Data terbaru dari institusi besar menunjukkan gambaran yang cukup mencolok: sekitar dua pertiga eksekutif perusahaan secara aktif mengurangi jumlah karyawan atau membekukan perekrutan baru untuk tahun mendatang. Itu hanya menyisakan sekitar satu pertiga yang merencanakan dorongan perekrutan yang nyata. Ini adalah tekanan yang cukup ketat, terutama jika Anda baru lulus sekolah dan sedang mencari peran pertama.
Jadi, apa yang sebenarnya terjadi di sini? Gambaran yang cukup jelas—bisnis menjadi lebih berhati-hati. Apakah itu ketidakpastian ekonomi, meningkatnya biaya operasional, atau sekadar bermain aman sebelum siklus pertumbuhan berikutnya, perusahaan memperketat pengeluaran mereka. Bagi lulusan baru, ini berarti lebih sedikit peluang masuk ke peran tradisional, lebih banyak kompetisi untuk posisi yang ada, dan mungkin tekanan lebih besar untuk menonjol.
Dampak ripple melampaui sekadar pencarian kerja. Aliran talenta bergeser, industri bersaing lebih keras untuk lulusan terbaik, dan sektor seperti teknologi dan keuangan—yang biasanya menyerap banyak talenta tingkat pemula—menjadi lebih selektif. Memahami tren makro ini penting jika Anda berpikir tentang di mana peluang sebenarnya mungkin terbuka.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
19 Suka
Hadiah
19
6
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
TokenomicsTherapist
· 01-12 16:46
Kenapa rasanya setiap kali ekonomi goyah, perusahaan mulai melakukan PHK, bahkan lulusan baru pun menjadi korban
Lihat AsliBalas0
RooftopReserver
· 01-11 01:05
Aduh, musim PHK lagi... Lulusan benar-benar kecewa
Lihat AsliBalas0
DecentralizeMe
· 01-10 21:00
Apakah ini lagi-lagi tentang PHK dan pembekuan pengangkatan? Benarkah? Rasanya dua tahun ini tidak ada habisnya.
Lihat AsliBalas0
ChainDetective
· 01-10 20:56
Kembali terjadi gelombang PHK... Kata orang ini benar-benar keras, dua pertiga perusahaan sedang mengurangi jumlah karyawan, para pendatang baru benar-benar tidak punya peluang.
Lihat AsliBalas0
OnChainArchaeologist
· 01-10 20:55
Sejujurnya, data ini cukup menyakitkan... Dua atau tiga tahun yang lalu masih melakukan perekrutan besar-besaran, sekarang langsung dibekukan? Perusahaan-perusahaan benar-benar panik ya
Lihat AsliBalas0
NotSatoshi
· 01-10 20:42
Selain PHK, rekrutmen juga dibekukan, inilah gambaran nyata dari perusahaan besar saat ini. Bagaimana lulusan baru bisa bersaing?
Data terbaru dari institusi besar menunjukkan gambaran yang cukup mencolok: sekitar dua pertiga eksekutif perusahaan secara aktif mengurangi jumlah karyawan atau membekukan perekrutan baru untuk tahun mendatang. Itu hanya menyisakan sekitar satu pertiga yang merencanakan dorongan perekrutan yang nyata. Ini adalah tekanan yang cukup ketat, terutama jika Anda baru lulus sekolah dan sedang mencari peran pertama.
Jadi, apa yang sebenarnya terjadi di sini? Gambaran yang cukup jelas—bisnis menjadi lebih berhati-hati. Apakah itu ketidakpastian ekonomi, meningkatnya biaya operasional, atau sekadar bermain aman sebelum siklus pertumbuhan berikutnya, perusahaan memperketat pengeluaran mereka. Bagi lulusan baru, ini berarti lebih sedikit peluang masuk ke peran tradisional, lebih banyak kompetisi untuk posisi yang ada, dan mungkin tekanan lebih besar untuk menonjol.
Dampak ripple melampaui sekadar pencarian kerja. Aliran talenta bergeser, industri bersaing lebih keras untuk lulusan terbaik, dan sektor seperti teknologi dan keuangan—yang biasanya menyerap banyak talenta tingkat pemula—menjadi lebih selektif. Memahami tren makro ini penting jika Anda berpikir tentang di mana peluang sebenarnya mungkin terbuka.