Tampilan ketenagakerjaan global saat ini mengungkapkan ketimpangan yang mencolok di berbagai ekonomi utama. Afrika Selatan memimpin dengan tingkat pengangguran yang mengkhawatirkan sebesar 31,9%, sementara Spanyol mengikuti di 10,45%, keduanya menghadapi tantangan pasar tenaga kerja yang signifikan. Sebaliknya, negara-negara Eropa Barat menunjukkan ketahanan yang lebih besar: Prancis di 7,7%, Jerman di 6,3%, dan Italia di 5,7%. Wilayah Anglo-Amerika menunjukkan tingkat yang relatif lebih rendah—Amerika Serikat di 4,4%, Inggris di 5,1%, dan Kanada di 6,8%. Pasar berkembang menggambarkan gambaran yang beragam: Tiongkok di 5,1%, Brasil di 5,2%, India di 4,7%, dan Indonesia di 4,85%. Argentina melaporkan 6,6% di tengah penyesuaian ekonomi yang sedang berlangsung. Data ketenagakerjaan ini memiliki implikasi terhadap pola pengeluaran konsumen, likuiditas pasar, dan lingkungan makroekonomi yang lebih luas yang membentuk tingkat adopsi cryptocurrency di berbagai wilayah.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Tampilan ketenagakerjaan global saat ini mengungkapkan ketimpangan yang mencolok di berbagai ekonomi utama. Afrika Selatan memimpin dengan tingkat pengangguran yang mengkhawatirkan sebesar 31,9%, sementara Spanyol mengikuti di 10,45%, keduanya menghadapi tantangan pasar tenaga kerja yang signifikan. Sebaliknya, negara-negara Eropa Barat menunjukkan ketahanan yang lebih besar: Prancis di 7,7%, Jerman di 6,3%, dan Italia di 5,7%. Wilayah Anglo-Amerika menunjukkan tingkat yang relatif lebih rendah—Amerika Serikat di 4,4%, Inggris di 5,1%, dan Kanada di 6,8%. Pasar berkembang menggambarkan gambaran yang beragam: Tiongkok di 5,1%, Brasil di 5,2%, India di 4,7%, dan Indonesia di 4,85%. Argentina melaporkan 6,6% di tengah penyesuaian ekonomi yang sedang berlangsung. Data ketenagakerjaan ini memiliki implikasi terhadap pola pengeluaran konsumen, likuiditas pasar, dan lingkungan makroekonomi yang lebih luas yang membentuk tingkat adopsi cryptocurrency di berbagai wilayah.