor teknologi besar tetap aktif berulang kali dalam rotasi, dengan ritme pergantian hotspot semakin cepat.
Dapatkah fusi nuklir mengambil alih bastanya? Apakah energi terbarukan akan terus memanas? Atau hanya gelombang lain dari spekulasi konsep komputasi? Pasar masih mencari jawaban. Kuncinya terletak pada siapa yang benar-benar dapat mengatasi bottleneck pasokan listrik, dialah yang akan mendapat keuntungan dari gelombang pertumbuhan berikutnya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
CryptoHistoryClass
· 01-11 16:54
ah here we go again... *memeriksa grafik dari 2021* "diskurs hambatan daya", kecuali terakhir kali itu adalah bandwidth pada 2017 dan rantai pasokan pada 2020. menarik bagaimana kita terus mengemas ulang narasi ketakutan yang sama dengan label teknologi baru sejujurnya
Lihat AsliBalas0
MetaverseHobo
· 01-11 16:48
Listrik memang benar-benar menjadi masalah besar, tetapi sepertinya sedang hype tentang konsep...
Modal seperti ini, gelombang demi gelombang, sama sekali tidak ada yang benar-benar menyelesaikan masalah
Berapa lama sudah mereka membual tentang fusi nuklir? Masih harus mengandalkan listrik konvensional
Lihat AsliBalas0
OfflineValidator
· 01-11 16:31
Ini lagi lagi, tahun ini belum pernah melihat peluang yang benar-benar menjanjikan
Uang cepat selalu kalah dengan teknologi yang nyata
Masalah listrik ini sudah dibicarakan selama ini, kenapa belum juga tersebar luas
Lihat AsliBalas0
GateUser-ccc36bc5
· 01-11 16:31
Lagi-lagi tata putar yang sama, modal selalu mengejar tren, tidak pernah melihat yang benar-benar menyelesaikan masalah.
Permintaan komputasi AI meledak, tetapi bottleneck-nya bukan chip, melainkan listrik.
Pandangan ini baru-baru ini memicu diskusi sengit di pasar. Sektor energi kemudian mendapat perhatian — tenaga listrik tradisional, pembangkit tenaga surya, sistem penyimpanan energi, teknologi fusi nuklir, berbagai dana semuanya bertaruh pada peluang berikutnya. Pertanyaannya adalah: jalur mana yang benar-benar bisa terobosan?
Lihat saja jejak masa lalu maka akan jelas. Booming penerbangan komersial berakhir, perhatian modal beralih ke antarmuka otak-mesin, robotika, semikonduktor. Sekarang giliran energi menjadi fokus. Sejak awal 2026 hingga sekarang, sub-sektor teknologi besar tetap aktif berulang kali dalam rotasi, dengan ritme pergantian hotspot semakin cepat.
Dapatkah fusi nuklir mengambil alih bastanya? Apakah energi terbarukan akan terus memanas? Atau hanya gelombang lain dari spekulasi konsep komputasi? Pasar masih mencari jawaban. Kuncinya terletak pada siapa yang benar-benar dapat mengatasi bottleneck pasokan listrik, dialah yang akan mendapat keuntungan dari gelombang pertumbuhan berikutnya.