Musim laporan keuangan telah tiba, tetapi pasar opsi tampaknya tidak menganggap risiko dengan serius.
Data ada di depan mata: rata-rata volatilitas implied hari laporan keuangan pada saham-saham indeks S&P 500 hanya 4,5%, jauh di bawah tingkat rata-rata 5,6% di tahun-tahun sebelumnya. Sekilas, penilaian pasar terhadap gelombang kejutan ini memang tidak menunjukkan kekhawatiran.
Namun ada kontradiksi menarik di sini—banyak saham mengalami fluktuasi cukup tajam pada hari laporan keuangan, tetapi secara indeks tetap stabil seperti biasa, tidak mengikuti pergerakan besar. Kenapa? Dua alasan yang saling bertumpuk: pertama, indeks itu sendiri sudah mengandung sifat diversifikasi, saham yang naik dan turun saling menyeimbangkan; kedua, laporan keuangan tidak diumumkan sekaligus dalam satu hari, melainkan secara bertahap, sehingga dampaknya tersebar dan merata. Akibatnya, saham individual bergejolak, tetapi indeks tetap tenang.
Ketidaksesuaian ini berarti apa bagi investor? Ada dua kemungkinan:
**Pertama**, bertaruh pada pergerakan besar indeks dengan opsi mungkin tidak terlalu menguntungkan. Biaya tidak terlalu tinggi, tetapi potensi keuntungan juga terbatas.
**Kedua**, jika benar-benar terjadi guncangan sistemik—misalnya perubahan kebijakan, penyesuaian suku bunga, kebijakan tarif, atau laporan keuangan perusahaan unggulan yang secara bersamaan mengalami kerugian—maka opsi indeks justru mungkin meremehkan risiko. Pada saat itu, penilaian harga akan dipaksa untuk direvisi ulang, dan jika volatilitas meningkat, pasar harus melakukan penyesuaian besar.
Dengan kata lain, ketenangan saat ini mungkin hanyalah ilusi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Musim laporan keuangan telah tiba, tetapi pasar opsi tampaknya tidak menganggap risiko dengan serius.
Data ada di depan mata: rata-rata volatilitas implied hari laporan keuangan pada saham-saham indeks S&P 500 hanya 4,5%, jauh di bawah tingkat rata-rata 5,6% di tahun-tahun sebelumnya. Sekilas, penilaian pasar terhadap gelombang kejutan ini memang tidak menunjukkan kekhawatiran.
Namun ada kontradiksi menarik di sini—banyak saham mengalami fluktuasi cukup tajam pada hari laporan keuangan, tetapi secara indeks tetap stabil seperti biasa, tidak mengikuti pergerakan besar. Kenapa? Dua alasan yang saling bertumpuk: pertama, indeks itu sendiri sudah mengandung sifat diversifikasi, saham yang naik dan turun saling menyeimbangkan; kedua, laporan keuangan tidak diumumkan sekaligus dalam satu hari, melainkan secara bertahap, sehingga dampaknya tersebar dan merata. Akibatnya, saham individual bergejolak, tetapi indeks tetap tenang.
Ketidaksesuaian ini berarti apa bagi investor? Ada dua kemungkinan:
**Pertama**, bertaruh pada pergerakan besar indeks dengan opsi mungkin tidak terlalu menguntungkan. Biaya tidak terlalu tinggi, tetapi potensi keuntungan juga terbatas.
**Kedua**, jika benar-benar terjadi guncangan sistemik—misalnya perubahan kebijakan, penyesuaian suku bunga, kebijakan tarif, atau laporan keuangan perusahaan unggulan yang secara bersamaan mengalami kerugian—maka opsi indeks justru mungkin meremehkan risiko. Pada saat itu, penilaian harga akan dipaksa untuk direvisi ulang, dan jika volatilitas meningkat, pasar harus melakukan penyesuaian besar.
Dengan kata lain, ketenangan saat ini mungkin hanyalah ilusi.